KESALAHAN DAN RAHASIANYA

KESALAHAN DAN RAHASIANYA
Ketahuan


__ADS_3

"Tadi waktu gue keluar dari ruangan dokter Erna. Lo denger percakapan kami gak?" ujar Naya sembari mengepal erat rok nya


"Nggak, Kenapa emang?" ujar Hans


"gapapa, gue malu aja kalo Lo tau bahwa sebenarnya siklus menstruasi gue gak normal" ujar Naya sembari tersenyum paksa dan menundukkan kepalanya


"Oh, tenang aja. Lo gak akan kena penyakit apa-apa kok. serahin aja semua nya sama Oma" ujar Hans sembari tersenyum


"Iya Hans. tapi bisa gak. Lo jangan bilang ke siapapun soal ini. gue takut orang mikirnya macem-macem" ujar Naya sembari tersenyum paksa


"Boleh. Lo tenang aja" ujar Hans yang membuat Naya merasa lega


"Ya udah gue pulang duluan ya. bye" ujar Naya sembari tersenyum dan hendak pulang


"Gue anterin ya" ujar Hans hendak berdiri. Namun, Naya menolak dan akhirnya mereka pun berpisah


Beberapa bulan kemudian. Alice telah sembuh dan kembali ke sekolahnya. sedangkan, Raya telah dibebaskan dari lapas anak-anak. Namun, ia di skors dari sekolah karena perbuatannya


Disisi lain, Naya semangkin depresi karena bayi nya semangkin berkembang. ia mengikat perutnya mengunakan korset pengecil perut untuk menyembunyikan kehamilannya.


"Naya, buruan nanti telat loh" ujar Arum sembari menyiapkan sarapan untuk putri dan suami nya


"Kok jam segini belum turun juga sih!! apa belum bangun?" ujar Arum sembari berjalan ke kamar Naya dan segera masuk ke kamar nya. ia pun syok saat melihat Naya yang sedang mengunakan korset.


"Arghhh..." teriakan Arum membuat suami nya bergegas menghampiri istrinya. sedangkan Naya terkejut melihat ibu nya yang terjatuh pingsan. ia pun segera menghampiri ibu nya


"Mama kenapa Nay?" ujar pak Ilham sembari mengendong istrinya ke atas ranjang.


Naya yang takut pun hanya bisa menangis sembari menggenggam tangan ibu nya


Tak lama, Ibu nya tersadar kembali dan teringat perut Naya yang membesar. ia pun dengan paksa membuka seragam putrinya sembari menangis.


Pak Ilham yang melihat hal tersebut pun terduduk lemas tak berdaya. Naya hendak membantu ayahnya untuk berdiri. Namun, pak Ilham menepis tangan Naya yang membuat Naya semangkin sedih


"Kenapa kamu tega ndok" ujar Pak Ilham dengan suara lirih

__ADS_1


"Siapa? Siapa bapak nya!! jawab" ujar ibu Arum yang terbawa emosi sembari memegang kedua pundak Naya


"Jawab Naya!! Siapa bapaknya!" Tambah ibu Arum berteriak melihat Naya yang hanya diam sembari menangis


"Pasti Pacar kamu yang nama nya Darren itu kan!" ujar pak Ilham sembari beranjak tengak dan Naya pun hanya menganggukkan kepalanya


"Papa sudah bilang berkali-kali jangan pacaran Naya!! ini lah akibatnya. sekarang beritahu papa Darren ada dimana?" ujar pak Ilham dengan tegas


"Naya gak tau pah. Dia gak ada kabar sejak pindah sekolah" ujar Naya sembari menangis


mendengar hal tersebut. Pak Ilham melemas dan ibu Arum pun segera memapah suami nya dan membantu nya untuk duduk agar tak terjatuh


Disisi lain, Pelajaran dimulai seperti biasa. Raya hendak mendekati Alice. Namun, Alice menjauh dan memilih bermain bersama Maya dan Sisil yang merupakan sahabat Naya


"Dih, awas ya! gue kasih pelajaran Lo" ujar Raya dengan kesal melihat Alice yang tertawa bersama teman-temannya


"Mau apa lagi Ray!! Jangan bilang Lo mau mencelakai Alice lagi" ujar Noni


"iya harus!! penghianat kayak dia emang pantes digituin" ujar Raya sembari menekukkan tangannya


"Oh, jadi dia itu anak dari babu nya keluarga Hans ya haha!! bagus deh, nanti kita sebarkan ke seluruh sekolah biar dia malu" ujar raya sembari pergi keluar kelas dan di ikuti oleh Noni


Singkat cerita. Raya benar-benar membuat poster dan menempelkan di papan pengumuman bahwa Alice adalah anak dari babu yang membuat seisi sekolah heboh dan mengunjingi nya


"Ada apa sih? kok mereka bisik-bisik melihat ke arah kita" ujar Maya


"iya, ada apa sih!!" tambah Sisil sembari terus berjalan mengarah ke kantin


"gusy!! ini dia anak babu nya haha" ujar raya yang muncul bersama Noni dengan membawa pengeras suara dan poster wajah alice. Mendengar hal tersebut. para murid pun menertawakan Alice


"Apaan sih Lo! jangan sembarang ngomong ya" ujar Alice sembari mendorong tubuh Raya


"heh anak babu!! gak usah pegang-pegang gue. ntar kotor. Lo kan miskin haha" ujar Raya sembari mengibaskan seragam nya


Melihat para murid menertawakan dirinya. Alice pun berusaha mengambil poster wajahnya yang telah di tempel oleh raya di dinding. Sisil dan Maya pun membantu merobek poster tersebut

__ADS_1


"Kenapa di robekin Al!! malu ya karena ketahuan miskin haha" ujar raya tertawa puas


"Lo gak ada kapok-kapoknya ya!! apa perlu gue buat Lo di keluarkan dari sekolah dan buat Lo gak diterima di sekolah mana pun di dunia ini" ujar Hans dengan dingin menghampiri Raya


"Hans, udah deh. Lo ngapain sih ngebelain anak dari babu Lo sendiri" ujar raya sembari merangkul tangan Hans


"Lepas!!" ujar Hans dengan dingin dan raya pun dengan paksa melepaskan tangannya


"Alice itu bukan babu! Mama nya emang kerja dengan keluarga kami. tapi sebagai kepala manager di perusahaan. kalo dibandingkan dengan bokap Lo yang masuk sekolah ini jalur beasiswa. Lo jauh dibawah level dia!" ujar Hans yang membuat raya terdiam karena tak menyangka bahwa Hans mengetahui hal tersebut. Para murid pun saling berbisik-bisik mendengar fakta tentang raya.


"Gue dapat beasiswa karena gue pintar!!" ujar Raya sembari menunjuk dirinya dengan angkuh


"Oh ya, berarti nanti kalo ada yang lebih pintar dari Lo. Lo bakal kehilangan beasiswa itu dong!! oke, kita liat aja nanti. jangan panggil gue Hans kalo gue gak bisa ngalahin kepintaran Lo" ujar Hans dengan lantang.


"Ingat raya! kali ini gue gak akan memperhitungkan ini. tapi kalo Lo ganggu mereka lagi termasuk Naya! Lo tau akibatnya" tambah Hans sembari pergi meninggalkan kerumunan murid


"Awas ya Lo!!" ujar Raya dan pergi meninggalkan Alice


"Huuu..." ujar Sisil dan Maya mengejek raya dan di ikuti oleh para siswa


Singkat cerita. Alice menghampiri Hans yang tengah diam menatap layar ponselnya


"Ngapain lo?" ujar Alice sembari duduk di sebelah Hans


"Siapa yang suruh Lo duduk disitu" ujar Hans dengan dingin


"Pelit banget sih anak nya bara!!" ujar Alice sembari memakan stick coklat nya


"Berisik banget anak nya Stella!" ujar Hans sembari merebut stik coklat Alice


"Udah minta stick orang. Ngejek emak gue lagi lu" ujar Alice


"Lah, Lo duluan bawa-bawa bapak gua!" ujar Hans sembari memasukkan handphonenya ke dalam saku


"Ngomong-ngomong, Naya kenapa gak masuk hari ini? Naya ngabarin Lo gak?" Tambah Hans dan Alice pun hanya diam

__ADS_1


"Gue gak tau gimana kedepannya! Semoga aja Naya bisa ngelewatin ini. gue jadi khawatir sama dia" ujar Alice di dalam hatinya.


__ADS_2