Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
34


__ADS_3

"Kau kembali dengan buah persik lagi?, setiap hari membawa buah persik dan baginya dengan ku, jika kau sangat menyukai buah persik aku akan meminta orang membelinya untuk mu" Juan Ling berucap pelan,


"Ini bukan buah biasa"


"Baiklah baiklah, ini adalah kengan" Juan Ling tersenyum kecil sembari memberikan sebagian buah itu pada Ji Li"


"Kau duduk di luar lagi, udara sangat dingin kan kau tak menggunakan mantel mu" Ucap Han Xian yang baru saja datang, selama beberapa waktu ini ia sangat sibuk, menyambut kedatangan putri Kerajaan Xi dan bahkan harus bekerja lebih banyak


"Kau bisa pergi" Han Xian berucap pelan dan tentu saja Ji Li, hanya bisa melangkah mundur, saat ini sang nona sudah memiliki raja yang menemaninya, bagai seorang pelayan ia hanya bisa menjauh agar tidak menganggu mereka


"Yang mulia"


"Sudahlah, jangan berdiri, seperti nya danau ini lebih menarik dari pada aku" Ucap Han Xian berucap pelan


"Bagai mana mungkin"


"Lihatlah kau bahkan tak mau melihat ku dan malah terus melihat danau"

__ADS_1


"Yang mulia, di masa depan jangan terlalu sering bermain di paviliun ini"


"Juan, apa yang kau katakan?, aku sudah lelah bekerja setiap hari, dan aku hanya mengisi tenaga ku ke sini"


"Yang mulia, saat ini calon permaisuri sudah datang, anda harus lebih memperhatikan ya"


"Kau tau?, huh, dia datang dan aku bekerja begitu keras, melelahkan sekali"


"Yang mulia"


"Yang mulia, kerajaan Xi menujukan ketulusan mereka, anda harus menghargai itu"


"Mereka yang ingin datang, jika dia ingin menjadi istri ku maka ia harus menerima ini"


"Sebagai seorang pria kau sangat mudah mengatakan hal itu yang mulia"


"Juan, jangan membuat suasana menjadi buruk, aku datang hanya untuk menenangkan diri beberapa saat, ku mohon jangan berdebat dengan ku" Han Xian berucap pelan, gadis ini selalu mendorongnya menjauh apa yang salah, apa yang kurang darinya hingga membuat dia bahkan tak bisa di lihat oleh gadis yang ia cintai

__ADS_1


"Huh, baiklah yang mulia, aku sudah lelah dan ingin kembali kau bisa kembali menyibukkan diri" Juan Ling berucap pelan, setelahnya melepaskan mantel dan segera melangkah masuk ke kediaman


Seorang pria dengan mudah mengatakan hal demikian seolah wanita hanyalah mainan bagi mereka, namun ia? ia tak ingin menjadi alasan penderitaan orang lain, keributan dan peperangan antar wanita Harem ia sudah berada dalam kondisi seperti itu sedari muda, ia tak ingin terlibat lagi, biarkan ia hidup sendiri


Perihal perasaan yang tumbuh ini ia akan membunuhnya sesegera mungkin, hubungan seperti ini bukan pilihan yang baik, jikapun suatu saat ia bisa menikah ia hanya ingin menikahi pria biasa yang bisa berkelana bersamanya


"Juan, kau selalu saja seperti ini, mengatakan tidak namun aku tau kau merasa tidak nyaman dengan keberadaanya" Han Xian berucap dengan nada pelan, ia hanya bisa melihat kepergian Juan Ling, ia tak berniat untuk menyusulnya karena ia akan tau jika bersikeras hanya akan menimbulkan masalah bagi mereka


Akhir akhir ini hubungan mereka memburuk, emosi Juan Ling juga tak stabil ia tak ingin membuat Juan Ling lebih marah, untuk saat ini ia hanya bisa kembali dan membiarkan Juan Ling menenangkan diri


"Nona, anda meninggalkan yang mulia lagi, nona jika begini Posisi anda akan terancam"


"Posisi apa yang ku miliki Ji Li, orang luar mengatakan jika aku wanita kesayangan yang mulia, namun bagi ku aku tak lebih dari wanita yang tak tau malu"


"Yang muli"


"Ji Li, sekarang aku lelah, aku ingin beristirahat, kau bisa kembali"

__ADS_1


__ADS_2