KESALAHAN DAN RAHASIANYA

KESALAHAN DAN RAHASIANYA
Lari


__ADS_3

"Jangan-jangan!!" ujar Hans sembari berlarian menuju rumah Naya. Namun, Bara dan anak buah nya telah mengepung rumah Naya.


Disisi lain, Naya panik saat melihat rumahnya dikepung dan hendak bersembunyi di balik lemari. Namun, untungnya Hans tiba dengan masuk dari atap rumah


"Hans.."ujar Naya yang merasa tenang saat melihat Hans berhasil turun dari plafon


"Ikut gue" ujar Hans sembari menarik tangan Naya dan hendak kabur dari pintu belakang. Namun, langkahnya terhenti saat membuka pintu dan melihat anak buah bara mengacungkan pistol ke dirinya.


Bara yang melihat putra nya pun segera memperintahkan anak buahnya untuk menurunkan pistolnya


"Mana?" ujar bara dengan dingin sembari mengangkat tangannya untuk meminta flashdisk yang dicuri Hans


"Mana flashdisk nya nay?" ujar Hans berbisik kepada Naya dan Naya pun segera mengambil flashdisk tersebut di atas meja dan memberikannya kepada Hans


"Lancang kamu ya!! siapa yang mengajarkan mu mencuri" ujar bara sembari mengambil flashdisk yang diberikan Hans


"Hans cuma mau bantu papa kok" ujar Hans sembari menundukkan kepalanya


"Tarik dia pulang!" ujar Bara dengan dingin sembari masuk ke mobil dan anak buah nya pun segera membawa Hans pulang dengan paksa


"Habisi gadis itu" Tambah bara sembari melirik Naya.


disisi lain, Hans yang mendengar perintah papa nya pun memberontak dan berhasil melepaskan dirinya dari genggaman anak buah papa nya. ia segera menarik tangan Naya dan membawanya pergi


"Kejar!! jangan sampai lolos" ujar bara berteriak melihat putranya menghilang dalam kegelapan hutan


"Hans kenapa?" ujar Naya sembari menghentikan langkah kaki nya


"Papa nyuruh anak buah nya ngebunuh Lo!! buruan lari" ujar Hans yang melihat anak buah papa nya semangkin dekat


Singkat cerita, Hans dan Naya berhasil kabur dari kejaran anak buah papa nya dengan bersembunyi di dalam lobang. ia melihat anak buah ayahnya yang sudah pergi. ia pun segera keluar dari tempat persembunyiannya bersama Naya

__ADS_1


"Kita gak bisa pulang sekarang. Papa gak akan berhenti sebelum keinginan nya terpenuhi" ujar Hans sembari mengatur nafasnya


"Tapi kenapa mereka mau ngebunuh gue? gue salah apa?" ujar Naya


"Lo pasti sudah liat semua file yang ada di flashdisk itu kan! papa merasa terancam kalo seseorang tau flashdisk itu. dia selalu ngebunuh siapa pun yang mengetahui isi nya kecuali dirinya" ujar Hans sembari duduk di batu untuk beristirahat


"gak Termasuk Lo kan! kenapa Lo juga kabur? seharusnya Lo biarin gue dihabisi. dengan begitu penderitaan gue selesai" ujar Naya sembari bersender di pohon besar


"Mending kita cari tempat yang aman sebelum anak buah papa balik ke sini lagi!!" ujar Hans sembari menarik tangan Naya dan membawanya pergi


Keesokkan harinya. Hans hendak membawa Naya ke bandara dan mengirimnya ke Bali untuk bertemu orang tua nya. Namun, Naya singgah ke toko kelontong untuk memberi beberapa roti


"Buru Nay" ujar Hans yang takut ditemukan oleh anak buah papa nya.


Tak lama, siaran di tv toko tersebut menampilkan wajah Naya berserta Hans. bara mengadakan kompetisi siapa pun yang menemukan mereka akan diberi imbalan berupa uang 1M.


Seorang ibu-ibu yang melihat Naya pun segera membandingkan nya dengan Gambar di tv. ia pun berteriak yang membuat pengunjung toko melihat ke arah Naya


"Hans yang mendengar hal tersebut segera masuk ke toko dan membawa nay kabur


"Bentar Hans, ini belum dibayar" ujar Naya sembari lari karena tangannya di tarik oleh Hans


"Berisik lu!! Mau ditangkap?" ujar Hans sembari masuk ke taxi


Tak lama, Toko tersebut di datangi sepuluh mobil polisi yang telah di kerahkan bara untuk membawa Hans pulang. Namun, sesampainya disana. para polisi tersebut tak menemukan Hans


"Benar pak. Saya melihat gadis itu di dekat kasir! Setelah saya berteriak mereka kabur" ujar ibu tersebut


Disisi lain, Hans dan Naya hendak ke bandara. Namun, Ada beberapa polisi yang berjaga di pinggir jalan dan menghentikan satu persatu mobil yang ingin melintasi jalan tersebut. Hans dan Naya pun segera turun dari taxi dan berjalan secara perlahan ke hutan agar tak di temui polisi tersebut.


Setelah beberapa lama berjalan di tengah hutan. Mereka menemukan desa yang terisolasi dari luar dan mereka pun menetap sementara di desa tersebut

__ADS_1


Naya merasakan sakit di perutnya dan segera dibantu oleh beberapa ibu-ibu di kampung Tersebut "Sudah berapa bulan?" ujar ibu tersebut sembari mengelus perut Naya


"Tujuh buk" ujar Naya sembari menahan sakitnya


"Tenang ya, bayi nya baik-baik saja kok" ujar ibu tersebut sembari mengoleskan ramuan di perut Naya. Hans yang baru saja membersihkan badannya pun terkejut mendengar hal tersebut. ia diam mematung saat melihat perut Naya membesar


"hei, kok malah diam disini!! sana temani istrinya" ujar ibu murni sembari menepuk pundak nya


Naya yang mendengar hal tersebut segera melihat ke arah pintu dan terkejut melihat Hans yang sedang melihat perutnya


"Loh, kok ditutup. kan belum selesai" ujar Mbah Iyem yang melihat Naya menutup perutnya


"Udah gak sakit lagi kok Mbah. Makasih ya" ujar Naya sembari tersenyum kepada ibu Iyem


"oh, ya sudah kalau begitu. mbah pulang dulu ya! nanti kalau ada apa-apa panggil Mbah aja" ujar Mbah Iyem sembari berdiri dibantu oleh ibu murni


"Mas, istrinya di jaga ya. Kalian tinggal di rumah ini saja. rumah ini sudah ditinggal mati pemiliknya. memang agak kumuh cuma kalo sudah bersih pasti nyaman" ujar Mbah Iyem sembari tersenyum kepada Hans yang masih syok


"i-iya Mbah, Terimakasih" ujar Hans sembari mencium tangan Mbah Iyem


Disisi lain, Bara menampar wajah polisi tersebut karena murka kepada mereka yang tidak berhasil membawa anak nya pulang.


"Begitu saja kalian gagal! dasar tidak berguna. enyah lah dari hadapan ku" ujar bara menaikan nada bicaranya dan polisi tersebut bergegas pergi dari ruangannya


Rere yang mendengar hal tersebut segera menghampiri bara dan menangis di pelukannya "Gimana kalo dia gak balik lagi bar" ujar Rere sembari menangis tersedu-sedu


"Tenang, Dia gak akan bisa lari kemana pun. Aku udah menyebarkan polisi di berbagai wilayah dan menutup koneksi jalan keluar dari kota ini. Dia pasti gak bisa lari kemana-mana" ujar bara sembari mengelap air mata Rere


"Om, Tante.." ujar Alice yang tergesa-gesa masuk mencari keberadaan bara dan Rere bersama Stella


"Ada apa Al?" ujar Rere sembari mengelap air mata nya dan menghampiri Alice

__ADS_1


"Naya udah ketemu belum? mereka ada dimana?" ujar Alice dengan panik dan memeluk tangan Rere


__ADS_2