
"Nggk, nggak ada!! udah, Lo balik ke kelas sana! gue mau ngerokok" ujar Hans sembari memutar tubuh raya dan mendorong nya dengan pelan agar mereka Pergi dari sana. Raya yang merasakan keanehan akan tingkah laku Hans yang tak biasa pun segera melihat ke arah mobil dan memperhatikan nya dengan seksama. "buruan!! sana-sana" ujar Hans sembari mengiring raya dan Noni yang masih fokus menatap mobil nya.
Disisi lain, Naya masih memompa asi nya dengan tergesa-gesa karena melihat kehadiran raya dan Noni di luar mobil Hans. ia pun berusaha untuk tenang agar raya tak mencurigai akan adanya ia di mobil tersebut
Hans yang berhasil membuat raya pergi dari parkir pun segera bernafas lega dan mulai lebih fokus menjaga keadaan sekitar. Tak lama, Naya telah selesai memompa asi nya dan bergegas keluar dari mobil Hans. "udah?" ujar Hans sembari memperhatikan sekitar agar tak ada yang melihat Naya keluar dari mobilnya. "udah Hans, makasih ya! sekali lagi Lo udah nyelametin gue" ujar Naya sembari tersenyum dan kembali ke kelas bersama Hans.
Disisi lain, raya yang curiga akan tingkah laku Hans pun tak langsung kembali ke kelas. ia bersembunyi di balik pos untuk memantau tindakan aneh dari Hans. "Apa!! Naya kok bisa keluar dari mobil nya Hans sih?" ujar Raya yang terkejut melihat Naya dan mengikuti nya dari belakang
"Fix, ini ada yang mereka sembunyikan!! apa ya kira-kira" ujar raya sembari mengigit ujung jari telunjuk nya. "Gimana kalo kita bobol mobil nya Hans dan liat apa yang Naya lakuin di sana!!" ujar Noni sembari berbisik. "Lo bener juga!! tumben otak Lo cair" ujar raya sembari tersenyum kecil dan mulai merencanakan sesuatu untuk mencuri kunci mobil Hans
__ADS_1
Singkat cerita, Mereka telah sampai ke kelas dan tak lama pelajaran ibu Santi selesai dan di sambung pelajaran olahraga yang mengharuskan semua murid untuk berkumpul di lapangan. Raya yang melihat kondisi kelas yang kosong pun mulai bergegas mencari kunci di tas Hans. "Udah belum Ray!! si Alice sama Sisil menuju kesini nih" ujar Noni yang menunggu di depan pintu dan memberikan peringatan kepada raya. Noni hanya diam dan terus mengengam celana nya dengan erat saat Melihat Alice dan sisil yang semangkin dekat. "Buruan Ray!! udah belum?" ujar Noni yang panik dan berkeringat dingin. "Iya, Drakor yang dokter itu loh!!" ujar Alice sembari tertawa bersama Sisil dan hendak masuk ke kelas melewati Noni yang tengah berjaga. Namun, Noni menghalangi langkah mereka yang membuat Alice kesal "ngapain Lo menghalangi gue sama Sisil?" ujar Alice dengan dingin dan hendak menerobos Noni. Namun, Noni mendorong Alice yang membuat mereka curiga.
"Lo gak maling kan?" cetus Sisil yang kesal sembari menahan tubuh Alice yang hampir terjatuh saat Noni mendorong nya.
"Enak aja!! ya nggak lah. Si raya lagi ganti baju jadi kalian gak boleh masuk" ujar Noni sembari membentangkan kedua tangannya untuk menghalangi Alice dan sisil
"heh, sejak kapan ganti baju dikelas!! Toilet cewek kosong tuh" ujar Alice berusaha untuk masuk karena tak percaya kepada Noni
"Apaan sih!! gue disuruh pak Anto ngambil buku absen!! udah sana, minggir" ujar Sisil sembari menerobos Noni dan di bantu oleh Alice. Namun, Noni tetap berusaha menahan alice dan Sisil agar tak masuk ke kelas. Tak lama, Raya membuka pintu kelas yang membuat keributan terhenti. "Kalian tuh gak ngerti bahasa manusia ya!! Noni udah bilang gue lagi ganti baju. gak sabaran banget sih" ujar Alice sembari mengibaskan rambutnya dan menarik tangan Noni untuk pergi dari sana. melihat raya dan Noni pergi membuat Alice penasaran dan hendak mengikuti nya. Namun, Sisil mencegah Alice dan merangkul nya untuk masuk kelas mengambil buku absen.
__ADS_1
Sesampainya di Parker. Noni berjaga jaga agar tak ada yang melihat raya membuka mobil Hans. tak lama, raya memangil Noni dan ia pun menghampiri nya. "Lo liat!! di mobil Hans ada asi dan pompa nya" ujar raya sembari memegang kantong yang terisi Asi. "oh my god!! Seriously" ujar Noni yang terkejut melihat hal tersebut. "Ini gak mungkin punya Naya kan??" ujar raya dengan mata terbelalak. "Siapa lagi kalo bukan Naya!! kan tadi dia keluar dari mobil Hans. dan Lo inget gak pas kita nyamperin Hans. dia kayak panik dan berusaha untuk ngusir kita dari sini" ujar Noni sembari menutup mulutnya. 'Iya, Lo bener!! Lagian ngapain Hans nyimpan ginian!! gue yakin yang disembunyikan Hans tadi tuh ini" ujar raya sembari melempar dengan jijik kantong asi tersebut. "Wait!! Kalo emang asi ini punya Naya. berarti??" ujar Noni sembari memandang raya dengan mata terbelalak. "Oh my god" ujar raya sembari menepuk dahi nya dan menutup kembali mobil Hans. "Kita harus cari buktinya dan ngebongkar hal ini" ujar raya sembari merangkul tangan Noni dan bergegas mengembalikan kunci mobil
Tak lama, Raya dan Noni datang ke lapangan yang membuat seluruh mata tertuju kepadanya "Ada apa sih?" ujar raya sembari masuk ke barisan para murid. "Dari mana saja kalian!!" ujar pak Anton dengan ketus. "Maaf pak, tadi saya sakit perut dan bab" ujar raya sembari menundukkan kepalanya. "Dan kamu Noni?" ujar pak Anton dengan dingin sembari melirik ke arah Noni. "Saya nemenin raya pak" ujar Noni sembari tersenyum paksa. "Baik, Untuk tugas bapak kali ini kalian berkelompok untuk menciptakan gerakan senam. kelompok siapa yang paling kompak dan bagus akan bapak traktir" ujar pak Anton sembari membuka buku absen dan mulai menentukan pasangan per kelompok
"Anya,Sisil, Alice dan Zainal" ujar pak Anto yang membuat para murid berteriak "Ciee Alice Zainal... ehem" ujar para murid yang membuat pipi Alice memerah
"Acha,Rudi,Maya dan Yudi" ujar pak Anton sembari melihat Acha mengumpulkan kelompok nya. "Billa, Rini, Cinta, Noni dan Hans, selanjutnya Raya,Udin,seto dan Naya" ujar pak Anto
"Kebetulan banget!! dengan begitu gue lebih mudah untuk mencari tau beneran tentang Naya" ujar raya di dalam hati sembari tersenyum kecil
__ADS_1
"Yahh, kita gak sekelompok" ujar Sisil sembari mengandeng tangan Naya. "Lo mah enak bisa sekelompok sama Alice" ujar Maya sembari memasang wajah sedih. "Lebay!!" cetus Noni sembari mengibaskan rambutnya