Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
19


__ADS_3

Juan Ling mendekati Han Xian yang sedang duduk di meja tak jauh dari tempat Juan Ling


"Kau sudan bangun?, Bagai mana, keadaan mu?"


"Sudah membaik"


"Aku akan membantu mu mandi"


"Tidak perlu"


"Baik, aku akan membantu mu Menganti kain pembalut luka mu"


"Apa yang kau lakukan?, Kau sudah di sini sejak siang"


"Hanya menunggu mu saja, lagipula aku bisa bekerja sambil melihat mu tertidur" Han Xian berucap ringan, ia segera bergerak mendekati Juan Ling yang masih duduk di ranjangnya


"Luka mu belum mengering setelah hampir 1 Minggu berlalu" Han Xian berucap sembari menabur obat di atas luka Juan Ling yang masih basah


"Dalam 1 bulan ia akan sembuh, kau tak perlu cemas lagi" Juan Ling berucap pelan


"Semoga saja seperti itu"


"Aku akan menujukan sesuatu pada mu" Juan Ling berucap sembari turun dari ranjangnya


Juan Ling Mengeluarkan pedangnya, lalu memperlihatkannya pada Han Xian, Han Xian seketika heran dan menjauh darinya

__ADS_1


”Pedang Hua Jin, dari mana kau mendapatkannya?” Han Xian berucap dengan nada terkejut, gadis ini?


Ia fikir hanya pengelana biasa, gadis baik yang membantunya berkali kali, tak menyangka malah menyimpan benda ini bersamanya


Melihat ekspresi yang di tujukan Han Xian hanya membuat Juan Ling tersenyum kecil sambil melihat ke mata pedangnya


“Aku adalah anak seorang selir yang sejak kecil selalu di pandang sebelah mata oleh raja dan ratu, paman Hua Jin yang telah terusir dari istana, sebelum ia meninggalkan aku, dia memberika pedang ini padaku, pedang ini adalah pedang yang sudah lama ia buat untuk ku, pedang ini telah di satukannya denganku, bahkan saat aku melupakannya ia tetap selalu mengikuti ku, pedang ini memiliki ilmu sepiritual yang sangat kuat sehingga para orang-orang hebat itu mengejarku, siapapun yang terluka tidak akan selamat, dan mungkin saja ini juga berlaku padaku” Ucap Juan Ling menjelaskan


Selama beberapa waktu bersama Han Xian ia merasa jika Han Xian adalah pria yang bisa di percaya, pria yang tak akan melakukan hal jahat padanya


Selama bertahun tahun ia sudah menyimpan semuanya sendirian, kali ini ia menemukan orang yang bisa di percaya


“Pedang Hua Jin ini, adalah pedang yang melegenda, pantas saja kau di buru oleh orang-orang itu” ucap Han Xian sambil melihat mata pedang Hua Jin yang tajam


Gadis ini, pantas saja, pantas aja ada begitu banyak orang yang mengincar dan memburu gadis ini, ternyata gadis ini memiliki benda yang sangat berharga


Ia hanyalah putri yang terlahir dari Seornag selir, menjadi putri selir tidaklah mudah, sekuat apapun ia berusaha ia hanya akan menjadi orang rendahan di mata semua orang


Kehidupan yang di lalui Juan Ling tak seindah yang di bayangkan, menjadi putri selir yang di abaikan, setiap hari harus menerima penghinaan dan celaan dari segala pihak


Setelah ibunya meninggal dunia ia menjadi semakin tak terlihat hingga akhirnya ia memilih melarikan diri dari istana


Hidup di istana lebih mengerikan dari pada hidup di alam liar, ia lebih suka hidup dengan kebebasan dari pada terkurung dalam istana megah nan di bangun dengan ribuan nyawa manusia dan di diperkokoh oleh kelicikan dan keserakahan manusia


“Kenapa kau tidak menghabisi mereka yang tidak memperlakukan mu dengan baik di istanamu” Han Xian berucap,

__ADS_1


Ia tak pernah mendengar sisi buruk dari kerajaan Wei ini, kerajaan Wei memiliki raja yang baik namun siapa yang menyangka jika tak ada tempat yang benar benar baik


“Aku bukan seorang pendendam, ibunda mengajarkan aku untuk menerima semuanya sampai suatu masa aku akan mendapatkan yang tidak pernah aku khayalan, itu adalah kebahagiaan untuk apa dendam pada ayahanda, ratu dan putri, mereka benar aku hanya anak seorang selir, aku menerima nasib ku yang lahir dari wanita berstatus sebagai selir” Juan Ling menengadah menatap udara kosong


Ia sudah mendapat penghinaan ini sedari kecil, hidup sebagai anak selir tidak mudah, namun ia masih memiliki ibunya, selama ia bersama sang ibu ia tak akan merasa keberatan


Namun beberapa tahun lalu ibunya meninggal dunia, dan ia tau jika ini adalah permainan antar wanita kaisar, tak bisa membalas karena janji yang telah ia buat


Apapun yang terjadi ia tak bisa dendam, kematian ibunya hanya karena permainan takdir saja dan ia akan menerima itu dengan lapang dada


“Kalau begitu menetap lah di istanaku dan kau bisa menetap selamanya aku akan memperlakukanmu dengan baik” Han Xian cepat


“Itu tidak mungkin, kau hanya sedang berbual" Juan Ling tersenyum kecil, pria ini malah mengajak nya bermain lelucon dan jujur saja ini tidak lucu


"Kau bisa, aku tak bercanda kau bisa menetap di istana ku" Han Xian berucap dengan wajah begitu serius


"Aku tidak yakin, aku baru beberapa waktu saja disini, tapi kau sudah memaksaku melakukan banyak hal, kau memperlakukanku seperti mainanmu, kau tidak sebaik yang orang lain pikirkan, kau adalah pria dingin dan juga sangat keras kepala, kau memaksaku untuk melakukan hal hal  yang tidak aku sukai, Apa itu yang kau maksud memperlakukan aku dengan baik” Ucap Juan Ling memandang langit kamarnya


“Aku, aku melakukan itu karena aku tidak terbiasa mempedulikan orang lain, aku terbiasa sendirian, saat aku mempedulinya aku ingin menjaganya dan membuat ia mengerti bahwa apa yang aku lakukan adalah untuknya, Kau benar aku bukan raja yang baik, aku adalah pria yang keras kepala dan selalu mempermainkan mu, maafkan aku” Ucap Han Xian sambil tertunduk


“Hhh, apa yang kau lakukan, kau sangat jelek jika menujukan wajah tertekuk ini, kau raja dan aku hanya rakyat biasa kenpa tertunduk dan minta maaf seperti itu, bagaimana jika prajuritmu melihatmu, mereka akan membunuh ku di tempat karena membuat raja mereka menjadi seperti ini” Ucap Juan Ling tertawa riang


“Kau, kau sedang” Ucap Han Xian sambil mengangkat pandangannya


“Kau sangat menyedihkan jika seperti itu, sangat serius aku hanya bercanda, kau raja yang sangat baik, tidak perlu menganggap serius ucapanku, lagi pula kau telah memberiku tempat berteduh, memberikan pakaian dan juga makanan, kau juga terus berusaha mengobati luka di tangan ku, kau adalah raja yang sangat baik” Ucap Juan Ling sambil tersenyum, siapa yang menyangka jika raja ini malah menjadi begitu menyedihkan

__ADS_1


Ia tak tega jika menyalahkan pria ini, toh Han Xian juga tak pernah memperlakukannya dengan kejam, kerjaan Han begitu makmur bagai mana mungkin ia menyalahkan Han Xian


__ADS_2