Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
20


__ADS_3

“Hey lihatlah di kaca itu, kau kau tersenyum, senyummu menawan juga, walau sebenarnya tidak memandangiku” Ucap Juan Ling lagi sambil menunjuk kearah cermin di ruangannya


Han Xian yang kepalang malu segera beranjak dari tempat duduknya dan langsung menggenggam pedangnya untuk pergi


Ia sudah menujukan wajah yang begitu konyol dan gadis ini malah mempermainkannya, ia merasa bersalah karena yang di katakan oleh Juan Ling kebenaran, ia suah berbaik hati dan meminta maaf namun Juan Ling malah mempermainkannya seperti oni


“Eh, aku aku hanya, baiklah, maafkan aku, aku berlebihan, aku hanya sedang bermain lelucon, siapa yang menyangka jika kau menganggapnya begitu serius” Ucap Juan Ling lagi kemudian menutup mulutnya


Jika di lanjutkan ia hanya akan mengatakan lebih banyak omong kosong dan malah membuat Han Xian menjadi semakin malu, dasar pria ini ia sangat pemalu dan menggemaskan


“Sudah lah, jangan marah, duduklah disini, aku ingin memberi tau mu sesuatu, ini penting” Ucap Juan Ling sembari menepuk tempat kosong di sampingnya


Ia suah menujukan pedang Hua jin pada Han Xian dan tentu saja bukan sekedar ingin menunjukkannya, ada hal lain yang ingin ia bicarakan dan ini akan sedikit serius


Han Xian kembali meletakkan pedangnya dan duduk di samping Juan Ling


“Han Xian, jika suatu saat nanti aku tidak bisa menjaganya lagi, aku akan membiarkan pedang ini menjagamu, pedang ini pantas untuk raja yang baik dan bijaksana sepertimu, ambilah, aku rasa, aku tidak punya banyak waktu lagi” Ucap Juan Ling menyerahkan pernah Hua Jin pada Han Xian


Ia suah bersama pedang ini selama bertahun tahun, ia tak takut dengan kematian ia tau jika setiap manusia pasti akan merasakan sebuah kematian,


begitulah siklus kehidupan ini, setiap ada awal pasti memiliki akhir, setiap pertemuan akan selalu di dampingi oleh sebuah perpisahan, perihal kapan hanya bisa menunggu waktu


Ia tak pernah takut akan kematian, hanya saja ia takut jika pedang ini jatuh ke tangan yang salah, jika pedang hebat ini jatuh ke tangan yang salah maka akan mengakibatkan kehancuran

__ADS_1


Ia tak ingin melihat kehancuran itu, ia sudah memiliki kehidupan yang sulit sejak muda, ia menjaga pernah Hua Yin ini sekuat tenaga


Namun ia hanyalah seorang gadis, selama ini ia bertahan hanya karena sebuah keberuntungan, jika beruntungan itu berakhir maka ia akan mengalami kesulitan


“Apa maksudmu, kau akan baik-baik saja, aku akan mencarikan tabib terhebat untuk mengobati mu, Kau tak bisa mengatakan itu, aku tak ingin mendengarnya” Ucap Han Xian dengan cepat


Lihatlah gadis ini, mereka baru saja selesai bermain lelucon tapi gadis ini malah membahas hal seperti ini, Han Xian suah mengatakan jika akan membalas Budi


Ia akan menjaga Juan Ling dengan nyawa dan seluruh kemapuanya, ia akan memastikan jika Juan Ling sembuh dan memiliki umur yang panjang


“Itu tidak mungkin, tidak ado obat untuk luka ini, tidak ada dan tak akan pernah ada, jika kau mengumpulkan seluruh tabib di dunia ini maka kau hanya membuat aku di burui oleh orang-orang yang berilmu tinggi itu, karena semua orang akan tau bahwa aku pemilik pedang Hua Jin ini hanyalah seorang gadis yang lemah, dan akan menghabisi ku begitu saja, jika kau tidak menyukaiku maka kau bisa mengusirku, bukan malah memberiku perlindungan namun meminta kematianku” Juan Ling berucap pelan


Luka yang di sebabkan pedang Hua jin bukan luka yang bisa di lihat dan di sembuhkan oleh semua orang, ia akan menerima ini, anggap saja sebagai balasan atas segala kejahatan yang ia lakukan selama ini


Ia melindungi pedangnya dengan membunuh begitu banyak orang, ia menghargai nyawanya dengan mengorbankan nyawa orang lain, ini adalah karma yang ia dapatkan dan ia tak akan mengeluh untuk


Jika di obati


“Kau tidak perlu lakukan apapun untuk ku, kau hanya perlu percaya bahwa aku akan baik-baik saja, aku sudah terbiasa terluka ini bukan Maslah yang penting, saat aku sudah tidak bisa lagi menjaganya aku hanya ingin kau menjaga pedang ini dengan baik, aku yakin dengan pedang ini kau akan menjadi raja yang tidak terkalahkan“ Juan Ling berucap dengan nada lembut


“Tidak, aku tidak bisa, kau bisa menjaganya dengan baik, barang itu milik mu dan kau lah yang harus menjaganya” Han xian cepat cepat menolak


Ia sudah tau kemana pembicaraan ini akan di bawa, gadis ini, bukankah ia mengatakan jika ia akan baik baik saja, tapi mengapa memberikan hal berharga ini padanya

__ADS_1


Tidak, ia tidak bisa menerimanya, pedang Hua jin memang pedang yang sangat kuat dan di inginkan oleh semua orang, tidak dengannya, ia tidak pernah menginginkan pedang itu tidak pernah


“Kau bisa, aku yakin kau bisa, kau adalah raja yang baik aku yakin pada mu"


"Tidak, aku tidak"


"Au sudah memilihmu, kau ingat saat aku mengulurkan pedang itu padamu saat di pinggir jurang, kau sudah menyentuhnya, ia akan selamanya mengenalimu, aku yakin semuanya ini bukan sebuah kebetulan, mungkin memang benar aku sudah tidak bisa menjaganya lagi dan dia memilih siapa yang akan dijaga olehnya, kau tidak bisa menolaknya, aku sudah mempercayakannya pada mu” Ucap Juan Ling dengan nada lembut


Han Xian menatap Juan Ling dengan tatapan tajam, ia tak akan menerima pedang ini, apapun yang di katakan Juan Ling ia tak akan menerimanya


“Kau tidak akan mati karena luka ini, aku akan mengobati mu apapun yang terjadi aku akan mengobati mu, aku berjanji untuk mengobati mu aku berjanji untuk terus menjaga dan melindungi mu"


“Kau bukan tuhan kau tidak bisa melawan takdir, terima saja semua ini” Juan Ling tersenyum kecil, pria ini orang mengatakan dia raja yang bijaksana, hari ini ia hanya melihat jika raja Han hanyalah seorang pria yang naif


Takdir seseorang tak ada yang bisa mengubahnya, takdir sudah di buat sedari kita berada di dalam kandungan ibu dan apapun yang ia lakukan ia tak akan bisa lari dari takdir yang telah di tentukan


“Aku tidak menerima begitu saja takdir, aku akan melawan takdir itu asal bisa memastikan kau tinggal aku tak akan keberatan” Han Xian berucap dengan tegas


Juan Ling hanya diam sembari menundukkan kepalanya kembali dan menghilangkan pedang yang ada di tangannya, perlahan ia kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata, percuma saja di jelaskan Han Xian tak akan mengerti


Melihat Juan Ling yang kembali terbaring Han Xian merasa sangat kasihan, hanya karena luka, ia yakin luka itu akan sembuh


”Aku harus membantumu, tapi apa yang bisa aku lakukan, kau terluka karena ku, aku tidak akan pernah melupakan itu, aku akan menjaga dan melindungi mu” Han Xian berucap pelan dan setelahnya bergerak meninggalkan kamar

__ADS_1


"Jaga kamar ini dengan ketat, jangan biarkan siapapun masuk dan keluar dari sini" Ucap Han Xian di depan pintu


Han Xian hanya bisa memperketat penjagaan agar Juan Ling tak kabur dari istana, anggap saja ia egois, ia hanya ingin melindungi gadis itu.


__ADS_2