
"Suami nona Sekarang dalam keadaan yang sangat Parah. dia mengalami Luka di bagian Kepalanya."
Mendengar Penjelasan dari Dokter Pun Qia langsung meneteskan Air Matanya.
Qia pun langsung menghubungi orang tuannya. Jack dan Istrinya yang mendengar semua itu pun langsung kaget. Mereka berdua pun langsung Pergi ke rumah Sakit.
Sementara itu Qia masih melihat Suaminya dari Balik Kaca dia melihat Suaminya yang sedang diinfus bahkan tidak ada tanda-tanda bahwa dirinya akan tersadar.
"dokter kapan Suamiku akan bangun" ucap Qia.
"Saya tidak tahu nona tapi kita berdoa saja semoga Suami Nona bisa sadar dengan cepat."
Kini Orang tua dari Qia pun telah datang ke rumah sakit. mereka berdua pun langsung menghampiri Qia.
"Nak bagaimana keadaan Suami kamu" ucap Jack.
"dia belum sadarkan diri yah"
"Kenapa dia bisa menjadi seperti ini Sebenarnya apa yang terjadi."
akhirnya Qia Pun langsung menjelaskan kejadiannya.
Qia menjelaskan apa yang terjadi dengan Alvero saat dia menyelamatkan dirinya dari penculik dan Saat dia melindungi dirinya dari reruntuhan akibat Bom.
Mendengar Cerita dari Qia bahwa dirinya di culik pun langsung Kaget.
"Siapa yang menculik mu"
"orang yang menculik ku mempunyai Tato Pistol di tubuhnya"
"tato Pistol di tubuhnya bukankah itu adalah Organisasi Screen" gumam Jack.
"Pah aku ingin bertanya"
"apa yang ingin kamu tanyakan Sayang"
"apa benar di dalam tubuhku ada sebuah Chips tentang Proyek Manusia buatan"
Seketika itu Jack yang mendengarnya Pun kaget dia tidak tahu harus berkata apa?
"Jawab Pah kenapa Papah diam Saja benar Kan di dalam tubuh saya ada sebuah Chips"
__ADS_1
"Kenapa Papah diam saja benar kan bahwa di dalam tubuhku ada sebuah chips"
"Baiklah Papah akan katakan dengan jujur dengan kamu memang benar bahwa di dalam tubuhmu Ada Sebuah Chips"
"Kenapa? Kenapa papah memasang Chips di dalam tubuhku jika papah tidak memasang Chips di dalam tubuhku dan aku tidak mungkin di buru oleh orang-orang jahat dan Suamiku tidak mungkin akan terluka"
"Papah benar-benar minta maaf papah lakukan semua ini dengan cara terpaksa"
"Apa papah berniat menjodohkan ku dengan Alvero Karena dia disuruh papah untuk melindungi ku?"
"Memang benar bahwa Papah menyuruh dia menikahi mu untuk melindungi mu tapi kamu harus ingat tanpa di suruh pun dia tetap akan melindungi kamu karena bagi dia kamu adalah orang yang paling dia cintai"
"Kenapa dia sebegitu cintanya padaku"
"Apa kamu tahu bahwa kamu dan Suamimu adalah teman masa kecil"
"Aku tahu Alvero telah menjelaskan kepadaku tapi aku masih ragu-ragu dengan Perkataannya"
"Sayang kamu dan Suamimu memang benar-benar teman masa kecil bahkan kamu dulu sangat menyukai Alvero Waktu kalian Kecil banyak sekali Perempuan yang mendekati Alvero tapi kamu malah menyuruh para perempuan tersebut untuk menjauhi Alvero."
Mendengar kata-kata dari ayahnya Wajah Qia pun seketika itu langsung memerah. benarkah bahwa dia dari kecil telah menyukai Alvero tapi apa yang dia lakukan sekarang bahkan dia tidak memperbolehkan tidur bersama.
"Sayang kamu pasti lelah kan lebih baik kamu pulang dan beristirahat"
"tidak pah lebih aku disini saja untuk menemani suamiku"
"Sayang lebih baik kamu pulang Kasian nanti Alvero jika dia sadar melihat kamu seperti ini dia pasti akan merasa sangat sedih"
"baiklah mah aku akan pulang tapi aku pulang ke mansion suamiku bukan ke tempat Papah dan mamah"
"tapi apa kamu tidak apa-apa tinggal sendirian"
"tidak apa-apa pah lagian di sana ada Para Pelayan yang akan membantu Qia"
Singkat Cerita Qia pun telah sampai Di mansion dia mengingat kembali kenangan bersama dengan Suaminya kemudian dia pun berjalan ke arah ruangan Kerja milik Suaminya dibukalah pintu ruangan Kerja milik Suaminya.
dia pun lalu masuk ke dalam ruangan kerja Suaminya dan dia pun membuka sebuah laci yang ada di meja kerja suaminya.
saat dirinya membuka Laci tersebut dia pun melihat ada sebuah foto dalam foto tersebut tampak ada seorang bocah laki-laki dan perempuan saat dia melihat lebih jelas dia pun mengetahui bahwa foto Perempuan itu sangat mirip dengan dirinya.
Saat dirinya membalik foto tersebut di balik foto tersebut terdapat sebuah tulisan My Love My Wife Risqia Gabriella.
__ADS_1
dia pun juga menemukan sebuah Kalung. Kalung tersebut bertuliskan namanya.
Seketika itu Qia pun langsung meneteskan air matanya semua ingatan tentang dirinya dan Alvero pun mulai menyatu dalam pikirannya.
dia baru mengingat bahwa Kalung yang bertuliskan namanya itu adalah Pemberian dirinya Kepada Suaminya.
FLASHBACK ON
Saat Alvero akan Pergi Ke london Qia Pun benar-benar merasa sangat sedih.
"apa kamu benar-benar akan pergi Al"
"aku akan Pergi Qia tapi aku janji aku pasti akan kembali kepada kamu"
"Janji" ucap Qia sambil menunjukan jari kelingkingnya.
"aku janji aku pasti akan kembali"
"oh ya Al Sebelum Kamu pergi aku ingin memberikan Sesuatu kepada kamu"
"apa yang kamu berikan kepadaku"
"ini kalung untukmu"
Qia pun memberikan sebuah kalung untuk Alvero dalam kalung tersebut bertuliskan namanya.
"Kamu harus pakai Kalung itu dan kamu harus ingat bahwa kamu hanyalah milikku jangan berani macam-macam kalau kamu dekat dengan wanita lain"
"dan ingat suatu saat nanti saat kita dewasa nanti kita Akan menikah Janji yah Al
akhirnya Alvero pun menerima pemberian Kalung dari Qia dan sampai sekarang Alvero tetap menyimpan Kalung Pemberiannya.
FLASHBACK OF.
"aku tidak menyangka bahwa saat aku Sudah lupa tentang kamu kamu malah datang untuk mengingat momen tentang kebersamaan kita berdua bahkan kamu tetap melindungi janji kita berdua walaupun aku sudah lupa semuanya."
Saat dia memandangi foto tersebut dia menemukan sepucuk surat di Laci tersebut dalam Sepucuk surat tersebut bertuliskan.
...*aku tidak menyangka bahwa kita akan menjadi pasangan suami istri walaupun kamu telah melupakan janji kita waktu kecil dulu tapi aku merasa sangat bersyukur akhirnya kamu menjadi istriku. walaupun kamu sudah melupakan semuanya aku akan tetap berada di sampingmu dan walaupun kamu membenciku aku akan berusaha membuatmu nyaman denganku. karena kamu adalah satu-satunya wanita yang menjelaskan apa artinya cinta. sayang jika suatu saat nanti kamu menemukan surat ini aku sangat bersyukur bahwa kamu sudah membaca surat cinta dariku aku berharap kita akan terus bersama hingga menua nanti kita akan bersama sampai selamanya kita akan memiliki anak yang banyak. bermain dengan anak kita nanti dan Kita akan saling memegang tangan satu sama lain dan kita tidak akan terpisahkan hingga maut memisahkan kita...
~Alvero Dewantoro*
__ADS_1