
Melihat putra nya berjalan memasuki rumah. ia mengepalkan tangannya dengan erat "Sabar bara, Tunggu waktu yang tepat!! setelah itu, habis kau Hans" ujar bara sembari melemparkan batu ke sungai dengan kesal
Sesampainya dirumah. Hans dengan sigap membantu Naya yang hendak duduk karena kedua bayi nya menangis "Duh, Mana nangis semua lagi!! Coba aja ada mama disini" ujar Naya sembari mengendong salah satu bayi nya
"Tenang, Kalo Lo udah sembuh gue anter pulang" ujar Hans sembari membantu Naya menenangkan bayi nya "Kayaknya laper nih" ujar Hans sembari meletakkan kembali bayi Naya dan bergegas membuatkan susu
Bara yang penasaran pun mengintip putra nya yang tengah membuatkan susu dari celah dinding rumah yang terbuat dari bambu. "kok tu bocah betah disini!! Gak gatel kah badannya?" ujar bara yang melihat lantai rumah masih rata dengan tanah
"Itu anak siapa lagi!! gak mungkin anak nya kan" tambah bara sembari mengaruk tubuhnya yang alergi akan serbuk bambu
"Pak Tono!!" ujar pak Rusdi menepuk pundak bara
"Eh, pak Rusdi. ada apa pak?" ujar bara sembari tersenyum paksa "Bapak ngapain ngintip gitu? ketuk aja pintu nya kalo mau lihat anak nya mas hans" ujar pak Rusdi sembari melirik ke celah dinding rumah "Hah, A- anak?" ujar bara terbata-bata karena syok "Ada apa pak?" ujar Hans membuka pintu saat mendengar percakapan seseorang
"Oh, ini pak Tono mau lihat bayi mas" ujar pak Rusdi sembari tersenyum "Oh, masuk aja pak" ujar Hans sembari mempersilahkan bara dan pak Rusdi masuk kerumahnya
"Sialan!! Sejak kapan anak ini begini! subur juga sampe kembar gitu" ujar bara melihat kedua bayi Naya yang menangis
"ini nay susu nya" ujar Hans sembari meneteskan beberapa tetes susu ke tangannya untuk memeriksa suhu susu tersebut
"Kayaknya kamu masih muda banget ya Hans? kok udah punya anak aja" ujar bara yang pura-pura tak mengenali putra nya
"iya pak, umur saya baru 18 tahun" ujar Hans sembari tersenyum paksa "bisa dibilang, saya Papa muda" tambah Hans sembari tertawa kecil. Mendengar hal tersebut, Bara ingin mengamuk. Namun, ia berusaha untuk tenang "oh begitu! selamat ya, saya pulang dulu. mau buang air besar" ujar bara sembari pergi meninggalkan Hans yang masih sibuk memberikan susu ke bayi Naya.
setelah bara pulang ke rumah. ia mendapatkan pesan dari ibu nya. bahwa, kesehatan Rere mulai menurun dan harus dirawat di rumah sakit. bara pun bergegas pulang untuk merawat istrinya
disisi lain, Naya terkejut mendengar pernyataan Hans sebagai papa muda "Lo ngapain sih ngomong begituan!!" ujar Naya yang mendengar percakapan Hans dengan bara "ya gapapa! emang salah? lagian mereka gak di inginkan sama bapak nya. ya udah, biar gue aja pengganti nya" ujar Hans sembari meletakkan bayi Naya yang telah tertidur
__ADS_1
"Ngomong apaan sih!! Ngelantur Mulu Lo" ujar Naya sembari menutup bayi nya dengan kelambu anti nyamuk
"Serius gue Nay, biar gue aja jadi bapak nya" ujar Hans sembari kembali ke sofa. Namun, Naya pura-pura tidur agar Hans berhenti berbicara
Singkat cerita, sebulan bulan berlalu. Naya telah pulih dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Hans membantu Naya mengasuh bayi nya dan mencuci baju bayi nya. Sedangkan kesehatan Rere semangkin memburuk dan bara pun segera menghubungi orang tua Naya untuk menjemput putrinya
Hans yang tengah menjemur pakaian bayi kembar pun terkejut saat melihat orang tua Naya berdiri di depan nya dengan tatapan dingin
"Mana Naya?" ujar ibu Arum sembari masuk kerumahnya di ikuti oleh pak Ilham
"Ma-mama" ujar Naya sembari meletakkan bayi nya ke ranjang dan bergegas memeluk ibu nya
pak Ilham yang sangat marah pun seketika dingin saat melihat kedua bayi kembar Naya yang tengah tertidur pulas
"Cantik dan ganteng" ujar ibu Arum sembari mengendong salah satu cucu nya dan memberikannya ke pak Ilham
"Kira-kira siapa nama nya ya?" ujar ibu Arum sembari mengendong satu lagi cucu nya
"gimana kalo Yang cewek aura dan yang cowok andara" ujar pak Ilham yang mulai tersenyum
"Wahh, bagus juga tuh. mama setuju" ujar Arum sembari mencium cucunya
"Kalo gitu ayo kita pulang dan kamu Hans, orang tua mu sudah menunggu di rumah sakit. Kesehatan mama mu memburuk! cepat lah pulang jangan sampai menyesal nanti nya" Tambah Arum sembari berbalik melihat Hans yang baru selesai menjemur baju
Mendengar hal tersebut, Hans bergegas pergi untuk menemui ibu nya dengan khawatir dan rasa yang menyesal. Sesampainya di rumah sakit. Hans segera memeluk ibu nya yang tengah tertidur
"Mama.. maaf" ujar Hans Sembari menangis di pelukan ibu nya
__ADS_1
"Hans!! ini beneran kamu!! akhirnya kamu pulang juga" ujar Rere sembari memegang kedua pipi Hans yang masih menangis
"Masih ingat jalan pulang?" ujar bara dengan ketus "Jangan gitu ih!!" ujar Rere hendak duduk dan di bantu oleh Hans "Mama kangen banget tau!! kamu kemana aja sih" Tambah Rere sembari memeluk putra nya
"Udah, namanya juga anak-anak! kamu istirahat aja biar cepet sembuh" ujar bara sembari memberikan kode ke Hans untuk pulang kerumahnya
"Tapi kan.." ujar Rere sembari menahan tangan tangan Hans yang hendak pulang
"Dia baru pulang! pasti capek jadi biarin dia istirahat dulu" ujar bara sembari memberikan obat ke Rere
Singkat cerita, keesokkan harinya. Hans kembali ke sekolah dan di sambut oleh teman-temannya yang ikut mencari keberadaan Hans saat ia di nyatakan menghilang "Dari mana aja Hans? Sumpah sekolah heboh banget waktu tau Lo hilang" ujar Andrea sembari menepuk pundak Hans "Iya, Lo di culik apa gimana?" tambah Leon
"Nggak!! gue lagi ngambek sama bokap dan liburan ke Bali!! sorry, udah buat keributan" ujar Hans sembari tersenyum paksa dan kembali ke kursinya
"Hans!! Naya mana?" ujar Alice duduk disebelah Hans dan berbisik
"Nggak tau!! Dirumah nya mungkin" ujar Hans sembari mengeluarkan buku di tas nya
"Lo udah tau soal Naya?" ujar Alice dengan ragu sembari berbisik.
mendengar hal tersebut, Hans diam mematung sesaat dan menoleh ke arah Alice dengan tatapan tajam
"Jadi selama ini Lo tau!!" ujar Hans dengan datar yang membuat Alice merinding
"A-Apa nya!" ujar Alice terbata-bata karena melihat Hans yang seakan ingin menerkam
"Naya!!" ujar Maya dan Sisil yang melihat Naya masuk ke kelas dan bergegas menghampiri nya.
__ADS_1
Alice yang mendengar hal tersebut segera menghampiri Naya dan memeluk nya