Kembalinya Raja Tentara

Kembalinya Raja Tentara
Episode 82 Ke markas


__ADS_3

Kini Alvero dan Qia pun sudah tertidur. keesokan harinya Alvero dan Qia segera bersiap-siap untuk pergi ke markas Black Dragon untuk menemui Queen.


Alvero pun mandi kemudian bergantian pakaian setelah itu dia sarapan begitu juga dengan Qia.


Setelah mereka selesai sarapan Alvero dan Qia pun diantar oleh supir oleh Qia menuju bandara. Setelah sampai di bandara Alvero dan Qia pun menunggu kedatangan pesawat


Alvero dan Qia naik pesawat tujuan london dia ingin menikmati waktunya disana sambil menemui Queen.


Kini Pesawat pun telah datang Alvero dan Qia langsung masuk ke dalam pesawat.


Singkat Cerita Pesawat pun telah terbang perjalanan dari Bandara Red City menuju ke London adalah sekitar 7-8 jam Alvero pun menyuruh Qia untuk beristirahat terlebih dahulu. Saat Alvero menikmati pemandangan dari dalam pesawat tiba-tiba terjadi sesuatu di dalam pesawat tersebut.


Pesawat tersebut di bajak oleh sekumpulan orang-orang tak dikenal. mereka langsung menyandra pramugari dan mereka semua meminta uang kepada penumpang pesawat tersebut.


Sementara itu Alvero masih memperhatikan wajah istrinya yang sangat lucu ketika tidur dia tidak tahu bahwa di dalam pesawat sedang ada pembajakan.


Salah satu orang tersebut pun datang menemui Alvero dia langsung membentak Alvero.


"Serahkan uangmu atau kamu akan mati disini"


"aku tidak takut dan aku juga tidak peduli siapa kamu jika kamu menginginkan uangku kamu harus berhadapan dulu denganku"


Kini Alvero pun langsung menendang preman tersebut hingga preman tersebut pun langsung K.O. Alvero pun kemudian melawan para preman tersebut dan semua Preman pun berhasil di kalahkan oleh Alvero.


Kini giliran satu Preman yang sedang menyandra seorang Pramugari.


"jangan mendekat jika kamu berani mendekat akan aku bunuh dia"


Alvero pun masih bersikap tenang dia masih ingin melihat apa yang dia lakukan selanjutnya.


"terus apa mau mu?"


"aku ingin kalian semua menyerahkan uangnya dan turunkan aku di bandara terdekat"


"baiklah aku akan menuruti permintaanmu"


"hahaha cepat serahkan dompet kalian" ucap Preman tersebut.


"Kalian Semua lemparkan Dompet itu kepada Preman itu" ucap Alvero.


Semua penumpang pun akhirnya melempar Dompet kepada Preman tersebut. Preman tersebut pun langsung menangkap Dompet yang di lemparkan oleh penumpang sampai dia lupa bahwa dia telah melepaskan Sandra.


Kini Alvero pun sudah berada di depan mata preman tersebut.


"Bagaimana rasanya mendapatkan dompet yang banyak"


"hahaha aku puas sekali sekarang turunkan aku di bandara terdekat."


"baiklah tapi aku akan menghajar mu dulu"


"apa mau mu apa kamu tidak takut aku sedang menyandra seseorang"


"menyandra seseorang apa kamu sedang menghayal memangnya kamu sedang menyandra siapa" ucap Alvero lalu langsung memukul Preman tersebut. sampai Preman tersebut pun tak bisa berdiri.


"aku kira mereka adalah pembajak pesawat profesional ternyata hanya amatiran. menganggu waktuku saja dengan istriku." gumam Alvero.


"oh ya kalian semua ambil dompet kalian masing-masing dan jangan katakan apa pun apa yang terjadi kepada Wanita yang tidur di sampingku tadi."

__ADS_1


"memangnya Kenapa Tuan?"


"aku tidak ingin istriku Khawatir"


"Baiklah Tuan aku tidak akan menceritakan hal apapun kepada Istrimu itu Tapi izinkan kami semua mengucapkan terimakasih kepada Tuan."


"tenang saja. terus penjahat ini mau di bawa kemana"


"dia akan dibawa ke kantor polisi untuk diselidiki" ucap Kapten pesawat.


"Baiklah aku serahkan mereka semua kepada mu"


Alvero pun kembali duduk dengan istrinya sementara itu Pramugari pun juga mengucapkan terimakasih kepada Alvero.


"Terimakasih Tuan Karena telah menyelamatkanku"


"Tidak usah di Pikirkan yang lebih penting kamu tidak apa-apa kan"


"Tidak apa-apa Tuan?"


"baiklah lebih baik kamu bekerja kembali"


Singkat Cerita Kini Alvero dan Qia pun sudah sampai di london.


"Sayang bangun kita sudah sampai di london"


Qia pun langsung terbangun dan menatap dari jendela.


Kini Mereka pun segera keluar dari bandara Alvero dan Qia keluar sambil bergandengan tangan. Saat sampai di luar bandara Alvero pun di jemput oleh anak buahnya.


"Selamat datang kembali di london Bos" ucap anak buah dari Alvero.


"baik Bos"


Alvero dan Qia pun kini sudah berada di dalam mobil dan hendak menuju ke markas.


di perjalanan Alvero mengingat kembali saat pertama kali menginjakan kakinya di london dia masih mengingat seorang anak dua belas tahun menghabiskan waktunya di london bersama dengan pimpinan tentara.


Alvero dari kecil sudah di didik militer walaupun dia juga menjalankan kehidupan yang normal.


Kini mereka pun telah sampai di Markas Alvero anak buah Alvero pun langsung membukakan pintunya.


"Silahkan Bos"


Alvero pun berjalan masuk ke dalam markas. disana Alvero langsung disambut oleh anak buahnya.


"Selamat datang kembali Bos" ucap mereka semua.


"terimakasih kalian semua. bagaimana kabar kalian"


"kabar kami semuanya baik bos kami hanya ingin mendengar perintah darimu karena kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan"


"kita belum tahu apa tugas yang diberikan pak tua nantinya tapi jika ada tugas kita akan melakukan bersama-sama"


"jadi nikmati saja hidup kalian sebelum kita kembali ke medan perang"


"Siap Bos"

__ADS_1


Seketika itu Semua anak buah Alvero pun menatap Wanita di samping Alvero.


"Bos siapa wanita itu apa dia pacarmu?"


"Bukan dia bukan Pacarku"


"Kalau bukan Pacarmu dia siapanya Kamu Bos"


"dia Istriku" ucap Alvero.


"Apaa Istri?" ucap mereka semua dengan terkejut.


"Bos sudah mempunyai istri sejak kapan bos menikah kenapa bos tidak mengundang kami semua"


"Kalau aku mengundang kalian semua nanti acara pernikahannya tidak jadi karena nanti kalian pasti bikin rusuh disana" ucap Alvero di barengi dengan gelak tawa semuanya.


Saat ada keributan di luar Queen pun keluar dari ruangan pimpinan dia ingin mengetahui apa yang terjadi di luar.


Queen pun kini sudah berada diluar dia kemudian melihat seorang laki-laki yang dikenalinya.


Queen pun tersenyum kemudian dia berlari menghampiri Alvero.


"Daddy" teriak Queen.


Alvero pun melihat Queen berlari ke arahnya dan Alvero pun langsung menangkap putrinya tersebut.


Kini Queen pun sudah berada di pelukan papahnya.


"Daddy I miss you" ucap Queen sambil mencium pipi papahnya.


"ayah juga merindukanmu sayang" ucap Alvero.


"Daddy apa Daddy tahu aku rangking satu di sekolah"


"hmm memang anak Daddy yang paling pintar"


"Sayang Daddy akan memberikanmu hadiah"


"hadiah?"


"Sayang perkenalkan dia Qia kamu bisa memanggilnya Mommy dia itu istrinya Daddy"


"Istri Daddy? Mommy?" ucap Queen dengan sangat lucu.


"iya dia itu Mommy kamu sekarang"


"jadi aku punya Mommy"


"iya sayang apa kamu suka sama Mommy Qia"


"Daddy dia sangat Cantik sama seperti Queen aku suka Mommy Qia Daddy"


"Coba Kamu panggil Mommy kamu"


"Apa aku boleh memanggilnya"


"Boleh dong Sayang"

__ADS_1


"Mommy" ucap Queen kepad Qia. Qia yang di panggil Mommy pun merasa sangat senang Sekali.


"iya sayang"


__ADS_2