
"Gue gak tau gimana kedepannya! Semoga aja Naya bisa ngelewatin ini. gue jadi khawatir sama dia" ujar Alice di dalam hatinya.
"Woyy!! Malah bengong" ujar Hans sembari menjentik telinga Alice
"Kasar banget sih!!" ujar Alice sembari memegangi telinganya
"Abis Lo budeg banget! Naya kenapa gak sekolah hari ini?" tanya Hans dengan lantang
"Dia lagi gak enak badan!! Lagian ngapain Lo Nanyain Naya Mulu. Jangan bilang Lo suka sama dia" ujar Alice sembari menyeruput teh nya.
Mendengar hal tersebut, Hans tak menjawab lalu pergi kembali ke kelasnya
Disisi lain, Orang tua Naya tengah kebingungan menghadapi masalah putrinya. Mereka terus mencari jejak Darren yang menghilang bak di telan bumi
"Gimana nih pah? Anak itu gak tau kemana" ujar Arum sembari menutupi wajahnya mengunakan telapak tangannya
"Entah lah mah. Papa juga bingung harus gimana! apa perlu kita aborsi saja" ujar Ilham sembari duduk di sebelah istrinya
"Jangan pak!! Naya telah berdosa melakukan zina itu. kalau di aborsi maka dosanya semangkin besar! lagi pula usia Naya masih 17 tahun. takutnya nanti dia gak bisa mempunyai keturunan di masa depan" ujar Arum sembari menahan tangisnya
"Lalu kita harus bagaimana mah!! ini aib. jika semua orang tau maka hancurlah nama baik keluarga kita" ujar Ilham
"Ditambah lagi usia Naya yang masih muda! jika semua orang mengetahui hal ini. maka masa depannya akan hancur. mimpinya akan berhenti sampai sini" tambah pak Ilham sembari merangkul istrinya
"biasanya anak yang hamil di luar nikah gak akan kelihatan pah. gimana kalo kita merahasiakan hal ini. lagi pula sebentar lagi ujian kelulusan kan. setelah lulus nanti. kita suruh Naya istirahat selama 1 tahun baru lanjut kuliah. lagi pula punya anak waktu kuliah tidak masalah" ujar Arum sembari melirik putrinya yang tengah bersandar di pojok ruangan yang tengah tengelam dalam melamunannya
"Cuma itu satu-satunya jalan mah!! Semoga saja tuhan membantu kita dengan menutupi rahasia besar ini sampai Kelulusan Naya nanti" ujar pak Ilham
Beberapa hari kemudian. Naya masih belum masuk sekolah. teman-temannya yang khawatir pun menghampiri rumahnya. Namun, Orang tua Naya yang khawatir Rahasia putri nya terbongkar pun melarang mereka untuk bertemu.
"Maaf ya. Naya lagi sakit tipes gak bisa di jenguk nanti menular ke kalian. Tante gak mau kalian sakit kaya Naya" ujar Arum sembari tersenyum paksa dan menutup pintu.
Sisil dan Maya yang mengerti pun segera pergi dari rumah Naya. Sedangkan Naya hanya bisa mengintip temannya dari jendela kamar. dan tak lama, Alice datang membawa parcel untuk memastikan keadaan Naya. Orang tua Naya hendak menyuruh Alice pergi. Namun, Naya turun untuk menemui Alice
"Mah, Biarin dia masuk. Alice udah tau kok tentang rahasia Naya. dia yang bantu Naya melewati kesulitan selama menyembunyikan kehamilan ini" ujar Naya sembari merangkul tangan ibunya.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut. Arum mempersilahkan Alice masuk
"Orang tua lo udah tau nay?" ujar Alice yang bingung dengan ucapan Naya
"Iya Al. pas gue lagi pake korset. mama tiba-tiba masuk ke kamar dan lihat perut gue" ujar Naya sembari berusaha untuk duduk di ranjang
"Jadi gimana? Orang tua Lo nyuruh aborsi gak?" ujar Alice sembari membantu Naya untuk duduk
"Nggak, soalnya aborsi di umur gue resikonya besar. jadi kami memilih untuk melahirkan bayi ini dulu. perut gue gak keliatan kalo pake Hoodie atau jaket besar" ujar Naya sembari mengelus perutnya dan mereka pun bercanda bersama hingga sore hari.
Keesokan harinya, Naya kembali ke sekolah mengunakan Hoodie yang jumbo untuk menutupi perutnya yang membuncit
"Naya, akhirnya Lo berangkat sekolah lagi!! kita kangen banget tau" ujar Maya sembari memeluk Naya yang baru saja tiba
"Sorry, gue gak sempat ngabarin kalian. Gue sakit tipes soalnya hehe" ujar Naya sembari duduk di kursinya
"kita kemarin ke rumah Lo tapi disuruh pulang sama orang tua Lo. jadi sedih gak bisa jenguk Lo" ujar Sisil
"Iya, Mama gue takut Lo ketularan sakit dari gue! Lagian sekarang gue udah sembuh kok" ujar Naya sembari merangkul teman-temannya
"Lebay! Lebay! bilang aja Lo iri kan" ujar Maya melirik sinis ke arah Raya
"Dih, iri sama rakyat jelata!! gak bangett" ujar raya sembari melipatkan tangannya di dada
"Songong banget sih!! sok cantik" ujar Maya bergemerutu
"Apa Lo bilang!! hello, cantikan gue kali" ujar Raya sembari menaikkan kaki nya ke atas meja dan bersandar dengan santai
"Heh, Nenek lampir! Cantik dari mana Lo. dari belakang UPS haha" ujar Maya sembari tertawa
"May, jangan gitu ih" ujar Naya yang berusaha menghentikan perdebatan temanya
"Kurang ajar Lo ya!!" ujar raya yang kesal sembari menepak meja dengan keras
"berisik!! Mending kalian belajar. bentar lagi ada kuis" ujar Hans yang sedang membaca buku dan merasa terganggu
__ADS_1
"oh my god!! gue lupa. thank you Hans" ujar raya yang berubah menjadi hello Kitty dan mulai membuka bukunya untuk belajar
"Dih, Si kocak!! Langsung lemah lembut ngomong nya" ujar Maya bergemerutu
"Hah, kuis! hari ini ada kuis ya?" ujar Naya sembari membuka tas nya
"Nih, gue udah rangkum catatannya. masih ada waktu 15 menit untuk belajar" ujar Hans yang tiba-tiba memberikan sebuah bukunya lalu kembali ke kursinya
"aciee... ehm" ujar Teman-teman Naya sembari mencolek pinggang Naya untuk menggoda nya
"Apaan sih!! Jangan gitu lah" ujar Naya sembari membuka buku catatan yang diberikan oleh Hans
"Hans, kok catatan Lo dikasih ke dia sih!! Buat apa" ujar raya dengan ketus
"Kenapa? suka-suka gue lah" ujar Hans dengan dingin dan mulai memejamkan matanya
"ish, kesel banget gue sama Naya! dulu Darren sekarang Hans. semua yang gue suka di embat semua! dasar serakah" ujar Raya mengemerutu sembari melirik Naya dengan sinis
Singkat cerita, Waktu kuis pun tiba. guru pun memberikan satu kertas untuk menulis jawaban dan semua murid pun fokus menjawab semua kuis tersebut
"Waktu habis!! jawabannya 1973" ujar ibu Fina dan murid yang menjawab dengan salah pun berdiri meninggalkan kursinya dan berdiri di belakang menyaksikan teman-temannya yang lanjut ke kuis berikutnya
"Sebuah lampu dilairi arus listrik 0,8 A, jika muatan elektron adalah, maka jumlah elektron yang mengalir selama 1 jam adalah .....
A. 1,8 X 10^12
B. 2 X 10^19
C. 1,2 X 10^19
D. 5,0 X 10^18
E. 7,9 X 10^16
Waktu menjawab 2 menit dari sekarang" ujar ibu Fina dan para murid yang tersisa segera bergegas mencari jawabannya
__ADS_1