
Malam perlahan berlalu, matahari terbit di ufuk timur mengantarkan Han Xian menyusuri hutan demi hutan bersama kudanya kearah istana Wen
Jarak yang harus Han Xian tempuh adalah perjalanan yang panjang, setelah menembus beberapa hutan yang lebat dalam perjalanan sehari penuh ia menyadari bahwa kudanya butuh istirahat dan minum agar dapat melanjutkan perjalanannya yang masih cukup jauh,
Ia kembali mengentikan kudanya dan menarinya hingga ke danau yang di penuhi oleh bunga teratai, Han Xian duduk sambil memandang kudanya yang sedang minum dan berjalan jalan di pinggir sungai,
Sebuah suara merdu terdengar tak jauh darinya, burung-burung terlihat berterbangan kembali ke sarangnya, mata hari yang mulai redup pun membuat langit berwarna jingga,
Tak begitu jauh darinya lian melihat seseorang yang sedang memakai topeng menaikan serulingnya di pinggir danau, kudanya pun tertarik mendengarnya hingga ia berlari menuju sumber suara
Han Xian terus memandang danau dengan pandangan kosong tiba-tiba saja dia teringat akan seseorang yang pernah menyerangnya di istana dan mencuri sesuatu dari sana
Han Xian diam-diam mendekatinya menyusuri satu persatu pohon
Juan Ling yang menyadari bahwa seseorang sedang diam-diam mengancam keselamatannya langsung membuka pedangnya dan menyerang tiba-tiba,
Ilmu pedang yang di kuasai Han Xian tidak kalah hebat dengan yang di kuasai uan Ling hingga akhirnya perkelahian keduanya membuat suasana senja menjadi malam
Untuk kesekian kalinya Han Xian kembali meletakkan pedangnya di leher Juan Li gadis misterius yang bahkan tak pernah ia ketahui
“Kau pernah menyelinap ke istana ku dan bahkan mencuri barang milik ku, sekarang kembalikan” Han Xian berucap dengan nada datar, tangan kekar itu masih menggenggam pedangnya dengan begitu erat
“Aku tak mengambil apapun milik mu, aku memang pernah mendatangi istanamu tapi aku tidak mencuri, aku hanya mengambil sebuah identitas dari seseorang yang selalu di buru para manusia yang haus akan kekuatan spiritual” Ucap Juan Ling dengan nada ringan
Pria ini, pasti telah mengalami banyak masalah karena jubah ini, sekali menggunakannya maka akan sangat sulit mempertahankan nyawa
Ia suah berada di dalam pelarian seperti ini selama bertahun tahun, pria ini akan kerepotan, tapi sudah lah, anggap saja sebagai bayaran karena sikap angkuhnya selama ini
“Apa hubunganmu dengan jubah itu” Tanya Han Xian dengan nada serius
Jubah ini bukan jubah biasa, hanya karena sekali pakai ia sudah menghabiskan puluhan nyawa manusia
“Hubunganku dengan jubah ini bukan urusan mu, dan kau tak perlu tau akan hal itu” Ucap Juan Ling lagi
Juan berusaha untuk melarikan diri namun pedang Han Xian tidak dapat di hindarinya,
Han tanpa sengaja menggoreskan pedangnya ke lengan gadis misterius di hadapannya, gadis ini begitu misterius, menutupi wajahnya dengan topeng perak agar tak di kenali
Juan Ling dengan cepat menutup lukanya yang berdarah dengan tangan nya ia berharap bisa menghentikan darahnya, pria ini, siapa yang menyangka ia akan di lukai di sini, salam keadaan yang sangat tak masuk akal, ia di lukai oleh orang yang ia selamatkan,
__ADS_1
Juan Ling mengabaikan luka dan pemikirannya sendiri, ia melangkah cepat meninggalkan Han Xian begitu saja, Han Xian pun tak akan tinggal diam ia bergerak untuk mengejarnya dan menarik lengan Juan Ling yang terluka itu hingga membuat ia dan Juan Ling terjatuh dan terguling bersamanya
Han Xian terdiam sejenak dengan kondisi yang baru saja mereka lalui, ia menatap jelas mata gadis yang berada di balik topeng itu, mata yang hitam legam, Han Xian bahkan tak bisa menebak apa yang di pikirkan oleh gadis ini, gadis ini begitu menutup diri, bahkan matanya tak menujukan sesuatu
Juan Ling yang berada di bawah pun mendorong tubuh yang menindihnya setelah sadar akan stuasi Han Xian segera berdiri namun Juan Li malah menggunakan kesempatan ini untuk kembali kabur, Han Xian tak akan membiarkannya begitu saja, Han Xian dengan cepat menggenggam telapak tangan gadis itu lalu menariknya
”Tunggu” Han Xian berucap pelan
Juan menghentikan langkahnya, Han xian berdiri di depannya menatap gadis yang masih tertutup topeng itu
“Kau terluka, aku tak sengaja melukai mu, karena aku yang melukaimu, biarkan aku mengobatinya” Ucap Han Xian sambil memegang lengan Juan Ling yang darahnya masih mengalir
Han Xian menarik tangan Juan Ling hingga sampai di pinggir danau dan membantu membersihkan lukanya dan mengobatinya dengan baik, ia telah melakukan kesalahan, tentu saja harus menebusnya
"Lukamu tidak begitu parah, dan syukurlah kau baik-baik saja” Ucap Han Xian sambil menatap Juan Ling yang masih menutupi wajahnya dengan topeng
“Kau ternyata menarik juga” Ucap Juan Ling tanpa sengaja,
Han Xian yang menyadari Juan Ling memandangnya dengan pandangan yang aneh langsung mendorong Juan Ling hingga akhirnya jatuh di sungai
“Hey apa yang baru saja kau lakukan, ku pikir kau adalah orang baik, tapi kenapa mendorongku ke sungai” Ucap Juan Ling sambil perlahan berdiri dengan pakaian yang basah
Han Xian kemudian mengambil pedangnya dan beranjak pergi
“Aku hanya tidak sengaja mengatakannya, begitu saja kau marah” Teriak Juan sambil mengusap wajahnya yang basah
Han Xian tak menghiraukannya, Han Xian kembali berjalan mendekati kudanya dan menarinya menjauh
Juan Ling hanya menghela napas melihat Han Xian yang sudah menjauh, pertemuan yang sangat tak terduga, sebelumnya ia bakan tak mengucapkan terimakasih dan kali ini malah meninggalkan luka di tubuhnya
”Ini hanya luka yang biasa” Ucap Juan Ling dengan nada mengejek,
Juan Ling menaikan bahunya tak perduli, pria itu datang begitu saja dan pergi juga menggunakan cara yang sama, sudah lah,
tak perlu di hiraukan Juan Ling kembali mengeluarkan sulingnya dari pikat pinggangnya kembali meniup dan mulai mengeluarkan alunan nan begitu merdu
Kuda Han Xian seketika berhenti dan tidak ingin bergerak, Han Xian menghela nafas pelan dan akhirnya kuda menjadi liar padanya dan malah meninggalkannya.
Han Xian hanya bisa menghela napas melihat kudanya yang berlari dengan begitu kencang meninggalkannya
__ADS_1
Han Xian hanya diam membiarkan kuda itu pergi begitu saja, karena kuda telah pergi ia hanya bisa melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki saja
Pria tampan itu terus berjalan sembari menggenggam erat pedang bawanya, setelah berjalan seharian seekor kuda melintas di depannya
“Hey kau mau kemana?, ayo biar ku antar” Ucap Juan Ling yang berada di atas kuda
Han Xian mengangkat pandangannya seketika ia mundur beberapa langkah saat melihat yang di atas kudanya adalah seorang gadis bertopeng,
“Kau?”
“Iya, ini aku, kau kaget, hahaha” ucap Juan Ling dengan nada penuh bangga
Pria ini cukup menarik dan sangat tak tau aturan, ia ingin bermain main dengannya, ia suah bermain kejar kejaran selama hampir 9 tahun dengan para kesatria dunia, kali ini ia ingin melakukan hal baru
Contohnya bermain main dengan pria berdarah bangsawan ini, ia begitu kekanak kanakan dan suka berubah ubah, membuat Juan Ling merasa jika pria ini cukup menarik
“Apa yang kau lakukan dengan kudaku?”
“Aku rasa kudamu mencampakkan mu karena ia sudah tak menyukaimu lagi, kau menghabiskan sepanjang hari memacunya dengan duduk diam diatasnya, sebenarnya aku rasa dia butuh sesuatu yang dapat membuat perjalanannya menjadi riang” Ucap Juan Ling dengan nada ringan
“Kau mengunakan seruling mu untuk menarik semua hewan ke arahmu,” Han Xian berucap dengan nada kesal
Kuasanya menjadi liar, jelas jelas karena alunan irama yang di keluarkan suling gadis misterius ini
Mendnegar tuduhan Han Xian Juan Ling tersenyum kecil dan segera turun dari kudanya dalam sekejap sudah berdiri di samping Han Xian
“Hmmz tidak, maksudku tidak juga, tapi benar aku memainkan seruling untuk seluruh binatang di hutan ini, sebenarnya kau tidak peduli dia akan mendatangiku ataupun tidak, aku hanya seorang yang kesepian saja, aku hanya ingin membuat binatang yang hidup sebatangkara seperti ku di hutan ini menjadi sedikit riang dan kebetulan saja kudamu menyukainya Jadi ku pikir ini bukan salahku” Ucap Juan Ling dengan begitu ringan ia bahkan sambil memainkan rambutnya
Han Xia hanya mendengus dan segera menarik kudanya meninggalkan Juan Ling yang masih berdiri di tempat semula, gadis ini, awalnya begitu misterius, dan saat ini malah menjadi begitu menjengkelkan
Juan Ling menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, kemudian kembali berjalan kearah yang berlawanan dengan Han Xian, ia hanya ingin bermain
Jika pertemuan pertama adalah kebetulan maka pertemuan kedua adalah takdir, ia hanya perlu melihat apa yang akan di lakukan pria sombong itu setelah pertemuan mereka yang ketiga
Han Xian kembali melewati hutan dan menyusurinya dengan kudanya, matahari pun sudah mulai terbenam, sudah dua hari perjalanan yang ia lewati, Han xian terus melanjutkan perjalanannya dengan memacu kudanya dengan cepat,
Seketika Han Xian menghentikan kudanya saat iya berada di pinggir jurang, kuda Han Xian tak mampu mengimbangi kakinya hingga akhirnya terpeleset dan jatuh ke jurang, tubuh Han Xian terpental hingga akhirnya dapat berpegangan dengan bebatuan yang sangat licin.
“Tolong….”
__ADS_1