
Juan Ling duduk dengan santai di bawah pohon persik, lukanya sudah perlahan sembuh dan bahkan juga sudah bisa bergerak,
"Kau, udara sangat dingin mengapa berada di luar" Han Xian datang bersama dengan jubah dan meletakan ya di pundak Juan Ling
"Terlalu lama di dalam kamar membuat ku merasa bosan" Juan Ling berucap dengan nada pelan
ia sudah berdiam diri di dalam kamar dalam waktu yang sangat lama, ia harus terbaring lemah dan setiap harinya mengonsumsi obat obatan pahit itu, sangat tidak enak
Juan Ling adalah gadis yang terbiasa hidup bebas di alam liar, saat ini malah terkurung di dalam istana tentu saja membuatnya sedikit tak bersemangat
"Kau masih sakit, tunggu keadaan pulih baru bisa bermain dengan bebas, kau bisa kemanapun yang kau ingin kan aku akan menemani mu" Han Xian duduk di sampingnya
Juan Ling memang sudah semakin membalik, namun belum pulih seutuhnya, luka di sebabkan pedang Hua jin bukan luka yang bisa di sembuhkan dengan cepat, membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memastikan luka ini benar benar pulih dan benar benar bisa beraktifitas seperti biasanya
"Kau ini sedang mengurung ku, aku katakan untuk yang kesekian kalinya, aku baik baik saja, Sudah waktunya kau ke pengadilan kan?, Pejabat mu pasti sudah menunggu mu di sana" Juan Ling berucap dengan nada mengejek
Ia tak suka di dalam kamar, sangat membosankan, ia gadis yang hidup di alam liar, terlalu lama di dalam kamar hanya akan membuatnya mati karena bosan, udara segar jauh lebih di butuhkan untuk proses pemulihan tubuhnya yang lemah ini
"Kau sangat suka mengusir ku, Aku menghabiskan begitu banyak tenaga untuk menemani mu, kau malah dengan tak berperasaan terus mendorong ku pergi" Han Xian menggembungkan pipinya kesal
Gadis ini, sudah beberapa waktu bersama hanya membuatnya semakin jatuh, hanya membuatnya seperti orang bodoh, sedangkan gadis ini?, ia terlihat begitu biasa, seolah segala perhatian yang di tujukan adalah hal yang wajar
Han Xian selalu meyakini jarak antara pria dan wanita tapi?, dengan gadis ini ia malah merasa ingin selalu dekat dan menempel, dalam waktu singkat ia benar benar sudah kehilangan dirinya
"Semua istana ini milik mu, bagai mana mungkin aku begitu bernyali mengusir pemiliknya" Juan Ling mengejek, pria ini, berkata seolah ia begitu semena mena
Han Xian adalah raja di kerajaan ini, istana dan seluruh kerajaan ini miliknya tentu saja ia bebas melakukan apapun di istana ini, Juan Ling hanya mengingatkan Han Xian saja jika pejabatnya sudah menunggu, ia tak ingin di salahkan karena membuat raja mereka menjadi pemalas
"Kau sungguh tidak bernyali" Han Xian mendekatkan wajahnya ke arah Juan Ling, hal ini membuat Juan Ling menjadi sedikit gugup
__ADS_1
Pria ini, malah menatapnya seperti itu, dengan semua sikap dan cara Han Xian memperlakukannya apakah Juan Ling bersalah jika salah faham?, Tentu saja tidak
Han Xian begitu baik dan membuatnya bertanya tanya apakah yang ia pikirkan ini benar?, Atau Han Xian hanya sedang bermain main dengannya
"Baiklah, jangan terlalu lama di luar kediaman, udara dingin tak baik untuk kesehatan mu" Han Xian berucap dengan nada pelan
Juan Ling hanya membalas dengan anggukan saja
"Pelayan akan melihat mu" Han Xian berucap pelan, istana naga ini memiliki begitu banyak pelayan yang akan menjaga dan melindungi Juan Ling, tapi entah mengapa ia merasa sedikit tak rela jika meninggalkan Juan Ling saat ini
Ia memang sudah gila, ia memang sudah di buatkan oleh cinta selama ini hidup terlalu lurus saat menemukan seorang gadis malah tak bisa mengendalikan diri dan perasaan.
"Aku baik baik saja yang mulia, jadi jangan perlakukan aku seperti orang sakit, ini membuat ku merasa tidak nyaman"
"Baiklah, aku akan segera pergi, jika memerlukan sesuatu kau bisa meminta pada pelayan"
"Kau yang paling pintar"
"Sudahlah sana" Juan Ling tersenyum kecil, setelahnya Han Xian benar benar meninggalkannya
"Nona, yang mulia rasa sangat baik dan sangat memperhatikan mu, hamba merasa senang, nona akan menjadi satu satunya wanita raja, benar benar sangat beruntung" Ucap Seornag gadis yang sedari tadi berdiri di sampingnya
Gadis ini adalah gadis pelayan yang di berikan Han Xian untuknya, awalnya ia menolak namun Han Xian bersikeras, karena malas berdebat Juan Ling hanya bisa menyetujuinya
"Lihatlah apa yang sedang kau pikirkan, terakhir kali kita bertemu di desa Yong, lalu bagai mana bisa masuk ke istana?" Juan Ling berucap pelan
Ia mengenal pelayan ini, pelayan kecil ini adalah gadis yang sempat ia bantu beberapa tahun lalu, karena merasa berhutang Budi keluarga gadis ini menerimanya tinggal beberapa saat di rumah mereka
Karena tak ingin membahayakan nyawa orang tak berdosa Juan Ling pergi setelah beberapa hari berada di rumah mereka
__ADS_1
"Dua tahun lalu, setelah nona pergi dari rumah para penjaga datang dan membawa beberapa gadis ke istana untuk di jadikan pelayan"
"Hidup di istana pasti tidak mudah bagi mu"
"Nona, kau ini masih saja seperti dulu, istana tidak begitu mengerikan, toh hamba juga bukan gadis yang bisa di tindas, saat ini hamba menjadi pelayan nona, dan hamba bisa berlagak sombong pada orang orang"
"Kau ini, dasar, kau menjual nama ku untuk pamer pada rekan kerja mu?"
"Ini adalah berkah untuk ku nona, mereka terlalu semena mena, meskipun aku tak mudah di tindas mereka akan tetao menganggu ku dengan berbagai cara, dan kali ini aku berada di sisi mu, jadi sekalian saja bermain pertujukan pada mereka"
"Kau ini"
"Udara semakin dingin, hamba juga sudah menyiapkan banyak makanan, hamba akan membantu nona kembali"
"Ji Li, bukanya sudah ku katakan, kau memanggil diri mu dengan sebutan hamba ini tak pantas, sangat menganggu pendengaran ku"
"Baiklah, nona"
"Kedepannya kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, tapi, jangan sampai mempermalukan ku, karena aku tak ingin merusak nama ku"
"Nona, aku tak sekejam itu, aku hanya bertindak angkuh pada orang orang angkuh, tak masalah kan?"
"Aku tak mempermasalahkannya, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, aku tak akan menyalahkan mu, kau teman ku bagai mana mungkin aku membela mereka"
"Kau benar nona, kau harus membela ku, aku tak suka menindas, tapi jika ada yang menganggu ku aku akan membalas"
"Anak pintar"
"Ayo" Han Xian dan ji Li melangkah masuk dan menyantap makanan sesuai dengan yang telah di katakan oleh Ji Li
__ADS_1