
"Om, Tante.." ujar Alice yang tergesa-gesa masuk mencari keberadaan bara dan Rere bersama Stella
"Ada apa Al?" ujar Rere sembari mengelap air mata nya dan menghampiri Alice
"Naya udah ketemu belum? mereka ada dimana?" ujar Alice dengan panik dan memeluk tangan Rere
"Naya? Naya siapa?" ujar Rere dengan bingung
"Kamu ini gimana Al!! yang menghilang itu Hans bukan Naya. Lagian pula siapa Naya?" ujar Stella
"Naya itu temen Alice mah, Tan! Dia Pergi bareng Hans" ujar Alice dengan nada kecil karena takut
"Ngomong yang jelas!! siapa Naya?" ujar Stella mengertak Alice dan Alice pun bersembunyi dibelakang Rere
"Stt, galak banget jadi orang!!" ujar Rere sembari merangkul Alice "Al, Kasih tau Tante yang jelas. siapa Naya? dan apa hubungannya sama Hans? kalo gak salah. tadi Tante dengar kalo Naya ini pergi bareng Hans?" ujar Rere dengan lembut sembari memegang pipi Alice
"Egh.. itu" ujar Alice yang bingung harus menjelaskan apa "Naya itu gadis yang sudah buat Hans menjadi seperti ini!! Dia kabur bersama gadis itu entah kemana" ujar bara menyela pembicaraan Alice
"Apa!! Kok bisa? Apa Mereka pacaran terus kamu larang mangkanya mereka kabur?" ujar Rere
"nggak" cetus bara sembari duduk di sofa "Terus kenapa mereka kabur?" ujar Rere sembari menghampiri bara. Namun, bara hanya diam "Tante cuma tau kalo Hans pergi dari rumah karena berantem kecil sama papa nya!! Tante gak tau tentang Naya ini! kamu tau sesuatu Al? kasih tau Tante" ujar Rere dengan panik sembari menghampiri Alice
"Wait!! Hans kabur dari rumah karena berantem sama bara?" ujar Melissa ibu bara yang tiba-tiba datang kerumah saat mendengar kabar cucunya menghilang
"Kenapa diam!! jawab mama" Tambah Melissa sembari menghampiri Rere
"Iya mah, sebelumnya bara menyita motor Hans karena dia sering bolos sekolah. tapi Hans meminjam motor temannya dan ketahuan balapan sama Bara. jadi bara menghancurkan motor teman nya itu. Bara mengurung Hans di kamar tapi Hans kabur lewat jendela ke rumah mama Erna" ujar Rere sembari membantu Mellisa duduk di sofa
"kenapa kau memapahku! aku tidak begitu tua dan bisa duduk sendiri" ujar Melissa yang kesal karena Rere memapahnya untuk duduk
"Kalo dia dirumah Erna kenapa di siarkan ke TV untuk mencari keberadaan nya" tambah Melissa sembari bersandar karena lelah
"Itu dia masalah nya. Dia gak pergi ke rumah mama Erna tapi pergi ke rumah seorang gadis. Sebelum nya, aku menemuinya di rumah gadis itu. aku ingin membawa nya pulang dan dia memberontak lalu pergi bersama gadis itu! entah apa yang ada dipikiran anak itu" ujar bara yang membuat Rere syok
__ADS_1
"Apa!! Bagaimana bisa? Keterlaluan. Cepat tambahkan anggota polisi atau tentara angkatan udara untuk mencari keberadaan nya! Setelah ketemu akan ku patahkan tulang nya" ujar Melissa dengan kesal
Tak lama, handphone Alice berdering dan ia pun segera menjauh untuk menjawab telpon tersebut
"Hallo Tan" ujar Alice
"Alice, Naya kenapa jadi buronan? Tante gak bisa pulang ke Jakarta Karna akses jalan ditutup" ujar Arum dengan panik
"Tante jangan pulang dulu. Keadaannya akan rumit kalo Tante pulang" ujar Alice sembari melirik ke arah bara dan keluarga nya
"Gimana bisa Tante gak pulang!! anak Tante dalam bahaya. Tante gak bisa tenang Alice " ujar Arum
"Naya gak sendiri kok tan. Tante percaya aja sama Hans. dia pasti bisa jaga Naya kok" ujar Alice berusaha menenangkan Arum
"Alice!! sini" ujar Stella berteriak memanggil Alice
"Tan, nanti Alice telpon lagi ya! Tante tenang aja. semua akan baik-baik aja. kita disini lagi nyari keberadaan Naya" ujar Alice sembari mematikan telpon nya
"Malam Mas. Ini makan malam dan selimut untuk kalian. besok kami akan kesini lagi untuk membantu bersih-bersih ya. kalian istirahat saja. kalian pasti lelah berjalan sejauh ini" ujar ibu Marta bersama beberapa ibu-ibu lainnya membawakan Makanan dan alat untuk mereka istirahat
"Terimakasih ya buk" ujar Hans sembari menyambut barang yang diberikan ibu-ibu tersebut
"Istrinya belum tidur kan mas? Suruh makan dulu. kasian bayi nya" ujar ibu murni sembari memberikan sebuah kotak dan tak lama Naya menghampiri ibu-ibu tersebut
"Eh, mba Naya. Gimana keadaannya? udah gak sakit lagi kan perutnya" Tambah ibu murni
"udah baikkan kok buk. Terimakasih ya sudah membantu saya" ujar Naya sembari tersenyum
"Iya sama-sama. ya udah kita pulang ya" ujar ibu murni sembari pergi meninggalkan Naya dan Hans
Singkat cerita. Hans menyiapkan tempat untuk tidur. sedangkan Naya hanya diam dan tidak ingin makan apa pun
"Kenapa gak dimakan?" ujar Hans sembari menyisir rambutnya
__ADS_1
"Lo aja gak makan jadi gue juga gak mau makan" Ujar Naya menundukkan kepalanya.
Mendengar hal tersebut, Hans segera mendekati nya dan meletakkan makanan di atas piring Naya
"Gue makan!! Lo juga" ujar Hans sembari memakan makanannya
"Sorry Nay, mungkin Lo gak nyaman sama pertanyaan gue ini. tapi, apa Darren yang buat Lo kayak gini?" ujar Hans dengan serius dan Naya pun hanya menganggukkan kepalanya
"Jadi dia pindah ke luar negeri karena hal ini!! kok Lo mau nay. kenapa gak Lo cari dia untuk tanggung jawab" ujar Hans dengan tegas dan Naya hanya diam menundukkan kepalanya. Hans yang melihat Naya diam dan menahan tangisnya pun segera memeluknya untuk menenangkannya "Sorry nay. gue gak bermaksud" ujar Hans yang merasa bersalah. "gapapa Hans. Lo bener, gue nya aja yang bodoh" ujar Naya sembari menutup wajahnya mengunakan telapak tangan
"Ya udah, Lo makan dulu" ujar Hans sembari memegang pundak Naya
Singkat cerita, Pagi telah tiba. Hans bergegas pergi ke sungai yang rumayan jauh dari desa untuk mandi dan mengambil air untuk Naya.
Disisi lain, ibu-ibu di desa tersebut membantu Naya membersihkan rumah yang telah lama di tinggali oleh pemiliknya tersebut. sedangkan Bapak-bapak yang tak tega melihat Hans yang harus bolak-balik mengambil air agar Naya bisa mandi pun bergotong royong membuat tempat mandi untuk nya
Tak Lama, ibu murni dan yang lainnya selesai bersih-bersih dan mulai masak bersama untuk bapak-bapak yang tengah membuatkan tempat mandi untuk Naya dan Hans
Singkat cerita, beberapa Minggu kemudian. Hans ikut berkerja dengan pak Udin di kebun untuk melanjutkan hidupnya. Dimalam hari, ia melihat kartu ATM di dompetnya dan hendak ke luar desa untuk mengecek kartu tersebut
"Gue yakin sih! papa bakal ngeblokir kartu ini kayak dulu" ujar Hans sembari menatap kartu tersebut
"Mas, Mas Hans" ujar Tejo Sembari mengetuk pintu rumah
"Eh, mba Naya. mas Hans nya ada mba?" tambah Tejo yang melihat Naya membuka pintu dan Hans pun segera keluar dari rumahnya
"Mau kemana?" ujar Naya yang bingung melihat Tejo dan Hans
"Ke kota mba. mau beli beberapa perlengkapan. soalnya kan di desa kita gak ada pasar nya hehe" ujar Tejo Sembari tersenyum
"Oh, ya udah. hati-hati ya mas Tejo" ujar Naya sembari tersenyum
"Ngeh mba" ujar Tejo Sembari pergi menyusul Hans yang berjalan duluan
__ADS_1