Kemilau Cinta Di Langit Jingga

Kemilau Cinta Di Langit Jingga
33


__ADS_3

"Yang mulia, lihatlah sikap dingin yang di tunjukan oleh raja, sangat sombong" Ucap pelayan kecil di sisi gadis cantik itu


"Jangan berbicara sembarangan, kita datang bukan untuk membuat keributan" Ucap Murong Xi dengan nada pela, pelayan kecil ini di berikan oleh ibunya di masa lalu, hanya saja akhir akhir ini menjadi semakin tak terkendali dan semakin semena mena


Ia tau kehidupan yang Long Yi lalui di istana Xi memang tidak mudah, karena ia putri yang tidak di sayang para pelayan pun terkadang menindasanya, dan saat ini mereka muncul sebagai seorang calon permaisuri, keinginan untuk berkuasa dan membalas tentu saja muncul di hati Long Yi


"Yang mulia, anda terlalu baik, bahkan begitu murah hati memaklumi sikap raja itu" Long Yi berucap dengan nada kesal, raja Han ini sangat sombong, mereka datang dari negara yang jauh, akan tetapi?, raja Han malah tak bersikap begitu dingin pada mereka, di masa depan kehidupan mereka akan di tindas meskipun menjadi seorang permaisuri


"Dia adalah seorang raja, banyak hal yang harus ia urus, banyak dokumen yang harus ia selesaikan, jangan terlalu berpikir sempit" Putri Murong berucap dengan nada pelan, raja sibuk tak memiliki waktu menemaninya, ia tak keberatan, di kerajaan Han ini ia akan menujukan sikap yang baik dengan begitu ia tak akan menjadi target


Tak masalah jika tak di inginkan, pernikahan ini juga bukan hal yang bisa ia pilih, raja tak menginginkannya maka ia bisa menjalani kehidupan yang bebas, ia melakukan apapun yang ingin ia lakukan


Untuk saat ini biarkan seperti ini terlebih dahulu, dan di masa depan Murong tak akan membiarkan dirinya di tindas, kehidupan memang seperti itu, status dan kemapuan adalah yang utama, ia memiliki kemapuan dan status jika ingin menjadi sombong pun bukan hal yang aneh


"Yang mulia" Ucapnya dengan nada pelan, sang putri terbiasa menjadi anak yang pengertian sejak muda, akan tetapi sebagai pelayan ia hanya ingin melindungi tuannya, ia tak memiliki niat jahat


"Sudahlah, aku ingin melihat lihat, ku dengar istana Han ini sangat indah, tak ada salahnya jika berkeliling" Ucap si gadis pelan, ia adalah Murong Xi putri kesembilan dari kerajaan Xi


Di kerajaan Xi ia juga bukan putri yang di di sayang, menikah ke kerjaan Han ini hanyalah bentuk perdamaian dua kerajaan dan ia di jadikan tumbal dalam hal ini tapi sudahlah, ini jauh lebih baik

__ADS_1


Di istana Xi ia di remehkan dan sering di hina oleh saudarinya, ia tak berharap mendapatkan kehidupan yang mewah di kerajaan ini namun setidaknya ia hanya ingin menjalani sebuah kehidupan dengan tenang dan nyaman


Keduanya berjalan pelan sembari menikmati keindahan kerajaan Han ini, Murong Xi berhenti di sebuah taman bunga persik, bunga persik yang sedang mekar membuat pemandangan danau ini semakin indah


"Apakah kau buta, apakah kau tidak melihat siapa yang berada di hadapan mu" Ucap Long Yi dengan nada ketus, mereka sedang asik menikmati bunga siapa yang menyangka dua orang tak di kenal datang entah dari mana dan dengan tak tau sopan santun mengambil buah persik yang akan mereka petik


"Kau lah yang lambat, mengapa kau menyalahkan ku?" Ucap Ji Li dengan nada tak kalah ketus, ia tak suka dengan pelayan angkuh ini


Mereka terbiasa bebas di istana ini, apapun yang ingin di ambil maka ia hanya bisa mengambil saja tampa perlu merasa sungkan


"Ini adalah buah yang di inginkan oleh nona ku aku hanya membantunya mengambil" Ji Li kembali berceletuk, mereka sudah melihat dan menunggu buah ini sedari kecil, dan saat ini buah persik sudah matang, ia ingin mengambilnya untuk sang nona


"Apakah kau buta?, apakah kau tidak melihat siapa yang kau singgung" Long Yi berucap dengan nada kesal, Seornag pelayan berani berdebat dengan seorang calon permaisuri


Ia tak suka dengan pelayan ini, sangat suka berbicara kasar dan menindas, ia adalah pelayan dari Juan Ling gadis kesayangan raja, ia tak akan mencemari nama nonanya dengan bersikap lemah dan mudah di tindas


"Junjungan ku adalah putri dari negara Xi, putri Murong dan calon permaisuri di kerajaan ini, kau harus menghormatinya, kau hanya pelayan yang sangat sombong hingga berani menganggu seorang calon permaisuri, kerajaan Han ini sangat tak tau sopan santun" Ucap Long Yi dengan nada bangga, ia adalah pelayan dari seorang calon permaisuri tentu saja tak akan bisa di tindas


"Long Yi, sudahlah, berikan saja padanya" Ucap putri Mu dengan nada ringan, ia tak ingin berebutan dan tak ingin ribut, ia akan menjalani kehidupan tenang saja

__ADS_1


"Tapi yang mulia, pelayan ini akan menjadi besar kepala jika yang mulia memberikan milik anda begitu saja, Yang mulia, anda begitu baik hingga membuat orang dengan muda menindas kita" Long Yi memprotes, hanya buah saja bahkan putri Mu tak bisa berebut dengan seorang pelayan


"Long Yi"


"Baiklah, kau bisa memilikinya, kau dasar pelayan tak tau diri, yang mulia sudah berbaik hati pada mu, dan kamu tak mengucapkan terimakasih" Ucap Long Yi dengan anda kesal, Tuanya sudah menatap seperti itu ia hanya bisa memberikan mengalah


"Putri terimakasih, kau baik sekali, tidak seperti seseorang yang suka merebt milik orang lain, putri di masa depan ku sangat berterimakasih pada mu" Ucap Ji Li berucap dengan nada pelan,


Buah ini bukan buah persik biasa, orang orang menganggapnya hanya buah persik dan setelah di makan maka semua akan berakhir, namun tidak dengan dirinya, buah persik adalah kenangan ya di masa kecil, buah ini sangat berharga bagi dirinya


"Kau"


"Apa?, kau ingin ribut dengan ku?"


"Dasar pelayan sombong" Ji Li berucap dengan nada kesal dan setelahnya segera meninggalkan taman


"Yang mulia, mengapa kau memberikan buah itu begitu saja"


"Long Yi, kita sudah berada di sini, ia memiliki keberanian yang begitu besar, mungkin orang yang ia layani adalah orang penting, kita baru saja sampai di kerajaan ini jangan membuat masalah terlebih dahulu" Murong Xi berucap pelan, mereka baru sampai di kerajaan Han ini sejak 2 hari lalu, mereka belum mengenal dan mengetahui lingkungan istana, ia tak ingin masalah timbul begitu saja

__ADS_1


"Orang orang di istana ini sangatlah sombong, bahkan pelayan berani menindas anda"


"Sudah lah, ayo duduk di gazebo sana" Putri Mu melangkah menuju gazebo dan ingin beristirahat sejenak.


__ADS_2