
Langit malam telah berganti dengan pagi nan begit cerah langit biru dan mentari yang menyinari dunia memberikan kehangatan pada bumi yang baru saja dilanda oleh kegelapan dan keheningan
Han Xian kembali membuka mata dan memandang Juan Ling yang masih terbaring di Rajang
”Kau banyak menghabiskan hari disini yang mulia, bagaimana jika seluruh pengabdi istana mencari mu, kau sudah cukup lama meninggalkan aula istana, dan membiarkan banyak hal yang mengancam keselamatan rakyatmu di luar istana” Ucap Juan Ling lagi
Juan Ling hanya bisa menyesuaikan keadaan saat ini saja, ia tak bisa melakukan apapun, tubuhnya tak berdaya dan ia masih menjadi incaran orang orang tamak itu
Dengan keberadaan Han Xian di sisinya setidaknya ia merasa lebih aman dan merasa terjaga
Jika tidur pun ia tak perlu cemas karena Han Xian akan melindunginya dari penyerangan orang luar
“Aku senang karena di beri kesempatan untuk melihatmu, seandainya aku bisa memilih, aku tidak ingin menjadi raja, aku terjebak didalam penderitaan rakyatku, aku ingin hidup bebas, terbang bersama siapapun yang aku inginkan. Kadang aku berpikir aku entah bagaimana jika tanpa kamu” Ucap Han Xian lagi Juan seketika tersenyum kecil,
Pria ini memiliki mulut yang sangat manis, Ucapnya pasti akan sangat berpengaruh pada para bocah yang baru hidup dalam asmara
namun ia bukan orang yang akan percaya dengan mudah, ia adalah gadis dewasa ucapan manis seperti ini hanya akan membuatnya menjadi merinding kegelian
"Apa apaan dengan tatapan itu kau tak percaya pada ku?" Han Xian berucap dengan nada cepat
Melihat tatapan mengejek Juan Ling ini membuatnya menjadi sedikit tak suka, apakah Juan Ling tak percaya dengan apa yang ia katakan?
"Aku?, ada apa dengan ku?, sedari tadi aku hanya diam dan bertingkah dengan begitu baik, yang mulia, kau lagi lagi menindas ku, apakah kau tak merasa lelah memperlakukan ku seperti ini" Juan Ling berucap dengan nada mengejek hal ini membuat Han Xian tersenyum malas
__ADS_1
"Aku menindas mu, benar benar sangat tak masuk akal, jika ada yang di tindas maka aku lah orangnya, kau selalu saja menatap ku dengan tatapan itu, apakah kau tak percaya dengan ku?"
"Bagai mana mungkin yang mulia, aku sangat mempercayai semua kata kata mu"
"Mata mu tak bisa membohongi ku, kau sangat menyebalkan, bahkan aku ingin bersikap romantis malah menjadi sebal seperti ini" Han Xian menggembungkan pipinya dengan kesal, ia hanya ingin mengatakan sedikit kata kata rayuan malah mendapatkan respon seperti ini
Bagai manapun ini tak mudah baginya, ia terbiasa menjadi orang pendiam, kali ini berinisiatif mengejar yang di kejar malah tak memberi kesempatan sedikitpun, menyebalkan sekali
Menjadi seorang raja memang bukan hal yang bisa mereka pilih, menjadi keturunan bangsawan bahkan kerajaan sangatlah sulit, ia tak ingin menjadi raja tapi daranya mengalir darah Seornag raja, takdir seperti ini hanya akan menahan langkahnya
Setiap pergerakan di pantau dan menjadi contoh bagi semua orang, semua orang menganggap status itu terlalu tinggi hingga mereka lupa jika raja pun hanyalah manusia
Ia bukan dewa yang bisa menurunkan hujan dengan satu ucapan ia hanyalah manusia biasa, kesalahan dan ketidak adilan sering terjadi di kehidupan ini, lalu mengapa hanya ia yang di salahkan
"Tentu saja, kau adalah wanita, wanita milik raja Han yang bijaksana, aku bukan tak bersyukur dengan diri ku yang sekarang, tapi terkadang akan berfikir betapa baiknya jika aku hanya pria bisa, hanya bisa mencintai satu wanita saja" Han Xian tersenyum penuh rasa bangga
Keberadaan Juan Ling di istana benar benar memiliki banyak pengaruh bagi Han Xian, selama ini ia bekerja seperti robot, hanya memikirkan orang lain hingga bahkan tak memiliki keinginan pribadi
Namun kali ini?, Sejak Juan Ling masuk ke dalam hidupnya ia menjadi lebih bersemangat dan lebih hidup
"Aku adalah milik ku sendiri, siapapun tak bisa memilikinya, karena aku tak pernah meletakan harga pada diriku sendiri, aku tak menjual diri ku, kau harus ingat itu, dan perihal cinta mu?, kau bisa mencintai siapapun yang kau inginkan " Juan Ling berucap ringan
Kehidupan ini miliknya, ia tak akan begitu mudah terlena dengan rayuan pria, akhirnya dirinyalah yang akan mengalami penderitaan Tampa akhir
__ADS_1
Ia sudah melihat begitu banyak hal, ia belajar dari masa lalu, seorang pria akan mendekat jika merasa gadis itu menarik, namun saat mereka bosan hanya bisa pergi Tampa mengatakan sedikitpun penjelasan
Ini juga terjadi pada kehidupanya, dulu, walaupun ibunya Seornag selir raja cukup menyayanginya hingga beberapa orang baru muncul, selir baru lebih cantik dan lebih segar dari ibunya yang sudah berusia sedikit tua hingga mereka di abaikan
Mereka menjalani kehidupan yang sulit selama bertahun tahun, sejak itu lah ia mengambil kesimpulan jika pria hanya menganggap wanita sebagai mainnya
Saat belum bisa mendapatkan maka ia akan melakukan berbagai upaya untuk menarik perhatian gadis incaran, namun saat gadis incaran terjebak dalam bujuk rayu dan akhirnya bisa di miliki lambat laun mereka lelah dan bosan mereka akan membuangnya begitu saja
"Baiklah baiklah, kau adalah milik mu sendiri, jadi bagai mana keadaan mu hari ini, apakah sudah membaik?"
"Tabib sudah memberikan ku obat dan tentu saja tak bisa sakit lebih lama, aku tak ingin mengecewakan usahanya"
"Selama ini aku bahkan tak pernah tau jika luka pedang Hua jin bisa di sembuhkan, apakah tabib itu tabib dewa?, Luka yang di sebabkan pedang Hua jin sangatlah berbahaya tapi kau? Kau bahkan terlihat menjadi semakin sehat dari hari kehari"
"Di dunia ini tentu saja akan selalu ada pasangannya, jika ada racun maka akan ada penawarnya, begitulah kehidupan ini"
"Kau ini, biar aku melihat luka mu"
"Sudah hampir mengering, hanya dalam beberapa saat aku sudah bisa memegang pedang kembali"
"Luka mu memang sudah lebih baik, tapi beberapa aurat mu masih belum pulih, jangan menyentuh pedang terlebih dahulu, sangat berbahaya"
"Baiklah baiklah"
__ADS_1