Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
32


__ADS_3

Mentari pagi kembali bersinar di langit biru, Juan Ling sedang duduk di pinggiran danau sembari menikmati hembusan angin yang lembut


"Nona nona" Ji Li bahkan masih terengah engah setelah beberapa waktu berlari, Juan Ling hanya menatap Ji Li dengan tatapan tanya


Gadis ini, ia tau jika Ji Li adalah gadis yang sangat bertenaga, hanya saja berlari sampai seperti ini juga tidak baik, ia bisa mati karena kehabisan nafas


"Ada apa?" Ucap Juan Ling dengan nada ringan, ia masih menikmati hembusan angin yang lembut namun Ji Li datang dengan begitu tergesa ges


"Nona nona, di aula sedang ramai" Ji Li berucap dengan nafas yang masih terengah engah, ia sudah berlari dari taman utama sampai ke taman Paviliun awan milik Juan Ling


Saat mendengar kabar yang tak mengenakan ini ia segera berlari dari taman utama sampai ke paviliun Juan Ling yang berada cukup jauh dari taman


Melihat Ji Li yang begitu kelelahan Juan Ling menyuruh Ji Li menarik nafas dengan pelan, dengan keadaan seperti ini tak akan bisa menyampaikan apa yang ingin di katakan


Jika terburu buru Ji Li hanya akan menjadi lebih menderita,


"Duduklah dan minum air terlebih dahulu" Juan Ling berucap ringan, istana ramai adalah hal yang wajar dan ia tak memiliki hak untuk menggapai ranah itu


"Bagai mana?, sudah lebih baik?, jika sudah katakan dengan pelan" Ucap Juan Ling lagi, jika sudah tenang barulah bisa di katakan, keadaan Ji Li sudah jauh lebih baik dari sebelumnya


"Nona, di depan di depan sangat ramai dan semua orang sedang menggosipi anda" Ji Li berucap dengan nada pelan, di depan bukan hanya ramai, namun banyak orang yang sedang mengkritik Juan Ling dan bahkan mengatai Juan Ling wanita ******, sebagai pelayan Juan Ling Ji Li tentu saja tak bisa menerima itu begitu saja

__ADS_1


Ia sempat melawan, hanya saja ia menjadi panik saat mendengar ucapan pelayan setelahnya, dan karena tak bisa berfikir jernih ia segera berlari untuk ke paviliun Juan Ling dan mengatakan hal ini


"Itu bukan urusan kita, lagi pula istana memang selalu ramai, tak perlu di perbesar" Juan Ling menjawab dengan nada pelan, istana begitu besar jelas aja memiliki banyak orang yang tinggal di dalamnya


Istana yang ramai, hal yang sangat wajar, di istana ini banyak orang yang hidup dan bekerja di sini, ia tak ingin merepotkan dirinya dengan hal yang bahkan sangat tidak berguna


"Nona, di aula Seorang putri datang dan ia akan menjadi permaisuri kerajaan Han ini, nona bagai mana ini" Ucap Ji Li yang membuat Juan Ling terdiam beberapa saat, dan setelah beberapa saat ia tersenyum kecil


"Lalu? apa hubungannya dengan kita, jika putri dari kerajaan Xi datang maka biarkan saja, kita tak saling mengenal mengapa harus saling menganggu?"


"Nona, apakah kau tidak takut sama sekali?, kau tidak cemas dan panik?"


"Mengapa harus?"


"Ji Li, mengapa aku harus panik, seorang putri datang dan itu hal yang sangat wajar terjadi bukan?, jangan berpikiran macam makan, dan jangan melibatkan diri kita dengan hal yang merepotkan" Juan Li masih menjawab dengan begitu tenang, Seornag putri dari kerajaan seberang datang berkunjung, itu adalah hal yang sangat wajar, kerajaan yang memiliki hubungan yang baik tentu saja akan saling mengunjungi satu sama lain


"Nona, jelas jelas Raja sangat mencintai anda, hari ini putri dari kerajaan lain datang, ia akan menarik perhatian yang mulia, bagai mana mungkin anda masih bisa bersikap begitu tenang" Ji Li berucap dengan nada pelan, ia sudah melihat kebaikan raja selama ini, ia percaya jika raja memiliki perasaan yang spesial, di hatinya Juan Ling adalah seornag gadis yang berharga


"Kau sedang meragukan keputusan Seornag raja?, dan lagi jangan mengatakan hal yang sembarangan, jika ini di dengar oleh orang luar kita akan masuk dalam sebuah bahaya yang tak pernah kau bayangkan" Juan Ling berucap pelan, Cinta hanya sebuah kata yang akan berakhir petaka, percintaan tak pantas di bicarakan di depannya yang bahkan memilih untuk sendirian seumur hidupnya, ia tak ingin terlibat dalam romansa percintaan yang terlalu menyebalkan


ia terlalu malas, seumur hidupnya ia sudah di datangi begitu banyak masalah, saat dewasa pun ia tak ingin merepotkan diri dengan mengurus masalah percintaan seperti ini

__ADS_1


"Nona, tapi ini, raja dan anda, jelas jelas raja dan anda saling mencintai, tapi putri itu datang, nona bagai mana nona bisa bertahan di istana ini di masa depan"


"Sudahlah, jangan di lanjutkan lagi dan jangan mengatakan omong kosong, jika orang lain mendnegar maka hanya akan timbul sebuah kesalah fahaman saja, aku dan raja tidak memiliki hubungan seperti yang kau fikirkan" Juan Ling berucap pelan, hal seperti ini tak bisa di sebutkan dengan sembarangan


Reputasi seorang raja sedang di pertaruhkan, lagi pula sedari awal Juan Ling menyadari kemustahilan cinta ini, jikapun pada akhirnya ia jatuh cinta mereka tak akan memiliki kesempatan untuk bersatu, seorang raca bukan orang yang memiliki hak untuk memutuskan cintanya akan berlabuh pada siapa


"Tapi nona sudah menghabiskan banyak waktu dan melewati banyak bahaya dengan raja" Ji Li masih terus berkomentar, jelas jelas hubungan antara nonanya dan raja sangat baik, tapi mengapa?, sang nona bahkan terlihat biasa saja, tak ada keterkejutan sedikitpun di wajahnya


Umumnya seorang wanita akan panik saat saingan cinta datang, namun nonanya ini malah bertindak begitu acuh, saingan cinta tak bisa di biarkan bergerak bebas begitu saja


"Sekarang ambilkan aku camilan, ingat jangan membahas hal ini lagi, kau bisa pergi" Juan Ling berucap pelan


Cukup sampai di sini, ia tak ingin membahas hal ini lagi, jika sudah di tentukan amala lebih baik, semua akan berjalan dengan mulus dan baik baik saja


"Nona, nona" Ucap Ji Li yang masih tak bisa menerima


"Aku tak akan mengulanginya lagi"


Ji Li menghela nafas dengan pelan dan setelahnya segera ke dapur untuk mengambil camilan untuk sang nona


"Huh, apa yang sedang kau pikirkan Juan Ling, dia Seorang pria dan raja, wajar saja ia menikahi seorang putri, ingat ******** diri mu sendiri" Ucap Juan Ling menghela nafas pelan

__ADS_1


Tak ia pungkiri jika hatinya sedikit sakit saat mendengar kabar ini, selama beberapa waktu ini Han Xian selalu mengatakan Jika ia mencintai Juan Ling, namun dalam beberapa saat saja seorang gadis datang untuk menikahinya


"Sudah lah, jangan banyak berfikir, selagi tak dalam lebih baik keluar, kehidupan ini sudah memiliki banyak drama, jangan merepotkan diri dengan hal hal yang tak berguna" Ucap Juan Ling pelan


__ADS_2