
Han Xian sudah melewati perjalanan selama 3 hari untuk akhirnya sampai di tempat yang ia gunakan untuk membunuh para penghianat sebelumnya
Han Xian berkeliling berusaha mencari kebenaran dari apa yang ia pikirkan, Han Xian tidak menemukan apapun di hutan itu selain mayat di kerumuni oleh ulat yang ia bunuh waktu lalu
Semua begitu sunyi, ia akan mencoba mencari dan menyelidiki Masalah ini dengan sangat menyeluruh, ini tak bisa di biarkan dan di lepaskan begitu saja
“Apa benar ini benar benar tidak ada hubungannya dengan mereka” Han Xian bergumam pelan
Ia sudah mencari ke beberapa sudut di sekitar sini, tak ada petunjuk yang ia temukan, tak ada bukti yang ia lihat
Karena tak menemukan apa yang ia cari Han Xian kembali bergerak untuk menaiki kuda dan memacunya ke arah selatan, di sebuah hutan yang lebat ia memilih untuk beristirahat di pinggir sungai sambil memberi minum kudanya yang sudah sangat kelelahan
Han Xian duduk sambil melihat kearah air yang terus mengalir, air yang tenang tak menujukan tanda tanda keanehan, ia bertanya tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi
Semua mengarah kepadanya, namun?, Ia bahkan tak mengerti apapun yang terjadi, ia tak mengerti apa yang di inginkan orang orang ini
“Jika benar benar tidak memiliki hubungannya dengan penghianat itu, apa mungkin yang di pikirkan penasehat Yun, tapi apa yang salah dari pemilik jubah itu, dia orang yang baik da menyelamatkanku tenpo hari, jika dia orang jahat kenapa ia tidak membunuhku, bukankah membunuh orang yang sudah tak berdaya lebih mudah” Ucap Han Xian pelan,
Jika benar karena pemilik jubah itu bukankah terlalu di besar besarkan?, Pemilik jubah hanyalah seorang perempuan muda
Para kesatria yang datang padanya hanya karena jubah itu?, Bukankah sangat berlebihan, ia tak meragukan kemampuan seorang wanita, hanya saja ini sangat tak layak.
"Huh, sudah lah, hanya perlu menyelidikinya sampai ke akar masalah, ini bukan hal yang sulit" Han Xian berucap pelan
Han Xian melangkah mengikuti aliran sungai dan sejenak berhenti saat melihat air terjun yang dikelilingi oleh Bunga
Han Xian perlahan mendekatinya sungai dan membersikan tubuhnya disana, tubuhnya sudah cukup kotor karena sudah tak bertemu air sejak tiga hari lalu
“Hamba menyapa Yang mulia Han Xian” Ucap seorang dari arah belakangnya sambil berlutut, Han Xian membalik pandangannya.
“Apa yang kakak wang li lakukan disini” Ucap Han Xian tanpa melihat kearah belakang,
Ia sudah cukup mengenal suara yang menyebut namanya dia adalah kakak sepupunya dari kerajaan Bian Li,
__ADS_1
Wang li duduk di pinggir sungai dan membersihkan wajahnya dengan air
Awalnya hanya pergi secara acak, tak memiliki tujuan dan target, tak menyangka malah bertemu di sini, ini memang sebuah takdir baik yang di berikan oleh dewa
“Aku mengunjungimu ke istana tempo hari, penasehat Yun bilang kalau kau sedang tidak di istana, penasehat Yun juga bilang bahwa Han Xian sedang dalam masalah besar dan aku pikir aku harus menolong sahabat kecil ku itu, aku mencari mu sepanjang perjalanan dan kebetulan melihat kudamu tidak jauh dari sini, aku menyusuri sungai dan akhirnya menemukanmu” Ucapnya Wang Li pelan
Awalnya ingin berkunjung dan saling menyapa, dalam beberapa waktu ini mereka memang terlalu sibuk dengan urusan masing masing hingga tak memiliki waktu untuk berjumpa dan mengobrol
“Aku tidak dalam masalah besar, penasehat Yun hanya melebih lebihkan saja"
"Itu karena paman merasa cemas akan diri mu"
"Ah dia hanya terlalu berlebihan menghawatirkan tentangku” Ucap Han Xian dengan nada pelan
Penasehat Yun selalu menyayangi mereka, sebagai seorang paman hal ini adalah hal yang sangat wajar, hanya saja terkadang ini membuat Han Xian meras tak nyaman, ia sudah dewasa dan menjadi seorang pemimpin di kerajaan ini
Mengapa sang paman masih begitu cemas akan hal yang ia lalui?, Ia bukan anak anak berusia lima tahun lagi, masalah yang di buat akan ia selesaikan sendiri
“Han Xian, kau adalah seorang aja di kerajaan besar ini, bagaimana tidak semua orang mengkhawatirkan keselamatanmu, Han Xian ingat kau tidak boleh sombong seakan berpikir bisa menyelesaikan permasalahan besar dengan sendirian, Han Xian juga tidak boleh sombong dengan kekuatan dan kekuasaan yang Han Xian miliki” Ucap Wang Li dengan nada pelan
“Han Xian tidak berani untuk sombong kak Wang Li” Ucap Han Xian pelan
Selama bertahun tahun ia berlatih, ia memang memiliki kemapuan yang cukup tinggi, namun jika di bandingkan dengan Wang Li maka ia hanyalah remahan kerupuk saja, ia bahkan pernah merasa jika dirinya tak berguna
“Aku mendengar beberapa rumor, seseorang telah berhasil menjebak mu sehingga kau berada dalam kesulitan saat ini, dia juga berhasil membuat banyak orang-orang hebat mengincar nyawamu, sebenarnya apa yang sedang terjadi?” Wang Li berucap pelan
Hal ini ia dengar sendiri dari paman mereka, yakni penasehat Yun, Han Xian berada dalam stuasi bahaya ia hanya bisa datang dan menyemangati saudaranya saja
“Aku tidak tau, aku berpikir kalau yang menyerang ku itu adalah para penghianat yang aku tumpas di hutan perbatasan tempo lalu, aku sudah menyelidikinya disana beberapa hari, tapi aku tidak menemukan apa-apa, dalam penumpasan itu pun aku sangat yakin tidak ada nyawa penghianat yang terlepaskan dari pedangku” Han Xian menjawab dengan nada ringan
Luka yang ia dapati waktu lalu karena melawan para pengkhianat itu, ia bertarung dengan seluruh kekuatan yang ia miliki, karena ia manusia tentu saja memiliki ambang batas
Tubuhnya menjadi lemah setelah memastikan jika ia telah membunuh pengkhianat itu, setelahnya, tentu saja menunggangi kuda dan jatuh, cerita selanjutnya semua orang juga sudah tau apa yang terjadi
__ADS_1
“Kalau begitu mungkin saja beberapa hal lainnya yang telah terjadi, hal ini menyebabkan kau terseret dalam masalah besar ini, jika kau merasa terancam di sini maka kau bisa berlindung di kerajaan Bian Li, aku sendiri yang akan melindungi mu” Ucap Wang Li dengan nada pelan
Han Xian menggeleng pelan dan melangkah mendekati Wang li dan kembali memakai pakaiannya
”Aku tidak pernah merasa terancam oleh apapun dan siapa pun, di dunia ini pernah yang membuat aku takut belum terlahir, hanya saja aku meras khawatir pada seseorang yang telah lama di perebutkan nyawanya” Han Xian berucap pelan
Jika benar karena jubah itu maka kehidupan gadis kecil itu sangat tidak baik, ia adalah orang yang baru di kejar selama 2 bulan dan ia suah menghabiskan puluhan nyawa kesatria
Lalu bagai mana dengan gadis itu, ia hanya seorang wanita, menghadapi begitu banyak pria hebat, takdir buruk memang suka melekat pada orang orang yang baik
“Siapa maksud mu?”
“AKU tidak mengetahuinya dengan jelas tapi aku sangat yakin, dia yang terancam nyawanya bukanlah orang jahat, hidupnya pasti sangat sulit” Han Xian menghela nafas pelan, gadis yang memiliki nasib nan begitu malang
“Lalu apa yang akan kau lakukan?”
“Untuk sementara waktu aku akan terus mengembara mencari tau siapa yang sebenarnya yang menjadi incaran para orang-orang berilmu tinggi itu, aku akan membawanya ke istana dan berusaha melindunginya”
“Apa kau tidak khawatir kalau dia memang orang yang jahat, bagaimana jika dia mengambil kesempatan untuk membunuh mu”
“Sepertinya tidak mungkin, siapapun dia, dia bukan seorang pembunuh, aku yakin dia membunuh hanya untuk membela dirinya saja" Han Xian bertekad
Ia sudah menguatkan hatinya, mengatakan jika gadis yang menolong nya waktu lalu bukan orang jahat, jika jahat maka ia sudah menjadi mayat sejak beberapa bulan lalu
“Kalau itu sudah menjadi keputusan kau, maka aku tidak bisa mengatakan apapun dan tak bisa mengubahnya, tapi sebelum itu kau harus datang ke istana Bian Li karena dua hari lagi akan ada pesta besar di istana pesta pernikahan kakak tertua Ming Li” Ucap Wang Li pelan
Selain berbincang kedatanganya ke kerajaan Han ini untuk memberi tahukan pada saudaranya ini mengenai pernikahan dari kakak tertuanya
“Kalau begitu baiklah, aku akan datang”
“jika begitu ayo pergi bersama-sama saja”
Han Xian mengangguk mengambil pedangnya yang ia sandarkan ke batu pinggiran sungai
__ADS_1
kemudian melangkah lebih dulu untuk kembali ke tempat kudanya beristirahat dan bersama kakak keduanya dia pergi menuju istana Bian Li.