Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
12


__ADS_3

Pagi kembali menyapa, mata hari bersinar terang menerangi alam semesta, kicauan burung terdengar riang, dan bunga-bungapun perlahan mengembangkan kelopaknya menatap mata hari pagi yang penuh dengan kesegaran


Perlahan juan membuka mata saat cahaya matahari menyinari matanya


"Huh, kualitas tidur yang amat sangat baik, sangat jarang di dapatkan, siapa yang menyangka aku seberuntung itu" Juan Li berucap pelan, selama bertahun tahun ia tak mendapatkan kualitas tidur yang baik


Setiap saat harus selalu waspada, setiap waktu harus berhati hati agar tidak ketahuan dan merugikan diri sendiri.


Han xian perlahan bangun dan duduk sambil melihat kearah jurang yang dalam, lahn melihat kudanya sedang terikat di pohon dan memakan rumput hijau yang masih segar


“Kau” Ucap Han Xian membalikkan tubuhnya, ia ingin membangunkan Juan Ling siapa yang menyangka jika gadis itu sudah tidak ada


“Dimana dia?” Ucap Han Xian segera duduk semalam ia masih berada di sini masih mengatakan hal hal aneh yang tidak masuk akal

__ADS_1


Lalu mengapa di pagi harus sudah menghilang, jika pergi pun seharunya tidak sepagi ini kan?, Han Xian segera berdiri dan mendekati kudanya ia melihat sebuah kalimat tertulis tak jauh dari kudanya,


“Jaga dirimu, maaf karena aku sudah melibatkan mu dalam masalah ini, jika kita berumur panjang maka aku yakin kan ada waktunya kita berjumpa kembali”  Gadis itu pergi lagi dan kali ini ia juga meninggalkan potongan pakaian yang  sebelumnya di gunakan untuk membalut luka


"Gadis ini, lihatlah, dia baru saja mengatakan akan menjaga dan melindungi ku, lalu lihat apa yang ia lakukan di pagi hari?, Meninggalkan ku begitu saja" Han Xian berucap dengan nada tak enak di dengar


Semalam ia mendnegar dengan jelas, Juan Ling mengatakan akan menjaga dan melindunginya, lalu paginya gadis itu menghilang begitu saja


Perkataan seorang perempuan memang sangat mudah berubah, hari ini ia mengatakan ini dan beberapa menit kemudian malah mengatakan hal lain, menyebalkan sekali


"Hati manusia sangat sulit di fahami, sebelumnya mengatakan ini dan segalanya menjadi itu, melelahkan" Han Xian berucap dengan nada pelan sembari menarik kudanya dan segera melanjutkan perjalanannya,


Setelah menyusuri hutan selama beberapa saat akhirnya ia  sampai di salah satu kota perbatasan negerinya dengan negeri Wu ji, dan itu artinya ia hanya perlu melewati Negara kecil itu selama 2 hari perjalanan dapat sampai di kerajaan Wen

__ADS_1


Han Xian menghentikan kudanya di depan sebuah pondok makan untuk mengisi perutnya yang kosong, ia sudah menahan diri sedari semalam, dan akhirnya bisa makan dengan baik juga.


Han Xian mengikat kudanya kemudian melangkah masuk menuju meja yang kosong, setelah memesan makanan Han Xian duduk dengan tenang sambil menunggu makannya


Tak jauh darinya ia melihat seseorang yang sedang memakai pakaian berwarna ungu tersenyum padanya, Han Xian mencuri pandang hanya ingin orang tersebut tidak mengetahui pandangannya.


“Hey, pelayan bisa aku meminta tambahan air, karena aku sangat kehausan” Ucap Juan Ling seketika tersadar dari tatapannya yang memandang pria yang memakai pakaian berwarna biru muda itu


Han Xian hanya diam dan segera menundukkan pandangannya lalu mulai memakan makanan yang disediakan oleh pelayan dengan begitu pelan


Angin seketika bertiup kencang membuat rambut Juan Ling terbang menutupi wajahnya,  Han Xian yang tidak sengaja memandangnya melihat sebuah bekas luka di leher pria itu


“Siapa dia?, Apa yang ia lakukan hingga memilih hidup di tempat seperti ini” Batin Han Xian pelan

__ADS_1


Angin terus memandangnya saat angin terus menggoyangkan rambut pria di depannya


__ADS_2