KESALAHAN DAN RAHASIANYA

KESALAHAN DAN RAHASIANYA
Seram


__ADS_3

Singkat cerita. Waktu pulang pun tiba. semua murid pun telah pulang kerumah masing-masing kecuali Hans yang pergi ke sirkuit balapan untuk menemui teman lamanya


"Hei bro!! gila, udah lama banget Lo gak kesini" ujar Anjas menghampiri Hans sembari merangkul nya.


"Sorry, Gue baru datang ke sini! Gimana kabar kalian" ujar Hans sembari duduk dengan santai menyaksikan beberapa temannya yang sedang balapan


"kabar kita pasti baik dong! cuma sekolah sepi aja gak anda Lo" ujar Anjas yang ikut duduk disebelah hans


"Mau balapan?" Tambah Anjas sembari mengangkat sebelah alisnya


"Motor gue masih disita bokap" ujar Hans dengan dingin sembari mengeluarkan rokok dari kantongnya


"Yaelah bro!! tuh" ujar Anjas sembari menunjuk sebuah motor yang terparkir. Hans tersenyum kecil sembari melempar rokok ke dada Anjas dan menghampiri motor tersebut "Gimana bre?" Tambah Anjas sembari mengelus body motornya


"Boleh juga!! Gass" ujar Hans sembari tersenyum kecil yang membuat teman-temannya bersorak "ini dia yang gue suka dari Lo!! bravo man" ujar Anjas sembari menepuk pundak Hans


Singkat cerita, Hans dan temannya pun mulai balapan dan disisi lain, Naya tengah melihat dan mengelus perutnya yang membuncit di depan kata. "Nay, mulai besok kamu daring ya! perut mu sudah mulai membesar" ujar Ibu Arum sembari meletakkan susu di atas meja


"Yahh mah, kenapa gak abis ujian aja" ujar Naya sembari duduk di ranjang dan meminum susunya


"Gak bisa Nay, kandungan mu sudah mau masuk tujuh bulan. Mama takut ada yang tau rahasia mu ini" ujar Ibu Arum sembari mengelus pundak Naya dengan lembut


"Nurut ya sayang. Ini demi kamu dan bayi ini" Tambah ibu Arum sembari tersenyum dan memeluk putrinya


"Iya mah, Naya ngerti" ujar Naya sembari menatap wajah nya melalui kaca di belakang ibu nya

__ADS_1


"oh ya, kita ke rumah sakit yuk. hari ini ada jadwal check up kan" ujar Ibu Arum sembari memegang kedua pundak putrinya


"duh, gawat nih! kalo ke rumah sakit X takut ketemu Hans. itu kan rumah sakit nenek nya" ujar Naya didalam hati. "Nay, hey" ujar ibu Arum menyadarkan naya dari lamunan nya


"Jangan ke dokter Erna ya mah. soalnya dia nenek dari temen sekolah nay. takutnya nanti ketahuan" ujar Naya sembari menggenggam tangan ibunya


Ibu nya yang mengerti pun segera menyetujui nya dan mencari dokter kandungan lainnya.


Beberapa hari kemudian. orang tua Naya Pergi selama satu Minggu ke bali untuk menghadiri seminar dan meninggalkan Naya dirumah sendiri. Naya yang merasa bosan dirumah pun akhirnya pergi ke bibir laut di pinggir kota pada saat malam hari dan mengabaikan perintah orang tuanya yang menyuruh nya untuk tidak pergi kemana-mana


"Pemandangan laut di malam hari gelap banget kaya masa depan gue" ujar Naya yang sedang duduk dibatu Sembari berceloteh dan tanpa sadar bahwa ada seseorang tengah berjalan menghampiri nya


"Coffee..." ujar seseorang tersebut sembari memberikan segelas kopi. "Hans?.." ujar Naya yang terkejut melihat Hans dan buru-buru melipatkan kaki nya untuk menutupi perutnya


"ng-nggak! nggak ada apa-apa kok" ujar Naya sembari mengambil Coffee yang diberikan oleh Hans "Thanks coffee nya" Tambah Naya sembari tersenyum paksa


"Lo kenapa daring? katanya sakit tapi kok disini?" ujar Hans sembari melepaskan jaketnya dan menyelimuti Naya yang hanya mengunakan kaos jumbo


"Gu-Gue, Gue bosen dirumah. jadi gue diam-diam keluar buat cari angin segar" ujar Naya sembari menyeruput kopi nya dan berusaha tenang agar Hans tak curiga


"Lo sakit apa?" ujar Hans sembari menyentuh kening Naya untuk mengetahui suhu tubuhnya


"Emh, sorry Hans. gue gak nyaman" ujar Naya sembari menjauhkan tangan Hans


"Btw, gue udah rumayan lama disini jadi gue balik ya! jaket Lo gue Bawak dulu" ujar Naya buru-buru pergi sembari menutupi perutnya mengunakan jaket hans.

__ADS_1


Sesampainya dirumah. Naya bernafas lega dan segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang sembari mengatur nafasnya yang tak teratur


"Untung aja!! Deg-degan jantung gue" ujar Naya sembari menutupi wajahnya mengunakan jaket Hans. " Aw, hidung gue kebentur apa?" ujar Naya sembari memegangi hidungnya


"Kayanya dari jaket Hans! Apa ya, kok sakit banget" ujar Naya sembari memeriksa di setiap kantong jaket dan menemui sebuah Flashdisk "Hans ngapain Bawak ginian? kira-kira apa ya isinya? jadi kepo" ujar Naya sembari duduk di meja belajar untuk membuka isi file tersebut


"Isinya video gak jelas!! ngapain Hans nyimpan ginian" ujar Naya yang melihat video berupa semak, hutan, taman bermain dan bawah jembatan


"Tunggu!! kayak gak asing sama jurang ini" ujar Naya yang melihat cuplikan video tersebut lalu membuka koran yang telah lama ia simpan dan menyamakan lokasi jurang tersebut


"bener ini tempat nya!! Tempat Om Aryo dihabisi. ngapain Hans kesini dan nyimpan video jurang ini" ujar Naya sembari memperhatikan video tersebut dan gagal fokus dengan tanggal rekaman yang ada video


"Hah, Tanggal 12 Maret 2018!! kok bisa pas dengan Tanggal tewasnya Om Aryo" ujar Naya tercengang "Nggak, Ini pasti kebetulan aja" Tambah Naya sembari melihat video lainnya


"Tanggal 20 Desember 2020 di taman bermain siolang" ujar Naya sembari membuka internet nya dan mencari Tanggal tersebut dan muncul berita tewas nya seorang anak kecil secara tragis yang membuat Naya merinding seketika. ia pun terus mencari informasi tentang video lokasi yang ada di flashdisk tersebut


"Jadi tempat di video ini adalah lokasi dimana terjadinya pembunuhan dan tempat mayat dibuang" ujar Naya tercengang


Disisi lain, Pelacak yang berada di flashdisk tersebut tiba-tiba aktif pada saat dicolokkan ke komputer dan secara otomatis pemberitahuan masuk ke handphone bara. Bara yang mendapatkan notifikasi alamat Naya pun tersadar bahwa flashdisk nya dicuri dan segera mendatangi tempat tersebut


Disisi lain, Hans yang sedang bertengkar dengan ayahnya pun memilih menginap di rumah nenek nya yang tak jauh dari rumah naya. ia tengah berdiri di atas rooftop apartemen dan melihat sekelompok mobil mengarah ke rumah Naya


"Kayak kenal!!" ujar Hans sembari memperhatikan satu persatu mobil tersebut. "Iya bener, itu mobil papa sama anak buah nya. Pada mau kemana?" ujar Hans dan Tak lama, ia tersadar bahwa flashdisk yang ia curi dari ayah nya ada di jaket yang ia pinjami ke Naya


"Jangan-jangan!!" ujar Hans sembari berlarian menuju rumah Naya. Namun, Bara dan anak buah nya telah mengepung rumah Naya

__ADS_1


__ADS_2