
Langit malam malam pun kembali menghampiri, kelap kelip bintang cahaya bulan seakan ingin mendengar irama seruling yang berasal dari Juan Ling,
Juan Ling berhenti di sebuah pohon yang rindang dan menyandarkan pedangnya di sana,
Entah angin apa yang membuatnya terus melangkah mendekati jurang yang dalam, sebuah naluri yang bahkan tak ia ketahui
Juan Ling menatap lekat air yang terus jatuh dari sampingnya juan menaikan nada serulingnya untuk menghangatkan malam yang dingin ini
"Too"
Suara samar itu berhasil membuat Juan Ling menghentikan aktivitasnya, suara itu sangat samar, ia melihat ke sekitar, tak ada apapun di sekitar sini,
Lalu ia memandang kebawah, dan benar saja, ia melihat seseorang berpakaian putih tergantung di pinggir jurang yang dalam
wajah itu sudah tertunduk namun pegangannya masih sangat kuat, ingin berteriak dan bersuara namun sudah terlalu lemah, hanya bisa bertahan sampai ada yang menyelamatkan
“Heyy, apa kau baik-baik saja, hey, apakah kau mendengar ku?, Kau manusia kan?, Jika benar jawab aku dulu, jika tidak maaf aku tak bisa membantu hantu” Teriak Juan Ling dari atas
Rembulan bersinar begitu terang, namun wajah ini tertunduk, ia menolak untuk percaya dengan hal hal gaib seperti itu, namun bagai mana jika memang bukan manusia, bukankah itu akan merugikannya
Mendengar suara keras dari atas wajah itu mengangkat pandangannya,
”Ah, ternyata kau, sangat suka ya bermain dengan dewa kematian” Ucap Juan Ling dengan nada mengejek
Peria ini, sejak pertemuan pertama selalu saja berada dalam masalah, apakah sangat sibuk hingga setiap saat harus menjadi korban menyedihkan
Juan Ling segera menarik pedangnya pedangnya dan mengulurkan ulunya pada pria yang sudah dalam keadaan lemas itu,
”Hey, sabarlah aku akan memberikan pertolongan padamu, tenang saja kau akan selamat, ayo berpeganglah pada pedangku aku akan menarik mu” Teriak Juan Ling sambil mengulurkan pedangnya
Pria malang ini, pasti sudah berada di sana dalam waktu lama, melihat temperamennya Juan Ling berfikir jika orang lain berada di posisi itu mungkin sudah terjatuh ke dasar juang, dan seluruh tulangnya menjadi remuk
Namun berbeda dengan pria yang satu ini, ia bahkan masih bisa berpegang teguh pada pegangannya bahkan saat ia benar benar sudah tak berdaya, lengan yang sangat kuat dan pemikiran yang sangat optimis
Merasa jika harapan muncul Han Xian menggapai pedang itu lalu menggantinya menjadi tempat berpegangan yang kuat,
Juan Ling dengan sekuat tenaga menarik ujung pedangnya yang tajam hingga darah mengalir ke tangan pria berpakaian putih itu
Setelah mendekati tebing Juan Ling memegang tangan pria berjubah putih itu lalu menarinya hingga sampai di atas tebing jurang
“Kau, baik-bik saja” Ucap Juan Ling sambil melihat wajah seseorang yang sudah sangat pucat
Han Xian sudah berada di jurang dalam waktu lama, ia kelelahan dan berfikir jika ia tak harus menjawab apa yang di tanyakan oleh Juan Ling
__ADS_1
"Lihatlah pria ini, sudah ku bantu berkali kali dia masih saja keras kepala" Ejek Juan Ling
Han Xian tak memperdulikan ejekan itu dahulu, ia langsung melangkah menuju sebuah pohon dan segera menyandarkan dirinya.
“Kau menyelamatkanku” Ucap Han Xian setelah melihat jelas orang yang telah
“Kau, ku pikir tadi bukan kau?” Ucap Juan Ling dengan anda pelan
“Kenapa?, Kenapa kau datang di saat seperti ini, selalu menyelamatkanku, dari berbagai ancaman, kau bahkan tidak menyerangku atau melakukan sesuatu yang buruk padaku saat kau punya kesempatan” Ucap Han Xian pelan, ia merasa gadis ini terlalu baik
Setiap bertemu gadis ini akan menjadi penyelamatnya, dalam keadaan sangat sulit gadis ini memberikanya harapan kehidupan
Juan Ling tersenyum kecil mendengar ucapan Han Xian yang sangat berlebihan, ia bergerak satu langkah lalu membelakangi Han Xian yang masih tersandar di pohon
”Aku tidak menyelamatkanmu, dan kau hebat itulah kenapa aku tidak pernah bisa melukaimu” Ucap juan sambil kembali melangkah menuju bibir jurang
Pria ini sudah di selamatkan, ia tak butuh terimakasih dan balas budi, dan memang pria ini tak akan memiliki inisiatif melakukanya, akan tetapi saat melihatnya dalam keadaan sulit entah apa yang membuat dirinya tergerak untuk membantu
“Kenapa kau berbuat baik padaku, sedangkan aku terus berusaha membunuhmu” Ucap Han Xian lagi
Ia selalu penasaran, apakah ada manusia yang seperti ini?, sepertinya sangat sulit di cari, di dunia ini siapa yang tak suka dengan keuntungan, namun gadis ini malah menyia nyiakan kesempatan yang di berikan
“Sudah lah, melihat dari pakaianmu, kau adalah seorang bangsawan dan sepertinya kau bukan orang yang akan membahayakan ku, aku bisa melihat kecemasan di matamu saat kau melukaiku, jadi untuk apa aku membunuhmu” Ucap Juan Ling ringan
Pria ini, memang memiliki wajah yang angkuh, namun Juan Ling dapat melihat sesuatu di balik matanya, tatapan sesal setelah melukainya, ah sudah lah lupakan saja, biarkan saja pria ini beristirahat terlebih dahulu
Sebuah tangan menggenggam pergelangan Juan Ling dengan pelan, Juan Ling reflek melihat kearah sampingnya,
Siapa yang menyangka jika yang menggenggamnya adalah Han Xian yang angkuh, bahkan pria ini dengan begitu telaten membalut luka dengan potongan kain
"Kain?, dimana kau mendapatkan kain?" Juan Ling berucap pelan, mereka berada di hutan dan tak membawa kain
"Jangan banyak bergerak, lukamu cukup dalam" Han Xian berucap pelan sembari terus membalut luka
Luka mengerikan seperti ini bagai mana mungkin ada pada telapak tangan seorang gadis, di masa depan gadis ini akan mengalami kesulitan hidup karena bekas luka ini
“Ah, kau tidak perlu mengikat lukaku, aku tidak apa-apa, tidak apa apa, hanya luka kecil, bukan maslah besar bagiku” Ucap Juan Ling dengan anda pelan
Han Xian tak memperdulikannya, saat Juan Ling menarik tanganya Han Xian malah memaksanya dengan menggenggam pergelangan juan dengan kua
“Awww, kau menyakiti tangan ku bodoh, kau tau peganganmu terlalu kuat, aku sangat kesakitan, aku terluka karena mu dan kau?, kau, kau malah memaksaku” Juan Ling berucap pelan
Luka ini bukan luka yang bisa di obati dengan mudah, luka ini hanya akan menjadi tanda kebaikannya pada seseorang pria tampan dan bangsawan yang tinggal di istana
__ADS_1
“Diamlah, jangan banyak bergerak dan mengeluh, aku akan mengobati mu, menjadi patuh lah jangan terus terusan bersikap seperti anak-anak” Ucap Han Xian sambil terus mengikat telapak tangan Juan Ling
Gadis ini, sudah mendapatkan luka seperti ini masih sangat bersikeras, apa yang di inginkan gadis ini
“Hmmz, lihatlah pakaianmu juga tak sengaja terkena darahku, kau harus menggantikan pakaianmu atau mencucinya sebelum sarah itu dingin, oh iya aku memakai pakaian yang cukup banyak, aku bisa memberikan satu padamu” Ucap Juan Ling dengan nada santai
Han Xian perlahan mengangkat pandangannya melihat ke wajah gadis yang tidak begitu jelas dalam pandangannya,
"Kau fikir aku pria seperti apa?" Han Xian beraksi tak sesuai dengan yang di harapkan
Lagi pula masalah ini berawal dari Juan Ling, gadis mana yang menawarkan pakaiannya pada seorang pria?, katakan gadis mana yang dengan begitu tak tau malu ingin membuka pakaian dan memberikanya pada pria yang tak memiliki ikatan apapun dengannya
"Apa yang sedang kau katakan?" Juan Ling menatap Han Xian dengan tatapan tanya
Apa yang salah?, Ia memang menggukan beberapa lapis pakaian, selama ini ia selalu tidur di luar atau di hutan, tentu saja akan merasa dingin, jika ia menggunakan pakaian lebih tebal setidaknya ia akan merasa lebih hangat
"Pria dan wanita harus menjaga jarak" Han Xian berucap cepat
"Dan kau bahkan masih memegang tangan ku, lalu jarak seperti apa yang harus di jaga?" Juan Ling berucap dengan nada ringan
Pria ini, masih berani membicarakan perihal jarak antara pria dan wanita
"Apa?, Ini bukan maslaah, toh juga bukan yang pertama kali, apakah kau lupa, saat pertemuan pertama aku telah membuka pakaian mu dan melihat tubuh mu, S E M U A N YA" Juan Ling menekan kalimat akhirnya
Ia tersenyum kecil melihat perubahan wajah pria menyebalkan ini memang menyenangkan, ia suka bermain dengan wajah ini, sangat menggemaskan
Lagi pula mereka berada di tengah hutan, istana memang menerapkan peraturan dan etika yang seperti itu, tapi selalu ada kata kecuali di samping kata terdesak
“Sudah, jangan memandangku seperti itu membuat ku merasa tak nyaman saja, pedang dan tatapanmu sama tajamnya, kau bisa membunuh musuhmu hanya dengan menatapnya seperti itu, tapi aku bukan musuhmu, jadi jangan tatap aku seperti itu” Ucap Juan Ling mengejek
Juan Ling perlahan melepaskan tangannya dari genggaman erat Han Xian dan mulai melangkah kebawah pohon dengan membawa pedangnya.
“Pedangnya sangat tajam, begitu juga pandangannya, genggamannya bisa menyakitiku, jika lama-lama bersama orang ini tulang-tulangku pasti akan remuk, dia sama liarnya dengan kudanya” Ucap Juan Ling sambil menyadarkan tubuhnya di pohon
Han Xian membersih kan darahnya yang masih menempel di jubahnya dengan dedaunan yang jatuh dari pohon
“Hey apa kau ingin kembali terjun ke jurang, kenapa kau tetap diam disitu, kau takut aku membunuhmu, dengar ya jika aku ingin sudah aku lakukan sejak awal tak perlu menunggu hari ini, tapi aku tidak pernah berpikiran seperti itu tentangmu, jadi kau bisa tenang dan beristirahat lah dengan baik, aku berjanji tidak melukaimu” teriak juan kearah Han Xian yang duduk di pinggir jurang,
Han Xian perlahan berdiri dan melangkah menuju pohon yng sama lalu dudukd di samping juan. Lhan membuka pakaiannya yang terkena darah kini hanya sehelai baju yang masih berada di tubuhnya,
Sehelai baju mungkin tidak akan mampu menahan dinginnya malam menyelinap ke tubuh Han Xian, tapi Han Xian tidak mungkin terus memakai pakaiannya yang sudah terkena darah.
“Kupikir kau tidak memakai pakian yang tebal, dan sekarang ternyata benar, sehelai baju tidak akan mampu melawan kedinginan, aku akan membuatmu api unggun” Ucap Juan
__ADS_1
“Tidak perlu, kau beristirahatlah, jangan banyak bergerak terdapat banyak luka di tubuhmu” Ucap Han Xian sambil menutup matanya dan bersandar di pohon samping juan
“Ini juga semuanya karenamu, baiklah, jika kau kedinginan jangan menganggu tidurku” Ucap Juan Ling yang perlahan menutup matanya.