
Mata hari mulai gelap, langit yang hitan mulai menemani malam, rintik-tik hujan mulai jatuh dan bumi seakan kehilangan cahayanya
Angin kencang yang disetai dengan kilat petir membuat suasana malam menjadi sangat mencengkap, angin malam menghembus dingin pada tubuh yang sedang terbaring lemah, sesekali juan terbangun hanya untuk memastikan Han Xian berada di sampingnya ataupun tidak.
Seketika ia memandang wajah Han Xian yang duduk disampingnya sambil memejamkan mata.
Tiba-tiba sebuah bayangan hitam melintas di samping jendela Juan Ling, merasa jika sedang di perhatikan Han Xian seketika terbangun langsung menatap ke arah Juan Ling yang masih setia menutup matanya
"Aku terlalu berharap" Han Xian menghela nafas pelan
Ia merasa ada yang melihatnya dengan tatapan yang ia ketahui dengan sangat jelas jika itu bukan tatapan tajam dan penuh kebencian
Aura yang ia rasakan tidaklah mencekam, lalu?, Jika bukan Juan Ling siapa?, Ia merasa ragu, apakah orang ini akan membahayakan mereka atau malah menggunakan trik mengelabuhi
Han Xian keluar dari kamar, ia tak bisa berdiam diri seperti ini, beberapa saat terdiam malah merasa jika ada hal aneh dan tentu saja harus keluar dan melihat siapa pengintai itu
"Siapa yang sedang mengintai Kediaman ku" Han Xian melihat ke sekitar hingga akhirnya seseorang berjubah hitam langsung menyerang nya Tampa mengatakan apapun
Karena merasa berada dalam stuasi bahaya Han Xian jelas saja melawan, hingga pertarungan kecil terjadi
"Sial, aku hanya perlu membawanya menjauh" Batin si pria berpakaian hitam
Ia memiliki tujuannya di sini, bertarung hanya akan merugikannya, akan lebih baik membawa Han Xian menjauh agar tuanya dapat menemukan apa yang ia cari
Si pria hitam lompat ke atas atap menunggu Han Xian mengejarnya dan begitulah yang terjadi, Han Xian harus bertarung di atas atap bersama pria penyusup itu.
Saat pertarungan sengit di atap di mulai seorang pria melangkah masuk ke dalam kamar, ia melangkah menuju ranjang untuk melihat lebih dekat bagai mana keadaan Juan Ling
Si pria sudah semakin dekat dengan Juan Ling hingga sebuah pedang tajam dalam waktu singkat sudah berada di lehernya, bagai manapun Juan Ling adalah kesatria kelas atas, beberapa hari lalu ia masih tak sadarkan diri, ia terjaga tepat saat Han Xian melangkah meninggalkan kamar untuk melihat keadaan di luar
"Apa yang kau inginkan?" Juan Ling berucap dengan nada dingin
“Yang mulia” Ucap si pria yang langsung berlutut pada Juan Ling
“Kau, kau tabib Yun Yang” Ucap Juan Ling dengan suara serak, tubuhnya belum begitu baik, sebelumnya sudah memaksakan diri untuk bergerak malah membuat ia merasa tak nyaman
Karena yang datang bukan orang yang membahayakan nyawa Juan Ling menurunkan pedangnya
__ADS_1
"Yang mulia, hamba memberi hormat dengan yang mulia" Tabib Yun Yang atau saat ini di kenal sebagai penasehat Yun menyapa Juan Ling dengan begitu ramah dan penuh sopan
"Apa yang kau lakukan di sini tabib Yun" Juan Ling berucap dengan nada serak
Dia, dia adalah kenalan paman Hua jin nya, paman guru sekaligus orang yang memberikannya kehidupan layak selama ini, sebelum kematian Hua Jin meninggalkan pedang yang begitu kuat untuk melindunginya
“Yang mulia apa yang sebenarnya terjadi dengan yang mulia, kenapa yang mulia seperti ini” Ucap penasehat Yun sambil memandang ke wajah juan yang sangat pucat
Tubuh Juan Ling memang tak terlalu baik, luka karena pedang Hua Jin ini juga sudah menggerogoti energi kehidupanya, dalam waktu dekat ia akan segera menghilang dari dunia ini
“Tabib Yun, aku tidak ada waktu menjelaskannya, segera tinggalkan tempat ini sebelum Han Xian melihat mu, akan membahayakan nyawamu jika Han Xian datang” Ucap Juan Ling cepat
Han Xian pergi ia fikir Han Xian menemukan bahaya ternyata seorang senjata mengelabuinya agar meninggalkan kamar
“Tapi yang mulia, hamba” Ucapan penasehat Yun seketika di potong oleh keputusan singkat yang baru saja di buat oleh gadis cantik bernama Juan Ling ini
“Untuk saat ini kau hanya bisa pergi sebelum Han Xian kembali, temui aku lagi nanti, apapun yang ingin di katakan dan di bicarakan hanya bisa di bicarakan nanti” Perintah juan Ling pelan
"Baik yang mulia, setelah anda menjadi sedikit lebih baik hamba akan kembali"
"Hm, jika demikian pergilah, jangan sampai Han Xian menyadari keberadaan mu" Juan Ling berucap pelan
"Dunia ini sangat sempit" Juan Ling berucap sembari merebahkan tubuhnya kembali
"Kau suah terjaga?, Aku akan memanggilkan tabib untuk memeriksa keadaan mu" Han Xian terkejut saat kembali
Juan Ling baru saja bersiap untuk berbaring sudah di pergoki, karena sudah tertangkap basah hanya bisa menujukan perilaku yang biasa
"Aku baik baik saja, sekarang kau bisa pergi, aku ingin beristirahat"
"Ini adalah kamar ku, dan tentu saja harus tetap di sini, tubuh mu belum pulih bagai mana mungkin aku meninggalkan mu sendirian di sini" Han Xian berucap
"Ini?" Han Xian melangkah mendekati jendela yang terbuka
“Apa terjadi sesuatu padamu saat aku pergi?, Apa ada lemah yang masuk ke dalam kamar ini” Tanya Han Xian sambil menggenggam tangan Juan Ling yang semakin panas.
Juan hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan
__ADS_1
“Ah jika demikian kau berbaringlah, kau belum sepenuhnya pulih dan harus beristirahat, maaf jika telah menganggu, tidurlah kembali jangan khawatir aku akan menjagamu” Ucap Han Xian dengan nada lembut.
Juan Ling hanya diam dan bergerak untuk duduk
”Apa yang kau lakukan?, Jangan terlalu banyak bergerak kau sedang tidak sehat”
“Aku tidak apa, aku tak tau apa tujuan mu memperlakukan ku dengan baik seperti ini, tapi susah lah, aku tak akan bertanya akan hal itu, jadi.."
"Apa?"
"Boleh aku memintamu melakukan sesuatu pada mu?” Ucap Juan Ling dengan nada lembut
“Katakan saja, aku akan melakukan apa yang kau inginkan” Han Xian menjawab dengan penuh percaya diri
Juan Ling baru saja bangun dari tidur panjang, selama Juan Ling tertidur rasa bersalah selalu menghantuinya saat ini Juan Ling sudah sembuh dan ia merasa lega dan sangat puas akan hal itu
Mendengar persetujuan dari pihak lainnya juan perlahan mengambil serulingnya lalu mengulurkan nya pada Han Xian yang terlihat kebingungan
”Aku ingin kau mengalunkan sebuah lagu untuk menemani tidur ku” Ucap Juan Ling sambil tersenyum,
Mendengar ucapan Juan Ling yang sedikit aneh membuat Han Xian memandang dalam ke mata gadis muda itu dan seketika air mata dari kelopak matanya, dengan sedikit gemetar Han Xian mengambil seruling di tangan Juan Ling
Ia sendiri tak tau, namun untuk yang pertama kalinya ia merasa takut, selama ini ia menjalani semua kehidupan dengan baik, ia tak pernah takut bahkan dengan kematian sekalipun, tapi mengapa?, Mengapa ia menagis hanya mendengar ucapan lembut yang keluar dari mulut Juan Ling ini
“Baiklah, aku akan melakukan apa yang kau inginkan, tapi apakah aku boleh memintamu melakukan sesuatu” Han Xian berucap pelan
“Kau telah melakukan banyak kebaikan pada ku, aku tentu saja akan melakukan apa yang kau inginkan, katakan saja aku berjanji akan memenuhinya” Ucap Juan Ling dengan nada pelan
Han Xian begitu berkuasa dan Seornag raja, hal apa yang bisa ia berikan, selagi bisa di berikan maka ia akan memberikannya dengan suka rela
“Juka begitu kau juga harus berjanji untuk tidak akan meninggalkan aku dalam tidur panjangmu, aku ingin kau berjanji untuk itu, aku tak menginginkan hal lain” Ucap Han Xian menatap Juan Ling dengan tatapan dalam
Juan tak menjawab ia hanya tersenyum melihat wajah Han Xian yang terus tertunduk
"Baik, aku berjanji pada mu, apakah kau merasa lega?"
"Hm"
__ADS_1
"Maka itu bagus" Juan Ling tersenyum kecil dan setelahnya kembali membaringkan tubuh lemahnya dan setelahnya tertidur dengan di iringi alunan lagu nan merdu