
"Bagaimana?, apakah sudah luas berkeliling dan melihat lihat?" Han Xian berucap pelan
Ini adalah hari pertama Juan Ling pindah ke paviliun awan dan hasilnya ia kabur dari istana, jika ia lengah Juan Ling akan benar benar pergi Tampa sedikitpun pemberitahuan
"Kau ini, kau juga menikmatinya kan?, kau berkata seolah aku memaksa mu" Juan Ling menggembungkan pipinya pelan
Pria ini, ia tak pernah meminta Han Xian untuk datang padanya, Han Xian saja yang daga g dengan sendirinya, karena sudah tertangkap dan sudah bertemu hanya bisa mengajaknya bermain bersama
Juan Ling terlalu sibuk di dalam pelarian, ia hanya memiliki sedikit waktu untuk menikmati hidup, selebihnya hanya tentang perebutan nyawa dan pedang Hua jin miliknya
"Kau memang memaksa ku keluar Juan" Han Xian berucap dengan nada malas, memang benar, Juan Ling lah yang memaksanya keluar dari istana
Jika Ji Li tak mengatakan padanya bagai mana mungkin ia berada di sini, jika Ji Li menghalanginya tak akan mungkin Juan Ling berada di luar istana saat tubuhnya belum pulih seperti ini
"Yang mulia, ingatlah, aku tak mengajak mu pergi, kau lah yang datang pada ku, sebagai teman aku hanya berusaha menjadi ramah dan bermurah hati saja" Juan Ling berucap dengan nada malas
ia tak pernah meminta Han Xian untuk datang dan mengikutinya, ia tak pernah meminta Han Xian untuk selalu di sampingnya karena ia tau Han Xian begitu sibuk, bagai mana mungkin memiliki waktu untuknya, ia tak meminta banyak, saat Han Xian memintanya tinggal ia akan tinggal di istana, namun jika Han Xian berani menyuruhnya berhenti bermain maka Juan Ling tak akan menerima itu dengan tangan terbuka
"Baiklah baiklah, kau menganggap ku seperti hewan peliharaan saja"
"Aku tidak melakukan itu, kau sendiri yang mengatakannya"
"lihatlah, kau sangat menyebalkan" Ucap Juan Ling melangkah meninggalkan kaisar
__ADS_1
Pria ini sedari tadi berada di sisinya, wajah lelah tak bisa di sembunyikan darinya namun malah memaksa untuk tetap ikut keluar istana, mahluk ini
"Kau akan kemana?"
"Pulang, kau ingin kembali ke istana kan?, ayo" Mendengar ucapan Juan Ling Han Xian tentu saja dengan cepat melangkah menyusul langkah Juan Ling yang lebih dulu
Beberapa saat setelah berjalan akhirnya keduanya sampai di istana, Han Xian mengantar Juan Ling sampai ke pintu paviliun dan bahkan sempat mengajak Juan Ling kembali kekediaman ya dan tentu saja tidak di terima oleh Juan Ling
Antara pria dan wanita harus memiliki jarak, ia tak ingin merusak nama baik orang lain, ia tak ingin melihat orang lain kesulitan, terlebih alasan di baliknya adalah dirinya sendiri
"Baiklah yang mulia, sekarang aku sudah berada di depan paviliun, kau mengantarkan ku sendiri, jadi, apakah kau mau kembali ke kediaman mu, aku lelah dan akan segera beristirahat" Ucap Juan Ling dengan nada pelan, Karena sudah bermain pasti sangat kelelahan bukan
Han Xian juga bukan manusia baja yang kuat setelah menjalani segala aktivitas padat seharian, ia di pusingkan dengan masalah istana dan saat malam hari malah mengejar Juan Ling dan akhirnya berkeliling, ini pasti tak mudah baginya
Lihatlah gadis ini, sebelumnya bersikeras ingin pindah ke paviliun berbeda, di hari yang sama juga kabur dari istana, jika ia lengah sedikit saja Juan Ling bisa saja pergi Tampa meninggalkan jejak sedikitpun
"Aku tentu saja tidak berani yang mulia, seluruh istana dan tanah negri ini milik mu, bagai mana mungkin aku yang merupakan manusia biasa ini berani menyinggung mu" Juan Ling berucap pelan, Han Xian ini sangat menyebalkan, ia memang kelelahan dan sangat ingin mengusir Han Xian, hanya saja ia tau diri
Siapa yang memiliki hak atas istana ini, dia hanyalah seorang tamu yang di perlakukan terlalu berlebihan saja
"Kau sudah mengusir malah mengatakan tidak berani, kau benar benar bermulut manis" Han Xian berucap dengan nada mengejek, gadis ini mengatakan tidak berani dan nyatanya ia sudah sering mengusir Han Xian dari tempatnya, ini bukan hal yang pertama baginya
"Yang mulia kelelahan, hamba akan melihat kepergian yang mulia" Juan Ling tersenyum simpul dan Han Xian hanya bisa pergi dengan wajah kesal
__ADS_1
Ia ingin berada di paviliun ini, namun sang pemilik paviliun bahkan dengan begitu bersemangat mengusirnya
"Huh, melelahkan sekali, masuk dan tidur" Juan Ling melangkah masuk ke dalam kamar kedatanganya tentu saja di sambut oleh Ji Li yang merupakan pelayan pribadinya selama berada di istana
"Nona, syukurlah anda sudah kembali dan baik baik saja" Ucap Ji Li dengan nada panik, nonanya meninggalkan istana dengan begitu sembrono, kaisar mengetahui kepergian Juan Ling tentu saja ikut pergi keluar istana
"Aku baik baik saja, aku lelah dan ingin beristirahat, kau juga kembalilah ke kamar mu" Juan Ling berucap dengan nada pelan, ia sudah lelah berkeliling sedari tadi, saat ini hanya ingin segera beristirahat
Malam sudah semakin larut ia juga sudah kebanyakan bergerak hingga makanan yang di makan sebelumnya sudah di cerna dengan baik, karena semua sudah selesai tentu saja harus tidur akan bangun dengan keadaan bugar di hari esok
"Saya akan melayani anda terlebih dahulu" Li Ji berucap pelan, Karena nonanya ingin beristirahat maka ia akan membantu membersihkan diri sang nona terlebih dahulu
Bagai manapun sang nona baru saja keluar dari istana, pakaian pasti kotor dan perlu di bersihkan, sebagai seorang pelayan melakukan hal hal seperti ini adalah hal hal yang sangat wajar
"Hanya mengganti pakaian, aku bisa sendiri, sudah larut, besok kau harus bangun pagi bukan, jadi kembalilah, aku baik baik saja" Ucap juan Ling pelan, ia kelelahan, ia tak ingin melanjutkan segala hal hal merepotkan, ia bisa melakukan semuanya sendiri
Ia merasa sedang dengan keberadaan Ji Li hanya saja ia lebih suka sendiri, raja Han bersikeras meletakan pelayan di sisinya ia hanya bisa terima saja d
"Baik nona, jika demikian saya akan kembali ke kamar, jika nona memerlukan sesuatu tinggal panggil saya"
"Iya iya, pergilah jangan lupa menutup pintu, selamat malam" Ucap Juan Ling pelan, Ji Li sudah pergi Juan Ling hanya bisa melangkah ke kasur dan merebahkan tubuhnya dengan tenang
"Dunia ini penuh dengan tipu daya, jangan sampai aku kembali tertipu olehnya, kebahagiaan dan keinginan sesaat seperti ini hanya akan mendorong ku kedalam masalah yang jauh lebih sulit" Ucapnya pelan, dan setelahnya menarik selimut lalu tertidur dengan lelap
__ADS_1