
Alvero pun kemudian mengambil kunci mobil lalu pergi ke tempat Organisasi Screen dirinya sangat yakin bahwa Istrinya di culik oleh organisasi tersebut.
Kini Alvero pun telah melajukan mobilnya dan menuju ke Markas Organisasi Screen.
Alvero terus mengikuti arah GPS yang di pasang di hp Qia.
Sementara itu Qia terus memberontak di dalam mobil dia merasa sangat menyesal karena telah kabur dari rumahnya Alvero.
Kini Qia pun telah sampai di bawa di markas Organisasi Screen.
Qia pun di bawa masuk ke dalam markas tersebut. Setelah itu Qia langsung di serahkan kepada bos Organisasi tersebut.
"Katakan kenapa kamu menculik ku" ucap Qia dengan nada marah.
"tenang lah cantik aku tidak akan melakukan apapun kepadamu aku hanya ingin yang ada di dalam tubuhmu itu" ucap bos geng tersebut.
"apa yang kamu inginkan dariku jika itu uang aku bisa berikan kamu berapapun yang penting kamu lepaskan aku"
" hahahaha apa kamu lihat aku seperti sedang kekurangan uang aku hanya ingin yang ada di dalam tubuhmu"
"apa yang ingin kamu lakukan dengan tubuhku"
"aku ingin membedah tubuhmu dan mengambil sebuah barang yang ada di dalam tubuhmu"
"barang? apa yang kamu maksud aku tidak mengerti sama sekali"
"apa kamu tidak tahu bahwa tubuhmu terdapat sebuah Chip tentang pembuatan Proyek manusia buatan dan aku ingin membedah tubuhmu dan mengambilnya lalu aku akan memberikannya kepada Bos Besar supaya dia bisa membuat manusia buatan yang sempurna."
"Kalian Semua bawa dia kedalam" ucap Bos geng tersebut."
"kalian semua mau bawa aku kemana cepat lepaskan aku"
"sudah jangan banyak bicara lebih baik kamu ikuti saja apa yang bos kami bicarakan."
Qia pun di bawa ke sebuah tempat yang sangat menyeramkan di sana terdapat alat-alat Operasi.
Qia yang melihat Semua itu pun langsung Kaget. Saat Qia mau sudah di ikat tiba-tiba di luar ada sebuah Keributan.
ternyata itu adalah Alvero dia telah sampai di markas organisasi Screen Alvero terus melawan Anggota Organisasi tersebut dan Terus mencari Keberadaan Qia.
"Istriku kamu dimana jika kamu mendengar ku cepat berteriak"
mendengar Suara dari Suaminya Qia pun langsung berteriak.
__ADS_1
"Aku disini Cepat selamatkan Aku"
mendengar Suara teriakan meminta tolong dari Qia Alvero pun langsung mencari sumber suara tersebut sambil melawan seluruh anggota Organisasi tersebut.
Alvero terus melawan tanpa berhenti sekalipun sudah banyak anggota musuh yang tumbang di tangan Alvero.
Kini Semua Anggota musuh yang melawan Alvero pun sudah tumbang semua. Bos Musuh tersebut yang melihat adegan tersebut pun langsung merasa kaget.
tanpa basa basi Alvero langsung menyerang bos Musuh dia berlari lalu menendang tepat mengenai Perutnya hingga dia pun terlempar jauh.
uhuk
uhuk
uhuk
Bos dari Musuh tersebut merasa sangat kesakitan tapi dia berusaha untuk melawan Alvero tapi Alvero yang sangat mahir dalam beladiri bisa dengan mudah mengalahkan Bos dari Organisasi tersebut.
"Siapa Kamu kenapa kamu menyerang Kami Semua"
"Kamu tidak Perlu Tahu Siapa Saya yang lebih Penting Katakan dimana Kamu membawa Wanita itu.
"Wanita? Siapa yang Kamu Maksud."
"Memangnya apa hubunganmu dengan Wanita Yang Kami Culik"
"Wanita yang telah Kalian Culik itu Adalah Istriku." ucap Alvero dengan nada marah.
"hahaha ternyata kamu Kesini untuk menyelamatkan istrimu. Kamu terlambat istrimu sekarang Sedang Kami tahan.
"Sialan! katakan dimana Istriku Sekarang" ucap Alvero lalu sambil memukul muka Bos Anggota tersebut."
"Istrimu Sekarang mungkin sedang berada di ruang Operasi Sekarang mungkin tubuh dia sedang di bedah tubuhnya."
Alvero yang mendengar itu pun langsung naik Pitam tanpa basa basi Alvero langsung mengambil Pistol dan menembaknya.
Setelah Membuat Bos dari Anggota tersebut lumpuh Alvero lalu masuk ke tempat yang lebih dalam lagi dia mencari dimana ruang Operasi berada Alvero terus berteriak memanggil nama istrinya.
akhirnya Alvero pun menemukan ruangan Tersebut lalu dia pun langsung mendobrak Pintu ruangan Itu untung saja ketika Alvero masuk Qia masih dalam keadaan baik-baik saja tapi dirinya telah di ikat.
Alvero yang melihat istrinya yang sedang di ikat Pun langsung marah dan dia pun memukuli satu persatu dari Para Anggota yang menahan Qia tak terkecuali dokter yang akan membedah tubuh Qia.
Alvero langsung menembak ke arah dokter tersebut Setelah itu Alvero Pun langsung Melepaskan ikatan Qia.
__ADS_1
"Maaf aku terlambat untuk menyelamatkanmu" ucap Alvero.
Qia yang melihat Alvero yang telah menyelamatkan dirinya Pun langsung memeluk Suaminya dan Menangis tersedu-sedu.
"hiks hiks hiks. Terimakasih Karena telah menyelamatkanku dan maafkan aku karena telah kabur dari rumah."
"sttt jangan berkata seperti itu Seharusnya akulah yang minta maaf kepada kamu maafkan aku karena telah membuatmu marah dan maafkan aku karena telah mengecewakanmu"
Mendengar Kata Maaf dari Suaminya pun Qia semakin Keras menangis nya dia tidak menyangka Padahal dirinya lah yang telah membuat Suaminya kecewa tapi malah Suaminya lah yang meminta Maaf.
Alvero pun langsung membawa Istrinya Keluar di dari Markas tersebut. Tapi Saat dia akan keluar tiba-tiba ada Suara Bom dari Markas Tersebut.
"Hahaha aku telah memasang Bom di tempat ini Kalian tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini kalian berdua akan mati bersama dengan Kami Semua" ucap Bos geng tersebut.
Alvero pun tidak memperdulikan Omongan tersebut dia terus menggendong tubuh Istrinya.
sebagian bangunan telah runtuh Alvero terus berjalan Keluar dari Markas tersebut.
Hingga Sebuah Puing-Puing mengenai dirinya Tapi Alvero Pun terus membawa keluar Istrinya.
dia tidak memperdulikan dirinya terluka yang lebih Penting dia bisa membawa istrinya Keluar.
Akhirmya mereka berdua pun akhirnya bisa keluar dari Markas tersebut dengan Keadaan penuh luka akibat tertimpa reruntuhan Alvero
dia kemudian memasukan istrinya ke dalam mobil lalu Alvero pun melajukan mobilnya.
Sampailah mereka berdua di Mansion dan Alvero pun langsung Keluar dari mobil dan membawa Qia masuk ke dalam Mansion lalu merebahkan dirinya di kamar.
Saat dia akan Keluar dari Kamar tiba-tiba Alvero merasa sangat Pusing Qia yang melihat Suaminya Pingsan Pun langsung berteriak histeris.
Para Pelayan yang mendengar Teriakan dari Qia Pun langsung menghampirinya.
"Nona ada apa" ucap salah satu Pelayan.
"Cepat Tolong Suamiku."
Alvero pun di bawa ke rumah Sakit setelah sampai di Rumah Sakit Alvero pun di bawa ke ruangan gawat darurat.
Qia pun masih merasa sangat cemas sekali tiba-tiba dokter yang memeriksanya pun keluar dan mengatakan keadaan Suaminya.
"Dokter bagaimana dengan Keadaan Suami Saya."
"Suami nona Sekarang dalam keadaan yang sangat Parah. dia mengalami Luka di bagian Kepalanya."
__ADS_1
Mendengar Penjelasan dari Dokter Pun Qia langsung meneteskan Air Matanya.