Kembalinya Raja Tentara

Kembalinya Raja Tentara
Episode 58 Permintaan Terakhir


__ADS_3

"yo para bocah sialan akhirnya aku bisa melihat wajah kalian lagi aku tidak menyangka bahwa kalian telah menjadi besar seperti sekarang ini kalian yang dulu kecil sekarang sudah menjadi orang yang sangat hebat"


"aku tidak melihat si bocah satu lagi yaitu Jack"


"jack telah keluar dari Tim Serigala sekarang dia sedang bersama dengan istri dan anaknya" ucap Daniel.


"Jack sudah mempunyai anak" ucap Tuan Arga.


"iya dia sudah memiliki anak perempuan"ucap Daniel.


"Bocah sialan Jack sudah punya anak perempuan kapan kamu akan menyusulnya" ucap Tuan Arga.


"nanti Pak Tua aku pasti akan mempunyai seorang anak".


"Bocah sialan aku ingin meminta permintaan terakhirku"


"aku ingin melihat kamu menikah dengan Si Bella aku ingin melihat kamu mengucapkan janji suci kepada wanita itu."


ini adalah permintaan terakhirku" ucap Tuan Arga.


"Pak Tua jangan bilang ini adalah permintaan terakhirmu aku ingin Pak Tua kembali sehat dan setelah Pak Tua Sehat maka aku akan mengabulkan permintaan Pak Tua."


"bocah sialan hidupku tidak akan lama lagi ini adalah permintaanku aku ingin melihat kamu menikah."


dengan berat hati Daniel menuruti Permintaan Tuan Arga. "Baiklah Pak Tua aku akan segera menikahi Bella.


Daniel pun keluar dan menjelaskan kepada Bella bahwa dia akan segera menikahi Bella karena permintaan dari Pak Tua.


Bella yang mendengarnya pun langsung mengucapkan Setuju.


tiga hari kemudian


Akhirnya Daniel dan Bella pun menggelar acara Pernikahan. Pernikahan tersebut di laksanakan di Markas Militer Tim Serigala. Semua dekorasi pun sudah sangat lengkap. Semua Tim Serigala sudah datang ke acara pernikahan Daniel dan Bella. disana juga ada Pak Tua yang duduk di kursi roda.


Daniel kini mengucapkan janji Suci ke Bella kini Daniel dan Bella telah resmi menjadi suami istri yang sah.


Kini Pak Tua pun mendekati Daniel dan Bella. "Bocah Sialan selamat atas pernikahannya semoga kamu bisa cepat diberikan momongan dan aku ingin jika kamu sudah punya anak bisakah kamu menggunakan nama margaku di belakang nama anakmu" ucap Tuan Arga.

__ADS_1


"baik aku pasti akan melakukannya" ucap Daniel.


"dan untuk kali ini saja bisakah kamu memanggilku Papah" ucap Tuan Arga.


"Papah" ucap Daniel sambil meneteskan air mata


"baguslah kalau begitu aku bisa pergi dengan tenang"


Selang beberapa detik Pak Tua menghembuskan nafas terakhirnya.


"Pak Tuaaaaa" Teriak Daniel sambil meneteskan air matanya.


"Pak tua bangun pak Tua jangan bercanda kamu belum mati bukan cepat buka matamu Pak Tua"


Semua yang melihat Tuan Arga yang menghembuskan nafas terakhirnya pun ikut menangis begitu juga dengan para anggota Tim Serigala mereka menangis sejadi-jadinya.


"Pak Tua kenapa kamu bisa meninggalkan kami secepat ini padahal aku belum Pernah mengucapkan terimakasih sekalipun untukmu Pak Tua kenapa Kamu harus pergi" ucap Daniel sambil menangis.


Bella yang melihat suaminya menangis pun langsung mendekap kedalam Pelukannya. "kalau ingin menangis menangislah aku tahu kamu pasti sangat kehilangan orang yang berharga bagiku Tapi sayang kamu harus mengikhlaskan kepergiannya aku tidak ingin kamu terpuruk dalam kesedihanmu.


Akhirnya Pemakaman Tuan Arga pun di mulai Banyak Para Tentara yang berdatangan ketika mendengar bahwa Tuan Arga Telah tiada. lalu mereka semua pun mengucapkan Bella sungkawa.


"Tuan Arga Dewantoro telah meninggalkan kita semua kita tahu bahwa Pak Tua adalah orang yang sangat menyayangi kita Semua dialah yang membuat kita menjadi pemuda pemberani dialah yang mengubah kita yang seorang pengecut menjadi seorang pahlawan dia adalah ayah bagi kita semua. kalau bukan karena pak Tua aku tidak akan Jadi seperti sekarang. " ucap Daniel sambil meneteskan air mata.


"Hormat" Seru Daniel.


Semuanya pun langsung hormat saat Pak Tua akan di makamkan Daniel dan Tim Serigala lagi-lagi meneteskan air mata mereka tidak menyangka bahwa Tuan Arga meninggal dengan sangat cepat. Bagi Daniel Dan anak buahnya Tuhan Arga adalah sosok ayah yang terbaik dia bisa juga menjadi tegas ketika anaknya melakukan kesalahan tapi dia bisa menjadi lembut ketika anaknya ada yang terluka hal itulah yang menjadi kenangan bagi Daniel dan anak buahnya.


Daniel terus melihat makam Pak Tua dia seperti tidak ingin meninggalkan tempat itu begitu juga dengan anak buahnya.


"Sudahlah Sayang Tuan Arga sudah Tenang di alam sana."


"Pak Tua kenapa kamu cepat sekali meninggalkanku bukankah kamu berjanji jika kita bertemu kembali kita akan melakukan pertarungan menembak tapi kenapa setelah aku datang Pak Tua tidak membuktikan janjinya Pak Tua kenapa kamu Pergi begitu saja masih ada banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu Pak Tua." ucap Daniel yang masih menangis.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Seminggu Pun berlalu kini Daniel sudah merasa sangat tenang Kini Daniel berjanji kepada Pak Tua akan menghancurkan geng Naga Dan Geng Falcon.


"Pak Tua aku berjanji aku pasti akan menghancurkan kedua geng tersebut dan aku pasti akan melindungi orang-orang yang aku cintai" gumam Daniel.


tiba-tiba Bella pun datang sambil membawakan kopi dan sedikit makanan. "Hubby kenapa kamu melamun" ucap Bella. sambil menyuguhkan kopinya ke Daniel


"tidak aku tidak melamun sama sekali" ucap Daniel.


"apa kamu masih mengingat tentang Tuan Arga" ucap Bella


"aku masih sangat mengingatnya mana mungkin aku akan melupakannya Pak Tua lah yang membuatku menjadi anak yang kuat seperti sekarang dialah yang mengajarkan ku menembak,beladiri,ilmu pengetahuan dialah yang mengajari ku semuanya tapi aku selalu tidak sopan dengannya aku selalu memanggil dia dengan sebutan Pak Tua tapi dia tidak pernah menegurku sama sekali. bahkan waktu kematiannya ketika aku akan mengucapkan terimakasih dia sudah menutup mata terlebih dahulu" ucap Daniel.


"Sudahlah hubby kamu harus mengikhlaskan kepergiannya semua orang pasti akan merasakan mati mati karena sebuah penyakit mati karena takdir atau mati karena melindungi orang yang dia cintai tapi kita harus selalu melindungi kenangan yang telah meninggalkan kita selamanya."


"apa yang kamu katakan memang ada benarnya juga aku pasti akan melindungi kenangan pak tua bersamaku"


"Sayang maukah kamu tetap bersamaku hingga maut memisahkan kita"


"Aku pasti akan terus berada di sampingmu hubby dan aku pasti akan selalu mendukungmu apapun yang terjadi."


"Terimakasih Sayang aku bangga kamu menjadi istriku."


"Sama-sama Hubby aku juga bangga kamu menjadi suamiku"


Mereka berdua pun pergi ke kamar untuk melakukan aktivitas.

__ADS_1


__ADS_2