Kembalinya Raja Tentara

Kembalinya Raja Tentara
Episode 69 Qia di Culik


__ADS_3

"kamu tidak perlu tahu siapa aku dan yang lebih penting aku akan selalu melindungi kamu tak peduli kamu mencintaiku atau tidak aku akan selalu berada disamping mu karena tugas seorang suami adalah melindungi Istri Tercintanya" ucap Alvero yang membuat Qia langsung kaget.


Singkat Cerita mereka berdua pun telah sampai di rumah Qia langsung masuk ke dalam rumah dan merebahkan dirinya di kamar.


Sementara Alvero masih menyelidiki tentang tato tersebut.


Alvero pun kini telah mendapatkan informasi dari Andy


[bos aku sudah menemukan informasi tentang tato tersebut]


[apa informasi yang kamu dapat]


[tato di yang berada di tubuh pria tersebut adalah dari organisasi Screen dia memiliki hubungan dengan organisasi pembunuh dan yang lebih penting mereka juga memiliki markas di kota red City]


[Kamu Cari tahu informasi yang lengkap tentang mereka setelah itu kita hancurkan markasnya]


[baik Bos]


Organisasi Screen merupakan organisasi yang terbilang cukup sadis dia bisa membunuh ribuan orang tak bersalah untuk di jadikan sebuah eksperimen tentang manusia buatan. dia bekerja sama dengan Organisasi Pembunuh untuk membuat Manusia buatan menguasai seluruh dunia.


Organisasi Screen Sudah tersebar di mana-mana bahkan mereka juga memiliki markas di kota Red City.


"Sebelum menghancurkan markas pusatnya lebih baik aku hancurkan terlebih dahulu yang ada di kota ini"


Alvero pun mencari sendiri informasi di mana markas Organisasi Screen yang berada di kota ini.


 


Sementara itu Qia masih tidak menyangka dengan kondisi yang dia lihat hari ini bahwa suaminya telah membunuh seseorang.


dia masih merasa ketakutan tentang yang dia alami badannya terus menggigil mengingat kejadian dimana Suaminya membunuh orang dengan mudahnya bahkan dia pun masih mengingat bagaimana Suaminya menembak tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Siapa dia sebenarnya kenapa dia membunuh orang tersebut" gumam Qia.


"aku tahu bahwa dia melakukan semua ini Karena ingin melindungi ku Kenapa harus dengan cara membunuh."


"Kenapa Aku harus memiliki Suami Seorang Pembunuh"


"Arggh" Qia masih terus memikirkan kejadian tersebut.


Sementara itu Alvero hendak menuju ke kamar untuk menemui Qia.


tok


tok


tok


"Istriku buka pintunya aku ingin bertanya denganmu" ucap Alvero.


Qia masih belum membuka pintu untuk Suaminya.

__ADS_1


"Istriku buka Pintunya"


lagi dan lagi Qia tidak mau membuka pintu untuk Suaminya.


Karena Istrinya tidak mau membuka pintu Alvero pun terpaksa harus mendobrak pintu tersebut.


Saat Pintu terbuka dia melihat Qia sedang menangis.


"pergi kamu dasar pembunuh aku tidak sudi memiliki Suami Pembunuh Sepertimu"


"Istriku tenangkan diri dulu"


"Pergi Suami Sialan aku tidak sudi memiliki Suami seperti kamu Dasar Pembunuh"


"Istriku aku melakukan Semua ini Karena ingin melindungi Kamu"


"Kenapa kamu membunuhnya bukankah ada cara lain supaya kamu tidak membunuhnya"


"dia mengarahkan sebuah pistol ke arahmu apa aku harus berdiam diri saja melihat kamu di todong pistol seperti itu bagaimana jika kamu di tembak oleh orang tersebut." ucap Alvero.


Perkataan Alvero membuat Qia kaget Alvero memang benar dia melakukan semua itu karena ingin melindungi dirinya bahkan dia tidak ingin dirinya terluka.


"Katakan Siapa kamu sebenarnya?"


"aku tidak akan mengatakan Siapa aku sebenarnya dan yang lebih penting aku tidak akan meninggalkan kamu karena aku akan terus melindungi kamu"


"Kalau kamu tidak mengatakan Siapa kamu sebenarnya lebih baik biarkan aku Pergi dari sini aku tidak sudi bersamamu"


Sementara itu Alvero telah sampai di ruang kerja miliknya dia terus memikirkan bagaimana Qia sangat membencinya.


"Sebegitu Bencinya kah kamu padaku karena aku telah membunuh orang jika itu masalahnya aku minta maaf aku melakukan semua ini karena aku ingin melindungi kamu"


Hari pun semakin malam Alvero sudah tertidur di ruang kantor sementara itu Qia masih tidak bisa tidur ingin rasanya dia kabur dari tempat tersebut.


Qia Pun keluar dari kamar dan melihat keadaan di luar dia melihat Alvero yang sudah tertidur dengan lelap. Qia pun mengambil kunci mobilnya dan dia ingin sekali pergi entah kemana.


Kini Qia pun telah berada di luar rumah tiba-tiba seorang Penjaga menghampiri Qia.


"Nona Qia malam-malam begini mau kemana"


"eh anu Pak saya mau ketemu dengan teman saya


"Kenapa kamu tidak bersama dengan Tuan Alvero nanti dia bisa menemani kamu"


"Suamiku sudah tertidur di ruang kerjanya aku takut mengganggunya"


"oh kalau begitu hati-hati ya non"


"ya pak Makasih"


Kini Qia pun pergi meninggalkan kediaman dari Mansion Suaminya rencananya Qia ingin menginap di rumah Asistennya terlebih dahulu.

__ADS_1


Saat dalam perjalanan menuju rumah Asistennya tiba-tiba ada Mobil yang mengikutinya.


Sepertinya mobil tersebut telah mengawasi Qia dari luar. Qia yang tidak tahu bahwa dirinya di ikuti pun tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan normal.


Kini Mobil yang mengikuti Qia pun telah berada di samping Qia dan mobil tersebut pun mendekati mobil milik Qia dan menabrak kan dirinya ke bagian body mobil.


Hingga Qia pun langsung kaget dan mobilnya pun berhenti.


"Katakan Siapa kalian sebenarnya."


"Kamu tidak perlu tahu siapa kami dan yang lebih Penting bos sangat menginginkanmu"


"Siapa bos kamu kenapa dirinya menginginkanku"


"kamu tidak perlu tahu siapa bos kami dan yang lebih penting dia hanya menginginkanmu saja"


"Kalian Semua tangkap dia"


"lepaskan Cepat lepaskan aku aku mau di bawa kemana Cepat lepaskan aku."


Qia pun terus memberontak dan terus memaksakan dirinya supaya dia bisa pergi dari genggaman dari para Pria tersebut.


Awalnya Qia yang ingin Pergi dari Suaminya ternyata tidak sesuai dengan harapannya dia ingin pergi dari kehidupan Suaminya tapi entah kenapa Ekspetasi tak sesuai dengan realita.


dirinya sekarang di culik dan entah kemana dia akan dibawa.


Qia pun terus meronta ronta untuk bisa melepaskan dirinya dia pun merasa sangat menyesal karena pergi dari rumah suaminya.


"andai saja aku tidak pergi mungkin aku tidak akan di culik seperti ini"


"Suamiku tolong Selamatkan Aku" Gumam Qia sambil meneteskan air matanya.


----------------------------


Alvero tiba-tiba terbangun dari tidurnya dia kemudian berjalan menuju ke kamar untuk melihat kondisi istrinya Saat dia membuka Pintu Kamar istrinya dirinya langsung Kaget Karena dirinya tidak melihat istrinya di dalam kamar dia pun terus mencari istrinya tapi dia tidak menemukan istrinya.


dia kemudian keluar rumah dan benar saja dia tidak melihat ada mobil milik istrinya. Alvero pun berkata kepada penjaga tersebut.


"apa kamu melihat istriku keluar"


"aku melihatnya tuan katanya dia ingin Keluar untuk menemui temannya"


"menemui temannya memangnya siapa yang ingin dia temui" gumam Alvero.


Alvero yang telah memasang GPS di hp Istrinya pun mengetahui di mana istrinya berada.


"kenapa tempat ini Sama persis dengan Markas Organisasi Screen apa jangan-jangan Istriku di culik oleh Organisasi Tersebut."


Alvero pun kemudian mengambil kunci mobil lalu pergi ke tempat Organisasi Screen dirinya sangat yakin bahwa Istrinya di culik oleh organisasi tersebut.


Kini Alvero pun telah melajukan mobilnya dan menuju ke Markas Organisasi Screen.

__ADS_1


__ADS_2