
Rembulan malam bersinar di langit kerajaan Han, Murong menatap langit dengan tatapan kosong, ia sudah jauh dari istana kerajaan Xi ke kerajaan Han untuk memulai kehidupan yang lebih baik, kerajaan Han ia di jadikan tumbal namun setidaknya ia bisa memiliki kehidupan Tampa penindasan, ia mendengar jika raja Han tak memiliki istri ataupun dan ia tak perlu merepotkan diri dengan pertikaian wanita Harem
"Long Yi, makanlah, mengapa kau begitu cemberut" Murong berucap dengan nada pelan
Sedari siang Long Yi selalu cemberut, ia tau jika hal ini berasal dari kelakuan pelayan sebelumnya, Long Yi sudah menderita selama ini ia tau ini membuat Long Yi kesal
"Sudahlah, kau tidak melihat persik itu sangat penting baginya aku bukan orang kejam yang egois"
"Nona, hari ini pelayan merebut buah persik pada kita dan apa lagi yang akan terjadi di masa depan"
"Long Yi, kita baru sampai di kerajaan ini, kita juga tidak tau bagai mana orang orang di kerajaan ini hidup dan bekerja, jadi bersabarlah, pelayan sebelumnya memiliki masalahnya sendiri, tak perlu memasukannya ke dalam hati"
"Yang mulia, anda terlalu baik hingga melepaskan mereka begitu saja"
"Sudahlah, makan dengan benar, biarkan saja apa yang terjadi biarkan terjadi"
"Yang mulia jika seperti ini terus menerus yang mulia raja benar benar tak akan menyukai anda, terlebih hamba mendengar gosip dari pelayan istana"
__ADS_1
"Berhentilah bergosip"
"Yang mulia anda terlalu baik, raja sudah memiliki gadis yang ia simpan di paviliun bagai mana mungkin hamba bisa tenang saat yang mulia di perlakukan begitu buruk, jika yang mulia tidak berusaha kita akan kehilangan kasih sayang raja dan kehidupan kita akan menjadi semakin sulit"
"Long Yi jangan gantungkan hidup pada orang lain, kita bisa hidup dengan cara dan diri sendiri, jika yang mulia memiliki wanita bukankah itu hal yang wajar?, yang mulia adalah seorang raja, raja mana yang tak memiliki selir?"
"Dan apa yang mulia tau?, pelayan sebelumnya adalah pelayan milik wanita ****** itu, yang mulia, kehidupan kita di masa depan akan sangat sulit"
"Kau ini jangan berlebihan, raja memperlakukan kita dengan baik dan jangan membuat keributan seperti ini lagi, di masa depan aku tak ingin membahas ini" Ucap Murong dengan nada pelan dan setelahnya melangkah meninggalkan meja
"Yang Mulia, anda akan kemana?"
Ia merasa sedikit lelah jika berdiam diri di istana ini, yang di keluhkan Long Yi memang menganggu pikirannya, ia mungkin bisa menjalani kehidupan dengan baik namun bagai mana dengan long Yi, sebagai pelayan calon permaisuri ia tentu saja memiliki kebanggaan namun kebanggaan itu seketika di pukul paksa oleh pelayan kekasih kaisar
"Angin malam memang sangat segar, hanya saja tak terlalu baik untuk kesehatan" Seseorang berucap pelan, Merasa ada yang mendekat Murong sontak berdiri dengan senyuman ramah
"Yang mulia" Juan Ling menyapa Murong dengan sopan, awalnya ia hanya ingin berjalan jalan namun siapa yang menyangka malah bertemu dengan gadis ini
__ADS_1
"Ah kau?"
"Saya Juan Ling"
"Ah, Juan Ling, datanglah, malam begitu baik malam ini, bulan sedang sangat indah" Murong berucap dengan nada pelan, menurut pakaian yang di gunakan Juan Ling mungkin salah satu orang penting di istana, ia tak bisa menyinggung Juan Ling begitu saja
"Benar, bulan begitu bulat, memantulkan cahaya yang indah pada danau" Juan Ling berucap pelan
"Hm, ah ada apa dengan tangan mu, maaf bukan aku bermaksud menganggu hal pribadi mu" Murong berucap pelan, ia merasa aura yang di tunjukan Juan Ling adalah aura yang baik dan ia merasa Juan Ling adalah orang yang cocok untuk di jadikan teman
Di istana ini ia sendirian, ia memerlukan teman untuk sekedar melepas kejenuhan, karena sudah bertemu mengapa tidak langsung saja
"Yang mulia, saya tak menyangka jika yang mulia begitu terbuka pada orang baru"
"Karena sudah bertemu dan berkenalan maka kita sudah menjadi teman, tak perlu sungkan, aku hidup dalam tekanan sejak berada di sini lelah sekali rasanya" Murong berucap dengan menghela nafas
"Benar, hidup di istana begitu merepotkan"
__ADS_1
"Kau juga merasakan itu kan?, kita memang cocok" Ucap Murong dan setelahnya keduanya mengobrol dengan ringan, berbincang seolah sudah saling mengenal lama