KESALAHAN DAN RAHASIANYA

KESALAHAN DAN RAHASIANYA
Kok


__ADS_3

"Sialan!! Papa tolong" ujar Hans sembari menutupi wajahnya mengunakan kedua telapak tangannya karena pasrah saat Naya semangkin dekat untuk memasangkan bando tersebut.


Disisi lain, Darren kekasih Naya yang telah kabur keluar negeri pun mengaktifkan handphonenya kembali dan membaca semua pesan yang dikirim oleh Naya


"Sudah berapa kali mama bilang!! Jangan hubungi wanita itu lagi" ujar Nindi ibu Darren


"Fokus ke masa depan kamu saja Darren!! Cari wanita lain" Tambah Nindi sembari menarik handphone ditangan Darren dan membuangnya ke kotak sampah


Darren tak menjawab ibunya dan segera mengunci dirinya di kamar. ia pun mengumpulkan semua barang yang berhubungan dengan Naya dan membakarnya


"Sorry Naya! masa depan aku lebih penting" ujar Darren sembari melemparkan satu persatu barang ke kobaran api


Disisi lain, Hans melangkah keluar dari kelas menuju lapangan di ikuti oleh Naya dan teman-temannya. Mereka bertepuk tangan untuk memberikan semangat padanya


"Nari... nari" ujar seruan Sisil sembari bertepuk tangan


"Ayo Hans!! Cepet berputar haha" ujar Alice berteriak sembari bertepuk tangan untuk mengiringi gerakkan Hans


"Sialan!! Hancur sudah reputasi gue" ujar Hans meringis sembari menggoyangkan pinggangnya membuat para murid tertawa dan ikut bertepuk tangan


Bara yang datang ke sekolah untuk bertemu pak Dadang pun tak sengaja melihat anaknya tengah menari mengunakan bando Hello Kitty bersama dress dari taplak meja.


Hans yang tak sadar akan kehadiran papa nya pun terus menggoyang pinggang dan berputar sembari menutupi matanya


"Anjirr lah!! malu banget gua" ujar Hans bergemerutu sembari mengepalkan tangannya


Alice yang sedang tertawa pun tiba-tiba diam mematung saat melihat bara menatap tajam ke arah Hans yang terus menari "Gawat nih, Ada om bara! Hans pasti di pukuli lagi nanti" ujar Alice dengan panik dan segera menghampiri Hans untuk menghentikan nya


Disisi lain, Raya yang baru tiba pun terkejut melihat Hans menari dengan bodoh atas perintah Naya.


"Gila Lo nay!! ngapain Lo nyuruh Hans kayak gitu" ujar Raya menghampiri Naya dan mendorong tubuhnya

__ADS_1


"Eh gak usah kasar dong!" ujar Sisil sembari menahan tubuh Naya agar tak terjatuh


"Biarin! dia tuh emang pantes di gituin. udah gatel! gak ada otak lagi" ujar raya Berteriak dengan penuh Amara


"Apaan sih! Lo bisa gak sehari aja gak nyari ribut sama gue" ujar Naya sembari memegangi tangan nya yang terluka


"Heh, Lo sadar gak kalo perbuatan Lo itu ngerusak reputasi orang! nanti apa yang dikipir anak-anak tentang Hans! Lo pasti maksa Hans untuk melakukan hal bodoh ini kan!!" ujar Raya dengan kesal sembari menunjuk wajah Naya


"Udah-udah!! Gak usah ribut. Berisik tau" ujar Hans sembari menghapus lipstik yang di oleskan oleh Alice di bibirnya


"Hans, ini Gue lagi belain Lo tau! Lo kenapa sih mau aja disuruh gini sama dia" ujar Raya


"Iya gue tau! makasih udah belain" ujar Hans sembari pergi meninggalkan kerumunan murid yang menonton keributan raya dan naya


"Gue tau ini salah. gue gak bermaksud" ujar Naya hendak menjelaskan. Namun, Raya tidak ingin mendengar apapun dan pergi meninggalkan Naya


"Sialan banget si Naya! Sok cantik banget. jijik gue" ujar Raya sembari duduk di kursi taman sekolah. Dan tak lama, Raya melihat bara keluar dari kantor guru dan hendak menghampiri Hans ke toilet "Itu papa nya Hans kan?" ujar Raya sembari tersenyum kecil dan menghampiri nya


"Halo, Ada apa?" ujar bara dengan dingin


"Om papanya Hans kan! jangan marah sama Hans ya om. dia gak salah kok" ujar raya sembari melirik ke arah Naya yang tengah mengobrol dengan sahabatnya


"Sebenarnya Hans dipaksa sama wanita itu om! namanya Naya" Tambah raya sembari menunjuk ke arah Naya


"Dia siapa nya Hans? gak biasanya Hans mau dipermalukan gitu" ujar bara sembari menatap tajam ke arah Naya


"Dia itu penggoda Om. Dia suka ngerayu banyak cowok. saran aku, Mending om suruh Hans jauh-jauh dari dia. takutnya membawa pengaruh buruk" ujar Raya sembari tersenyum kecil


"Gitu ya! Oke, Terimakasih informasi nya. kamu anak baik" ujar bara sembari berjalan ke arah Toilet


"Sama-sama om" ujar raya sembari tersenyum licik

__ADS_1


Disisi lain, Hans tengah mencuci wajahnya untuk menghapus make up yang di oleskan oleh Naya diwajahnya. Ia pun kebingungan melihat tisu yang habis dan hendak mengelap wajahnya mengunakan dasi. Namun, Ayahnya menyodorkan tisu untuk nya


"Pa..Papa" ujar Hans yang terkejut melihat ayahnya berada di depannya


"dia pacar kamu?" ujar bara dengan dingin yang membuat Hans merinding


"Nggak kok! bukan" ujar Hans sembari mengelap wajahnya


"Papa gak mau tau kamu harus jauhi wanita itu. Dia sudah mempermalukan kamu. bukan cuma kamu yang malu tapi papa juga" ujar bara dengan dingin dan menatap Hans dengan tajam


"Gawat!! papa marah banget kayaknya. Mati gue" ujar Hans di dalam hati sembari menundukkan kepalanya karena tak berani menatap matanya.


Tak lama, Bara meninggalkan Hans yang masih membersihkan wajahnya dan hendak pulang kerumah. Namun, Langkah kakinya terhenti karena Alice memanggilnya


"Om, Maaf! saya gak bermaksud mempermalukan Hans kayak tadi" ujar Naya sembari menggenggam erat tangan Alice


"Kamu orang yang bawa Hans ke rumah sakit waktu itu kan?" ujar bara sembari memperhatikan wajah Naya yang tak asing menurutnya


"i-iya om. Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian tadi. Saya benar-benar menyesal om" ujar Naya


"Oke, jangan di ulangi lagi" ujar bara dengan dingin sembari masuk ke mobilnya


"Papa nya Hans seram juga ya? padahal ganteng. tapi sayang ganteng nya ketutup hawa dingin! Jadi takut" ujar Sisil yang bersembunyi di belakang Alice


"Gue dengar-dengar papa nya Hans itu mafia. jadi wajar kalo hawa nya dingin dan aura nya kayak mematikan gitu" ujar Alice


"Serius? Tapi Hans gak nampak seram. malah ganteng" ujar Sisil semeringai yang membuat Alice dan Naya merasa merinding dan meninggalkan dirinya di lahan parkir


"Ih, kok ditinggal sih" ujar Sisil sembari mengejar Naya dan Alice dari belakang


Singkat cerita. Waktu pulang pun tiba. semua murid pun telah pulang kerumah masing-masing kecuali Hans yang pergi ke sirkuit balapan untuk menemui teman lamanya

__ADS_1


__ADS_2