Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
6


__ADS_3

Belum genap dua bulan waktu berlalu sudah ada puluhan kesatria yang datang dan semuanya sudah tewas di istana karena mereka dengan sendirinya mengantarkan nyawanya kepada Han Xian


Han Xian menjadi semakin bingung dengan serangan demi serangan yang ia dapatkan, sejak menduduki tahta  selama beberapa tahun ini Han Xian adalah raja yang bijaksana kerajaan sejahtera dibawah kepemimpinannya


Seluruh kerajaan tau kalau Han Xian adalah seseorang yang bertutur kata sopan pemberani dan hebat, sehingga banyak para putri dari kerajaan lain bahkan putri pejabat yang datang untuk menjadi permaisurinya tapi tidak satu pun yang ia pilih,


Han Xian selalu memiliki hubungan sangat baik dengan kerajaan kerajaan  di sekeliling wilayahnya, ia tetap menjadi seorang pemimpin yang kuat Tampa mengandalkan pernikahan politik yang bertentangan dengan keinginan hati


Sebagai seorang raja memang harus mendahulukan negara di atas segalanya, hanya saja Han Xian dapat membuktikan jika ia masih bisa menjadi raja yang baik tampa ada pernikahan yang akhirnya hanya akan menyakiti kedua belah pihak


Dua orang yang tak saling mencintai tak bisa menjalani kehidupan bersama, dua orang asing yang tinggal bersama, tentu saja hanya akan menimbulkan rasa canggung dan malah merugikan diri masing masing, pernikahan politik, ia tidak akan menggunakan itu untuk tetap bertahan di tahta


“Yang mulia, keadaan istana menjadi semakin kacau, tidak satupun dari mereka yang tertangkap dapat di kenali asalnya, hamba khawatir jika orang-orang ini akan menyerang anda tampa berhenti" Penasehat Yun berucap pelan


Penyerangan pada Seornag raja, ini bukan hal yang bisa di anggap remeh, Han Xian adalah raja mereka, dan bahkan tak bisa mendapatkan hal hal mengerikan ini


“Sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan, mereka berdatangan seolah aku telah mengambil sesuatu dari mereka, sebenarnya apa yang mereka inginkan dariku, kenapa mereka memperebutkan nyawaku” Han Xian berucap pelan


Selama ini ia memimpin dengan tenang, tampa gangguan atau bahkan gangguan, kerajaan begitu damai, kehidupan yang baik memang tak akan bisa di pertahankan dalam waktu lama


“Yang mulia, keadaan malah menjadi semakin memburuk, jika yang mulia tidak segera bersembunyi, hamba khawatir akan keselamatan yang mulia” Ucap penasehat Yun lagi

__ADS_1


Para kesatria itu bukan orang yang bisa di hadapi oleh sembarangan orang, ia tau jika Han Xian pria kuat, hanya saja tak bisa terus menerus mendapatkan serangan ini


Batu yang keras saja akan pecah jika di tetesi air terus menerus, jika hal ini berlanjut ia merasa takut jika Han Xian tak bisa menjaga dirinya sendiri


“Penasehat Yun, aku telah mengambil keputusan untuk sementara akan menyamar menjadi kesatria biasa, aku ingin tau apa alasan mereka mengincar ku” Han memutuskan untuk menepi saja


Jika di teruskan akan menimbulkan lebih banyak kerugian dan bahkan akan lebih banyak nyawa yang akan berakhir di pedang, ia tidak ingin melihat hal itu


“Tapi yang mulia, bagaimana jika ada yang mengenali yang mulia, diluar akan jauh lebih berbahaya dari yang mulia, dan jika yang mulia meninggalkan istana bukankah istana akan menjadi kosong dan akan menimbulkan gejolak yang tak terbayangkan” Ucap Penasehat Yun dengan nada keberatan


Istana tampa seornag raja, bukankah itu akan sangat berbahaya, seorang raja sudah seharusnya menetap di istana, namun kali ini Han Xian malah mengusulkan untuk menepi


Apakah ini akan baik baik saja, terlebih akan ada beberapa orang yang akan menggunakan hal ini untuk meraup keuntungan sendiri


Jika ia pergi setidaknya bisa mengurangi kematian orang, kesatria itu memiliki kemapuan sayang jika mati dengan begitu mudah


"Yang mulia, baga mana jika kepergian yang mulia di ketahui para pejabat dan malah membuat celah mereka" Ucap penasehat Yun pelan, ia bukan sedang berburuk sangka dengan para pejabat


Hanya saja hati manusia tak ada yang mengetahuinya, meskipun kerjaan Han ini begitu sejahtera siapa yang bisa menghentikan keserakahan dan sifat tamak orang?, Kerajaan yang makmur bukan tidak mustahil menyimpan pengkhianat yang akan mulai bergerak saat menemukan sedikit celah


"Penasehat Yun, kau sudah berada di sisi ku sejak aku mengambil alih kekuasaan, sebelumnya juga sudah membimbing mendiang raja sebelumnya, aku meyakini kemapuan yang kau miliki" Han Xian berucap dengan nada pelan

__ADS_1


Penasehat Yun adalah kakak kandung dari dari permaisuri terdahulu, yang merupakan ibu Han Xian sendiri, seharunya Han Xian memanggil penasehat Yun dengan sebutan paman


Hanya saja ia adalah seorang raja, dan hanya bisa bersikap bijak dengan menyampingkan kekerabatan, namun ia sepenuhnya percaya dengan kesetiaan sang paman


“Jika itu sudah menjadi keputusan yang mulia, maka hamba pun tidak akan bisa menghentikannya” Ucap Penasehat penasehat Yun dengan nada pelan


Meskipun sedikit kahwatir ia hanya bisa patuh saja, selama beberapa waktu di istana dan mendapat penyerangan seperti ini juga bukan  hal yang mudah bagi Han Xian


“Baiklah akau percayakan istana ini padamu, paman, aku yakin kau bisa mengatasi ini" Ucap Han Xian pelan


“Hamba akan memegang amanah yang mulia, kapan yang mulia akan pergi?” Karena sudah di putuskan penasehat Yun hanya bisa bertanya kapan keberangkatan sang raja


Jika sudah menentukan waktu setidaknya ia bisa mengemasi sang raja yang akan meninggalkan istana


“Sekarang, aku akan pergi sekarang juga, lebih cepat lebih baik, hal ini tak akan baik jika di biarkan lama, sangat menganggu dan merugikan” Ucap Han Xian dengan nada pela


“Yang mulia, jika hamba tidak salah menebak, permasalahan ini mungkin memiliki hubungan dengan jubah yang di pakai yang mulia saat kembali ke istana setelah menghabisi para penghianat di hutan bagain selatan istana,  jika anda satu pemikiran dengan hamba, pergilah ke kerajaan Wen hamba pernah bertemu dengan dia di salah satu desa di bagian utara kerajaan itu, mungkin yang mulia dapat menemukan alasan orang orang mengincar nyawa yang mulia karena jubah itu” Ucap penasehat Yun pelan


“Sebenarnya aku yakin ini bukan tentang jubah itu, tapi pembalasan dari para perampok yang pernah ku temui tempo hari tenang saja Aku akan menyelidikinya sendiri, kau tidak perlu khawatir” Ucap Han Xian pelan


Penasehat Yun tak lagi memberi arahan ia mengikuti langkah Han Xian yang sedang menuju gerbang, setelah menaiki kuda Han Xian memacu kudanya keluar dari gerbang istana

__ADS_1


“Semoga yang esa selalu melindungi perjalanan anda yang mulia” Ucap penasehat Yun sembari melepaskan kepergian rajanya.


__ADS_2