KESALAHAN DAN RAHASIANYA

KESALAHAN DAN RAHASIANYA
Asi


__ADS_3

"Naya!!" ujar Maya dan Sisil yang melihat Naya masuk ke kelas dan bergegas menghampiri nya.


Alice yang mendengar hal tersebut segera menghampiri Naya dan memeluk nya


"Naya Lo dari mana? kita kangen tau" ujar Sisil sembari melepaskan pelukannya


"Sorry guys!! gue sakit dan baru sembuh. kalian tau itu" ujar Naya sembari memegang tangan ketiga sahabatnya


"Hah, tapi kok di berita! katanya Lo menghilang bareng Hans?" ujar Sisil yang mulai curiga.


mendengar hal tersebut, Naya terdiam dan mulai memikirkan alasannya "Naya dirawat di rumah sakit Bali dan pas banget Hans liburan kesana dan mereka gak sengaja ketemu. karena Naya bosan akhirnya Hans bawa ke pantai. Mereka gak tau kalo dirumah sakit pada nyariin" ujar Alice sembari menarik tangan Naya ke tempat duduk nya


"Hah!! kok kita gak tau" ujar Sisil sembari mengikuti Naya dan Alice


"Iya, sorry ya. pas gue mau ngabarin kalian tiba-tiba handphone ku hilang" ujar Naya sembari tersenyum paksa dan duduk di kursi nya


"Masa iya!! terlalu aneh gak si" ujar raya yang tak sengaja mendengar percakapan Naya dan teman-temannya

__ADS_1


"Iya, kayak ada yang Naya sembunyikan dan Alice tau itu" ujar Noni sembari berkipas dan melirik Naya berserta teman-teman nya.


"ya udah yuk! kita cari tau nanti" ujar Raya sembari berjalan ke arah bangku nya


"Biasa aja dong ngeliat nya" ujar Maya melirik ke arah raya dan Noni


"Hih, apaan sih!!" ujar raya sembari mengibaskan rambutnya. Tak lama, ibu Santi pun datang dan pelajaran dimulai seperti biasanya.


Di jam pelajaran, Raya diam-diam bercermin untuk memastikan penampilannya. Ia sengaja mengalihkan cermin nya ke arah Naya yang fokus menulis. Tanpa sadar, Asi Naya membasahi seragamnya. Raya yang melihat hal tersebut pun terkejut dan melihat ke arah Naya


"Nay, Raya ngeliatin Lo tuh" ujar Sisil sembari berbisik. "Raya kenapa ngeliatin gue gitu?" ujar Naya di dalam hati. "Oh my god!! Noni, Lo lihat payudar* Naya. kok bisa basah kayak asi rembes gitu" ujar raya berbisik ke Noni. namun, matanya melirik ke Naya yang membuatnya semangkin heran.


Melihat Naya yang pergi dengan tergesa-gesa pun membuat raya dan Noni curiga dan hendak mengikuti nya dari belakang "Bu, saya izin ke UKS ya. kepala saya pusing" ujar raya sembari memegang kepalanya dan Noni pun memapahnya ke UKS


"cepat nik!!" ujar raya sembari mengikuti Naya diam-diam. Naya yang merasakan ada seseorang yang mengikutinya pun segera menoleh kebelakang. sedangkan raya dan Noni dengan cepat masuk ke ruangan lab agar tak di temui oleh Naya "Perasaan ada yang ngikutin!! apa cuma perasaan gue aja" ujar Naya sembari melanjutkan langkah kaki nya. raya yang mengintip di jendela pun segera keluar dari lab saat melihat Naya melanjutkan langkah kaki nya


"Diam-diam!!" ujar raya sembari mengendap-endap bersama Noni agar tak ketahuan. Sekali lagi, Naya menoleh kebelakang. Namun, Raya dan Noni dengan cepat masuk ke perpustakaan agar terhindar dari Naya.

__ADS_1


"ugh, sejak kapan gue jadi parnoan gini!!" ujar Naya sembari berjalan. Namun, matanya perlahan melirik ke arah belakang dan segera menyimpang ke arah lain. Disisi lain, Raya bersama Noni keluar dari perpustakaan dan bergegas mengejar Naya yang sudah tak terlihat


"Cepat banget jalan nya!!" ujar raya sembari melangkah dengan cepat. "Haaa...." ujar Naya yang muncul tiba-tiba dari balik lorong yang membuat raya terkejut "Apaan sih!! Lo pikir lucu" ujar raya dengan ketus sembari melipatkan tangannya di dada. "Biasa aja dong!! Lo ngapain ngikutin gue" ujar Naya dengan santai "Dih, siapa yang ngikutin Lo!! GR banget Lo jadi manusia" ujar raya sembari melilit rambutnya "Udah deh Ray!! gue tuh tau banget sama Lo. ngaku aja kalo Lo ngikutin gue" ujar Naya dengan serius. Raya yang melihat tatapan serius Naya pun hanya tertawa kecil sembari merangkul tangan Noni "Gak usah GR ya! gue sama Noni mau ke toilet bukan ngikutin Lo" ujar raya sembari menarik tangan Noni dan pergi ke toilet


Melihat raya menuju toilet. Naya hanya diam dan mulai memikirkan cara untuk mengatasi asi nya yang merembes. Disaat yang bersamaan. Hans memberikan sebuah bag dan menarik tangan Naya ke parkiran


"Ini mobil gue! Lo pompa di dalam aja" ujar Hans sembari membukakan pintu dan menunggu Naya di luar untuk berjaga-jaga.


Naya yang tak punya pilihan lain pun segera masuk ke mobil dan memompa asi nya dengan tenang "Gue gak nyangka asi nya akan keluar hari ini" ujar Naya sembari memasangkan pompa asi tersebut


Disisi lain, raya bergemerutu sembari berkipas karena kesal kepada Naya yang tak kunjung datang ke toilet "katanya mau ke toilet! kok belum muncul juga" ujar raya sembari melirik ke arah jam tangannya. "Balik lagi ke kelas mungkin!!" ujar Noni yang tengah bersandar di kaca sembari mengunyah permen karet nya. "gak mungkin!! kalo emang dia gak mau ke toilet. terus ngapain izin ke luar kelas?" ujar raya yang semangkin kesal karena Naya belum juga tiba di toilet


"mungkin dia tau kalau mau kita jahil in di toilet. mangkanya dia lebih memilih pulang ke kelas" ujar Noni melangkah maju dan mengintip ke pintu toilet


"Ah, payah semua nya!!" ujar raya dengan kesal keluar dari toilet dan hendak kembali ke kelas. namun, Langkah kaki nya terhenti saat melihat Hans tengah bersandar di mobilnya. Raya pun segera menghampiri Hans yang tengah menguap karena mengantuk


"Kalo ngantuk tidur dong Hans" ujar raya dengan santai menghampiri Hans sembari tersenyum ramah. "Lo! ngapain Lo disini? cepet balik ke kelas sana" ujar Hans yang panik melihat raya menghampirinya. "emang kenapa sih? Lo gak lagi menyembunyikan sesuatu kan?" ujar raya yang melihat Hans terlihat panik dan terus melirik ke arah dalam mobil nya

__ADS_1


"Nggk, nggak ada!! udah, Lo balik ke kelas sana! gue mau ngerokok" ujar Hans sembari memutar tubuh raya dan mendorong nya dengan pelan agar mereka Pergi dari sana. Raya yang merasakan keanehan akan tingkah laku Hans yang tak biasa pun segera melihat ke arah mobil dan memperhatikan nya dengan seksama. "buruan!! sana-sana" ujar Hans sembari mengiring raya dan Noni yang masih fokus menatap mobil nya


__ADS_2