
"Yahh, kita gak sekelompok" ujar Sisil sembari mengandeng tangan Naya. "Lo mah enak bisa sekelompok sama Alice" ujar Maya sembari memasang wajah sedih. "Lebay!!" cetus Noni sembari mengibaskan rambutnya. mendengar hal tersebut membuat Maya dan Alice memasang wajah masam
Singkat cerita, Bell bunyi yang menandakan sudah waktunya pulang. Naya dan yang lainnya bergegas menentukan tempat untuk mereka mengerjakan tugas yang diberikan. Naya dan yang lain hendak mengerjakan di sebuah cafe. Namun, Raya yang ingin mencari tau tentang rahasia Naya pun tak menyetujui hal tersebut lantaran akan terganggu oleh pengunjung lainnya yang berisik.
"Terus, kalo gak di cafe dimana dong?" ujar Seto yang masih sibuk memasang jaket nya. "Tapi raya bener loh!! kalo kita ngerjain di cafe gak akan fokus" ujar Udin sembari memakai tas nya dan bersiap untuk pergi kerja kelompok. "gimana kalo dirumah Naya aja!!" ujar Raya sembari tersenyum kecil melihat Naya yang terkejut "Nggak, nggak bisa" ujar Naya sembari mengangkat kedua tangannya yang menandakan bahwa ia tak menyetujui ide Raya. "Come on Naya!! Rumah Udin sama Seto jauh. kita butuh waktu untuk kesana. lagi pula tugas nya harus besok! kalo kita ke sana buang-buang waktu" ujar raya yang membuat Udin dan Seto menganggukkan kepalanya. Naya hendak menolak dan mengusulkan ide ke rumah raya. namun, raya yang sadar akan hal tersebut pun segera menyela perkataan Naya. "Dirumah gue lagi ada pertemuan antara bokap gue sama rekan kerja nya! Kalo kita ke rumah gue nanti dimarahin bokap gue" ujar Raya yang membuat Naya terdiam karena bingung harus menolak dengan cara apa lagi. "Udahlah Nay, dirumah Lo aja Napa?" ujar Udin yang semangkin kesal melihat kelas yang sudah kosong. sedangkan, ia masih berdiskusi untuk menentukan lokasi kerja kelompok. "Fix, dirumah Naya!! dah yuk mulai gerak!! ntar kesorean" ujar Seto sembari berjalan ke luar kelas menuju parkiran. Melihat Udin dan Seto yang tengah berjalan pun membuat Naya panik. sedangkan raya tersenyum kecil melihat wajah Naya terlihat tak tenang
__ADS_1
Sesampainya di rumah Naya. Mereka di sambut suara tangisan aura berserta Andara yang tengah panas tinggi. mendengar bayi nya yang menangis, Naya tergesa-gesa menghampiri nya
"Kenapa mah??" ujar Naya dengan panik sembari menyentuh kening bayi nya. "tubuhnya Panas nak, ini mama lagi nunggu papa mu pulang untuk Bawa aura sama Andara ke rumah sakit" ujar ibu Arum sembari mencabut pengatur suhu tubuh dari mulut cucu nya.
Raya terbelalak saat melihat Naya dengan panik mengendong bayi perempuan nya sembari mengecek suhu tubuhnya "kok bisa Se panik itu? gak mungkin kaya gitu kalo cuma sekedar adik" ujar Raya di dalam hati sembari terus memperhatikan gerak-gerik Naya yang berusaha menenangkan bayi nya.
__ADS_1
"Sana lah!! Teman-teman mu sudah menunggu" Ujar ibu Arum sembari menepuk pundak Naya yang masih menatap bayi nya. Dengan patuh, Naya menghampiri teman-temannya yang tengah mengerjakan tugas di ruang tamu. Sedangkan, Ibu Arum dan pak Ilham segera membawa cucu nya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan
"Kenapa? Kayak nya Lo lagi gak fokus Nay?" ujar raya terus memperhatikan gerak-gerik Naya yang terus melihat ke arah jam dengan panik. "nggak, Gue cuma kepikiran adik gue aja!! mereka lagi panas tinggi soalnya" ujar Naya sembari tersenyum paksa dan melanjutkan mengerjakan tugas
"Adek Lo sakit nay? duh, sorry ya. seharusnya kita gak disini" ujar Udin yang merasa bersalah. "Udah, kita buru-buru kerjain tugas ini aja biar cepat selesai. kalo mau pindah tempat lain keburu sore waktunya" ujar Seto yang masih serius mengerjakan tugas nya. mendengar hal tersebut, Naya dan yang lain bergegas mengerjakan tugas bersama dengan serius agar cepat selesai
__ADS_1
Singkat cerita, Mereka telah selesai mengerjakan tugas nya. Seto dan Udin pun segera berpamitan untuk pulang. sedangkan Raya menunggu pergerakan Naya dari dalam mobil. Tak lama, Naya keluar dari rumah nya. ia pun segera menaiki ojek online dan pergi ke suatu tempat. "Dia pasti mau ke rumah sakit" ujar raya sembari melanjukan mobil nya saat melihat Naya menaiki ojek dan mengikuti Naya dari belakang
Sesampainya di rumah sakit, Naya berlarian dengan panik mencari ruangan tempat bayi nya di rawat. Tanpa ia sadari bahwa raya telah mengikutinya secara diam-diam