KESALAHAN DAN RAHASIANYA

KESALAHAN DAN RAHASIANYA
Hukum


__ADS_3

Sesampainya disekolah, Naya terlambat sehingga gerbang sekolah tertutup dan security tak mau membukakan pintu sesuai pelaturan sekolah.


Disisi lain, Hans juga terlambat karena kesiangan


"Pak, tolong kali ini aja pak" ujar Naya sembari memegang pintu gerbang sekolah


"Nggak!! kamu sudah berkali-kali telat!! Pulang lah" ujar security sembari kembali ke pos tunggu nya


"Ikut gue" ujar Hans sembari berjalan ke arah belakang sekolah


"Ngapain?" ujar Naya sembari mengikuti Hans dari belakang


"Lempar sepatu Lo kedalam dan injak pundak gue! Lo manjat pintu itu terus buka kunci nya" ujar Hans sembari jongkok agar Naya dapat berdiri diatas pundak nya


"Nggak!! ntar Lo ngintip lagi" ujar Naya sembari memundurkan langkahnya


"Lo pikir gue cowok mesum!! buruan, hari ini kuis! Lo mau Alfa" ujar Hans

__ADS_1


"Ya udah, tapi Lo merem gak boleh ngintip" ujar Naya sembari melepaskan sepatu nya dan menaiki pundak Hans. setelah Naya berdiri di atas pundak nya, Hans mulai berdiri agar Naya dapat menaiki tembok


"Gak bisa!! kurang tinggi" ujar Naya sembari berusaha untuk menggapai ujung tembok


"Ya udah berdiri di atas tangan gue!! Tenang aja, gue gak akan ngintip" ujar Hans sembari mengangkat kedua tangannya dengan mata tertutup.


Dengan ragu, Naya berdiri ditangan Hans dan sampai ke ujung tembok lalu berhasil memanjatnya


"buruan buka pintu nya" ujar Hans sembari mengambil tas nya


Tak lama, Naya berhasil membuka pintu yang telah berkarat dan Hans berhasil masuk melalui pintu tersebut


"Bagus ya!! ikut saya ke lapangan" ujar pak Aryo Sembari menghampiri Hans dan Naya


Hans dan Naya pun di jemur bersama dibawah matahari Selama jam pertama pelajaran selesai


"Selama ini gue lewat situ aman-aman aja!! Kok pas bareng Lo jadi sial" ujar Hans sembari memandangi tiang bendera

__ADS_1


"Maksud Lo, gue pembawa sial gitu!! kurang ajar" ujar Naya sembari menutupi matanya karena silau dan tak lama, Naya merasa pusing dan pandangan nya pun menjadi buram dan pingsan. Namun, Hans dengan cepat menahan tubuhnya agar tak terhantam ke tanah


"Nay, Naya! Bangun" Ujar Hans sembari menggoyahkan tubuh Naya. Suara Hans samar-samar terdengar di telinga nya


Dengan cepat, Hans mengendong Naya hendak membawanya ruang UKS. Diperjalanan, Naya tersadar dari pingsan nya dan terkejut melihat wajah Hans yang tengah mengendong nya


"Argh.. Lepasin!!" ujar Naya memberontak dan Hans pun segera menurunkannya kembali.


Tanpa sadar, Naya menampar wajah Hans dan pergi ke toilet sembari menangis


Hans hanya diam membeku ketika mendapatkan tamparan hangat dari Naya sembari memegang pipi nya "Dasar cewek prikk! udah ditolong juga" ujar Hans sembari kembali ke lapangan


"Oh my god! my crush" ujar Raya sembari menghampiri Hans yang masih berjemur dibawah tiang bendera


"Hans, nih minum" ujar raya sembari tersenyum lebar


"Hans, jam pelajaran pertama selesai! Hukuman mu sampai sini! Lain kali jangan telat lagi ya" ujar pak Dadang kembali ke kantor guru

__ADS_1


"Ternyata benar kata pepatah! Buah jatuh tak jauh dari pohonnya! nggak bara, nggak Hans sama saja. suka sekali telat dan tidur dikelas" ujar pak Dadang mengemerutu


Disisi lain, Raya memberikan minum kepada Hans. Namun, Hans tak merespon dan merebut air yang tengah di minum oleh Alice


__ADS_2