Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
27


__ADS_3

“Lagi lagi kau di luar, tak apa jika siang hari, tapi kalo ini malah keluar di malam hati” Ucap seseorang yang kedatanganya tidak di sadari oleh Juan Ling, Juan langsung memandang kearahnya sembari tersenyum lembut


Pria ini selalu saja mengatakan ini dan itu melarang ini dan itu, ia hanya ingin menghirup udara segar, sudah beberapa waktu berlalu dan ia merasa bosan jika harus berdiam diri di dalam kediaman lebih lama lagi


"Aku sudah pulih, aku sudah baik baik saja" Juan Ling tersenyum kecil dan menuntun Han Xian untuk duduk di hadapannya


"Udara malam tak baik untuk kesehatan, sudah berapa lama kau berdiri di sini?, Lihatlah, tangan mu bahkan sudah sangat dingin" Han Xian kembali pada aktifitas mengomelnya


Sejak keberadaan Juan Ling Han Xian menjadi semakin banyak berbicara, di masa lalu hanya akan bicara untuk membahas urusan negara namun Kali ini malah sibuk mengurus gadis keras kepala ini


“Juan Ling apakah kau mendengar ku?” ucap Han Xian sambil menggembungkan pipinya kesal


"Aku mendengar mu yang mulia, jadi sekarang biarkan aku masuk ke dalam kediaman agar kau tidak kehabisan tenaga mengomeli ku" Juan Ling terkekeh pelan, selama beberapa tahun ia tak pernah tau bagai mana rasanya perhatian


Kali ini ia mendapatkannya pada raja Han, hanya saja ia merasa takut, ia takut berharap karena tak ingin merasa kecewa di akhir cerita, cinta tak selamanya indah, kehidupan tak selamanya sesuai dengan yang telah di rencanakan, ia takut saat kehidupan tak sesuai dengan harapannya ia malah menjadi satu satunya orang yang menyedihkan


Sama dengan ibunya di masa lalu, semua orang mengatakan jika rasa sangat mencintai ibunya, tapi kenyataanya raja tak mencintai siapapun, ia hanya mencintai dirinya sendiri,


"Baiklah, kau masuk dan aku akan meminta pelayan membuatkan sup jahe untuk menghangatkan tubuh mu" Han Xian berucap pelan, Juan Ling mengangguk dan melangkah masuk ke dalam kamar


Sudah cukup lama di luar kediaman ia merasa sedikit dingin dan mungkin memang sudah waktunya untuk masuk dan beristirahat.


Han Xian melangkah masuk ke dalam kamar, hal yang pertama kali ia lihat adalah Juan Ling yang sedang larut dalam lamunannya, tangan besar itu perlahan memegang rambut juan yang terkena angin dan mengenai wajahnya, ia terus memandang Juan yang terlalu larut dalam lamunan,

__ADS_1


“Han xian, kau kenapa?"


"Juan Ling"


"Ada apa, mengapa kau menatap ku seperti itu, Han Xian jangan menakuti ku"


"Juan Ling, kau harus berjanji pada ku"


“Han Xian kau ini kenapa?, Mengapa menatap ku seperti itu, membuat ku tak nyaman” Ucap juan lagi, Han xian seketika terbangun dari lamunannya dan membalikan wajahnya sambil memperbaiki sikapnya.


”Ada apa Han Xian?, Apakah ada yang salah?, Apakah para pejabat membuat mu tak senang” Ucap Juan Ling tersenyum kecil, pria ini sangat berubah ubah membuatnya tak mengerti apa yang akan ia lakukan setelah imi


Saat tangan Han masih menyentuh wajahnya Han Xian menarik tangannya perlahan dan mundur selangkah


“Senyummu memang sangat menawan Juan Ling, aku senang bisa melihat senyumanmu yang seperti ini, ini seperti mimpi” Ucap Han Xian dengan nada lembut


“Apa kau tertarik padaku” Ucap juan ling dengan nada bercanda, pria ini kadang cerewet kadang dingin dan kadang gila, Juan Ling bahkan tak mengerti apa yang terjadi pada raja Han ini, apakah ia memiliki kelainan?


”Mm, iya, kau benar, aku menyukai mu” Jawab Han Xian tanpa sadar.


“Haha, Han Xian Han Xian kau tertarik padaku, hhh kau baru saja mengatakannya, apakah kau akan menarik ucapan mu setelah ini?” Ucap juan sambil sedikit tertawa, Han Xian menghela nafas pelan, gadis ini, ia suah mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaan malah di anggap sebagai lelucon


“Lihatlah wajah itu, sebelumnya mengatakan jika kau tertarik dengan ku, dan setelahnya malah menujukan wajah dingin, kau tau?, aku sangat benci saat kau memasang wajah itu saat bersamaku, ha memang aku adalah gadis yang malang, malang, malang malang” Ucap Juan Ling sambil menghela nafas pelan

__ADS_1


Han xian menjadi semakin tak karuan, ia menghabiskan banyak waktu untuk mengumpulkan keberanian ini, namun lihatlah respon ini, sangat tak sesuai dengan yang ia inginkan


Han Xian hanya diam dan segera berdiri dan seketika melangkah keluar dari kamar, gadis ini akan terus mengolok ngolok jika ia tetap tinggal


”Han Xian, kau mau kemana?" Juan Ling berucap dengan nada pelan


Dasar pria setelah mengatakan jika dirinya tertarik malah kembali menujukan sikap yang sangat dingin, Juan Ling merasa bingung dengan perbuatan sikap Han Xian yang selalu tiba tiba, terkadang ia menjadi begitu lembut dan sangat penyayang dan dalam waktu singkat langsung berubah menjadi pria yang dingin seolah tak akan pernah bisa di gapai


"Keluar" Han Xian menjawab dengan nada dingin


Ini sangat memalukan, Juan Ling tak menjawab bahkan tak membalas perasaanya, karena kepalang malu ia hanya bisa pergi beberapa saat, hal ini ia lakukan tentu saja untuk menenangkan dirinya sendiri


Mengakui sebuah perasaan memang sedikit sulit baginya, selama ini ia hanya hidup sendiri, mengandalkan kesetiaan penasehat Yun yang sangat bekerja keras untuk kemakmuran inj


"Lihatlah, kau dingin lagi pada ku, kau ini kenapa, seketika baik-baik dan kemudian menjadi dingin lagi seperti ini, kau bilang mau menjagaku, aku hanya bercanda saja kau selalu saja marah dengan memandang wajah itu Han Xian” Ucap Juan Ling yang terus memanggil Han Xian yang terus melangkah dan meninggalkan kediaman


"Lihatlah pria itu, aku menjadi semakin tidak percaya dengan apa yang ia katakan, sedari awal ia membawa ku ke kediamannya, harus tidur di kamar dan bersamanya, aku adalah seorang gadis harus merendahkan diri karenanya" Batin Juan Ling dengan nada kesal


"Nona, jangan kesal, yang mulia mungkin memiliki hal yang harus di selesaikan" Ji Li berucap dengan pelan, saat kaisar keluar dari kamar sebagai seorang pelayan pribadi Ji Li tentu saja segera masuk untuk melihat keadaan Han Xian


"Siapa yang sedang kau bohongi Ji Li, kau berfikir aku bodoh?, pria itu memang pria yang terlahir tak memiliki perasaan, mengatakan tertarik pada ku setelahnya meninggalkan ku begitu saja" Juan Ling berucap dengan nada mengejek, setelah beberapa saat ia menghela nafas


"Aku ingin beristirahat, kau bisa kembali ke kamar mu, sampai bertemu besok" Ucap Juan Ling pelan

__ADS_1


"semoga kau tidur dengan nyenyak nona" Setelahnya Ji Li segera meninggalkan kamar


__ADS_2