
"ayah ingin membuka banyak Restoran supaya ayah bisa menjadi pengusaha sukses seperti Ayah Daniel aku ingin mencontoh mereka usaha mulai dari Nol"
"baiklah jika itu mau ayah Qia akan membantu ayah"
"Queen pun juga akan membantu Kakek"
"terimakasih sayang dan Terimakasih juga Cucuku yang Cantik."
Alvero pun tak lupa menghubungi ayahnya untuk menjelaskan tentang Queen. Setelah di jelaskan akhirnya Ayahnya Alvero pun paham dan dia menyuruh Alvero untuk bisa menjaga Queen dengan baik lagi pula Queen adalah Cucunya walaupun bukan Cucu kandung tapi Daniel sudah menganggapnya sebagai cucu apalagi saat Daniel dan Bella melihat fotonya.
Alvero pun sudah lama tidak Pergi ke Perusahaan dia dan Andy pun pergi ke Perusahaan miliknya.
"Daddy mau kemana" ucap Queen.
"Daddy mau kerja sayang" ucap Alvero.
"Daddy Queen boleh ikut kerja" ucap Queen.
"maaf Sayang ngga bisa ikut maaf yah"
"yah Daddy aku mau sama Daddy"
"Kalau Queen nurut nanti Queen di belikan mainan sama Daddy"
"janji ya Dad beliin Queen mainan"
"iya janji."
akhirnya Queen pun bisa di bujuk oleh Alvero kini Alvero sudah di dalam mobil bersama dengan Andy.
Saat dalam perjalanan ke Perusahaan tiba-tiba mobil yang di tumpangi oleh Alvero di serang oleh Seseorang.
Sebuah peluru berhasil mengenai Roda mobil miliknya. untung saja mereka berdua langsung melompat Keluar.
dan mobil pun menabrak sebuah pohon yang sangat besar.
"apakah Organisasi Pembunuh?"
"aku belum tahu bos dia sepertinya adalah Seorang Sniper Profesional."
"menurutku juga begitu dia bisa menembak pada saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi"
"kalau di lihat-lihat arah tembakannya dari arah jam 2."
"kita harus cari tahu siapa yang ingin mencelakai kita"
Kecelakaan itu pun mengundang perhatian publik dan Polisi pun datang ke tempat kejadian tersebut.
"apa kalian tadi yang mengalami kecelakaan" ucap polisi tersebut kepada mereka berdua.
"benar Pak tapi kondisi kami berdua tidak apa-apa kami baik-baik saja".
lagi lagi sebuah peluru datang dari arah jam 2 Alvero pun menyuruh semuanya untuk menunduk dan Sebuah Peluru meleset.
__ADS_1
Polisi pun sangat kaget bisa-bisanya ada Pembunuh di Siang hari.
Polisi pun akhirnya membantu Alvero dan Andy dia membawa mereka berdua kabur dari tempat tersebut.
"Siapa Kalian sebenarnya kenapa Ada Pembunuh yang mengincar kalian berdua"
"Bapak tidak Perlu tahu siapa kami hal yang terpenting adalah kita harus waspada Pembunuh itu sudah mulai mengikuti kita"
Ketika Pembunuh tersebut melihat targetnya kabur dengan mobil Polisi dia pun langsung turun dan mengikutinya dengan menggunakan sepeda motor.
Kini Pembunuh Pun sudah berada di samping mobil polisi dan Pembunuh pun memukul-mukul kaca mobil polisi.
Alvero yang sudah siap pun langsung membuka jendela kemudian mengarahkan sebuah Pistol ke arah Pembunuh Tersebut. pembunuh tersebut juga mengarahkan Pistolnya ke arah Alvero.
kini mereka saling mengarahkan Pistol ke kepala satu sama lain.
Pembunuh itu menggunakan masker sehingga Alvero tidak mengenali dirinya sama sekali.
"Siapa kamu? apa kamu dari Organisasi Pembunuh"
Pembunuh itu pun hanya diam Saja dia tidak menjawab perkataan Alvero dia terus mengarahkan Pistolnya ke Kepala Alvero
Alvero pun memberikan sebuah kode ke pada Andy Andy yang mengetahuinya langsung mengangguk.
Polisi pun sangat ketakutan dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Alvero pun melemparkan pistolnya ke Andy kemudian dia pun langsung menunduk Andy yang mendapatkan sebuah pistol dari Alvero langsung menembak ke arah Pembunuh tersebut. Pembunuh tersebut pun langsung tewas seketika.
Alvero pun menyuruh untuk berhenti lalu dia pun keluar untuk mengecek siapa sebenarnya pembunuh tersebut.
"Kenapa ada suara Bom" gumam Alvero.
Alvero kembali mengecek Ada apa di tubuh pembunuh tersebut Saat Alvero mengeceknya dia pun menemukan sebuah tombol di tubuhnya dan Saat dia menekan tombolnya di temukanlah sebuah Bom.
"Kenapa ada Bom di tubuh Pembunuh ini apa dia adalah Manusia buatan."
Saat Alvero membuka masker dari pembuluh tersebut dirinya langsung terkejut. mulutnya di modifikasi.
"Benar sekali dia pasti adalah Manusia buatan."
Alvero pun langsung menjinakkan Bom tersebut. Setelah itu Alvero menghubungi anak buahnya untuk membawa Manusia buatan tersebut untuk di otopsi.
Polisi langsung mengarahkan Pistol ke arah Alvero.
"Siapa kalian sebenarnya apa kamu juga Seorang Pembunuh"
Alvero pun langsung membocorkan identitasnya Saat Alvero membocorkan identitasnya dirinya Polisi tersebut pun langsung hormat.
Polisi tersebut tidak menyangka Bakal bertemu dengan Kapten dari Pasukan Khusus Black Dragon.
"Saya harap Pak polisi bisa merahasiakan hal ini"
"tenang saja aku pasti akan merahasiakan hal tersebut."
__ADS_1
Anak buah Alvero pun telah datang ke tempat lokasi Lalu Alvero menyuruh Anak buahnya untuk segera membawa manusia buatan tersebut.
"Andy sepertinya kita akan lebih sibuk"
"benar sekali bos musuh sudah mulai bergerak."
"Nanti malam Suruh anggota Tim utama Black Dragon untuk segera berkumpul kita akan mengadakan sebuah rapat dan menyusun rencana untuk menghancurkan Organisasi Pembunuh."
"Siap bos"
"Pak Polisi terimakasih untuk tumpangannya."
"Sama-Sama Pak Alvero terus sekarang Pak Alvero akan kemana?"
"Aku akan Pergi ke Perusahaan untuk bekerja."
"memangnya Pak Alvero bekerja di Perusahaan mana?"
"Kami berdua Bekerja di Perusahaan ALD Grup"
Polisi tersebut langsung kaget dia mengetahui bahwa ALD Grup adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia.
"Pak Alvero kebetulan kita searah bagaimana Kalau ikut denganku saja"
"Terimakasih Pak"
"Akhirnya Alvero dan Andy pun di antar oleh mobil Polisi Sampailah dirinya dan Andy di Perusahaan ALD Grup."
dia pun langsung keluar dari mobil Polisi kemudian mengucapkan terimakasih kepada Pak Polisi.
Kini Alvero sudah berada di dalam kantor mereka berdua pun langsung di sambut oleh Para Karyawan.
dirinya pun tersenyum kemudian langsung berjalan ke ruangan miliknya diikuti oleh Andy dari belakang.
Saat Sudah Sampai di depan pintu ruangannya Alvero tiba-tiba mendapat Telfon dari Istrinya.
[Halo Sayang ada apa?]
[halo Hubby apa kamu tidak apa-apa aku tadi melihat berita kamu mengalami kecelakaan]
"Ternyata berita kecelakaan itu sudah tersebar" gumam Alvero
[Aku tidak apa-apa Sayang aku baik-baik saja]
[Syukurlah kalau kamu baik-baik saja]
lalu mereka berdua pun langsung menutup telfonnya.
"Andy apa tugas kita hari ini"
"Hari ini kita akan membahas kerjasama dengan Perusahaan Albara Grup."
"Albara Grup bukankah itu Perusahaan milik Tante Angel"
__ADS_1
Alvero pun hanya bisa memegang kepalanya karena dirinya akan bertemu dengan Tantenya yang selalu mengganggunya dari kecil.