
Disisi lain, Hans kembali ke kamar Naya untuk mengambil kunci mobil yang tertinggal. ia pun masuk tanpa permisi dan tak sengaja melihat Naya tengah menyusui bayi nya
"Argh!!" Hans berteriak sembari menutupi wajahnya mengunakan telapak tangan dan bergegas berbalik agar tak melihat aurat Naya..
Sedangkan Naya dengan santai berbalik ke arah tembok dan menutupi dadanya mengunakan kain
"Ngapain Lo balik lagi?" ujar Naya sembari menoleh ke belakang. "Ambil kunci mobil!! sorry gue gak sengaja liat" ujar Hans sembari meraba meja mencari kunci dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut
Keesokkan harinya, Keadaan bayi aura dan Andara pun membaik dan telah di perbolehkan untuk pulang. Sedangkan Naya dengan semangat pergi ke sekolah karena akan ada ujian kelulusan.
Naya Merasakan hal yang tak biasa saat semua mata dengan tatapan sinis dan jijik tertuju padanya. Ia melihat Maya yang tengah bersama beberapa siswi sedang bergosip sembari memandangi dirinya
"Hai Maya,Siska,Alina" ujar Naya yang berusaha untuk menyapa teman-temannya. Namun, Maya dan kedua temannya bergegas meninggalkan Naya tanpa menjawab sapaan Naya.
"Kenapa ya?" ujar Naya sembari menoleh ke kiri dan kanan melihat para murid tengah berbisik dan memandangi nya dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"Ikut gue nay!!" ujar Hans dengan panik sembari menarik tangan Naya dan membawa nya ke mobil agar menjauh dari publik. Sedangkan Alice dan sisil berusaha merobek foto Naya yang tengah menyusui di papan pengumuman
"Ini ulah siapa sih!! Gak tau kena pasal pencemaran nama baik apa" ujar Sisil dengan kesal sembari mengumpulkan poster foto di dinding. "Stop sil!!" ujar Maya yang menahan tangan Sisil untuk merobek foto tersebut.
"Lo lagi!! ngapain diem aja. buru bantuin gue merobek foto Nggak jelas ini" ujar Sisil yang terus mengambil foto yang tertempel di dinding dan tiang sekolah.
"Nggak jelas dari mana? itu udah jelas loh. kalo Naya pernah hamil dan melahirkan! dia punya anak kembar dan gue liat sendiri kemaren" ujar Maya mengikuti Sisil yang sibuk mengambil foto Naya di dinding. Mendengar pernyataan Maya. Langkah kaki Sisil terhenti dan berbalik ke arah Maya yang terus mengikuti nya. "Apa Lo bilang" ujar Sisil
"Duduk dulu! ntar gue ceritain" ujar Maya sembari menarik tangan Sisil dan membawa nya ke kursi di lorong sekolah
"Bubar semua nya!! bubar" ujar Alice berteriak membubarkan kerumunan murid yang penasaran tentang gosip tersebut.
"Sil!! Lo gapapa?" ujar Alice sembari menghampiri Sisil yang terdiam mematung sembari mengepalkan tangannya
"Maya bilang, Lo dan Hans tau masalah ini?" ujar Sisil dengan nada gemetar menatap Alice
__ADS_1
"Ma-Masalah apa?" ujar Alice berusaha untuk tenang sembari memegang pundak Sisil. "Apa benar Naya punya anak? Apa gosip ini bener?" ujar Sisil dengan mata memerah dan berlinang. "Jawab Alice!! Kenapa gak ada yang mau ngasih tau gue!" Tambah Sisil menggertak Alice yang hanya diam. "Lo tenang dulu!! Kita bicarakan ini di tempat lain aja" ujar Alice sembari menarik tangan Sisil dan membawanya menjauhi para murid
Disisi lain, Naya dibawa masuk ke mobil Hans untuk mengamankannya dan membawa naya ke perbatasan kota. di atas bukit tinggi yang memperlihatkan pemandangan desa dari kejauhan
"Ada apa sih? kok gue ngerasa ada yang aneh?" ujar Naya yang Bingung melihat Hans hanya diam saat di tanya
"Jawab Hans!!!" Tambah Naya dengan panik melihat Hans yang nampak tak tenang
"Semua orang udah tau nay!" ujar Hans yang membuat Naya tambah kebingungan. "Tentang Aura dan Andara! tentang alasan Lo daring dengan alasan sakit ternyata untuk melahirkan" Tambah Hans membuat Naya tertegun
"Seseorang diam-diam ngambil foto Lo lagi menyusui di rumah sakit. foto itu udah tersebar! tapi Lo tenang aja! gue bakal cari orang yang udah nyebarin berita itu" ujar Hans sembari menggenggam tangan Naya yang tengah menangis
Tak lama, Handphone Naya berdering. Ia mendapatkan kabar bahwa sang ayah kehilangan jabatan nya di sekolah karena kasusnya. Naya merasa dunia nya hancur dan terus menangis di pelukan Hans.
Ia di keluarkan secara tak terhormat dari sekolahnya dan terpaksa mengubur impiannya untuk masuk ke universitas ternama
__ADS_1