ketika sabar ku membuat ku sukses

ketika sabar ku membuat ku sukses
part 10--- sebuah kebohongan


__ADS_3

Esok pagi nya benar-benar aku tidak masuk sekolah , dikarenakan badan ku demam. Selepas menjalankan shalat subuh aku kembali beristirahat. Mungkin kalau dibuat tidur akan enakan pikir ku.


Entah berapa jam aku tidur, saat bangun, ku lihat keluar jendela tenyata matahari sudah masuk melewati celah-celah tirai.


Gegas aku bangkit dan membuka jendela, melihat handphone ternyata sudah jam 08.00 pagi. Sebenernya kepala sedikit pusing tapi aku tidak mau membuat nya menjadi manja kalau dibuat tidur terus.


Saat berada di ruang tengah, keadaan rumah tampak sepi. Bu Mila dan anak-anak nya tidak ada di rumah, kemungkin bu Mila mengantarkan ank nya ke sekolah.


Aku pelan-pelan mulai membereskan rumah, dari mencuci piring sama menyapu lantai. Setelah selesai aku membuat teh manis dan memakan roti sedikit untuk ganjal perut, setelah nya aku kembali ke kamar agar bisa istirahat lagi.


Pukul 11.00 siang bu Mila kembali ke rumah. Iya wajar lah, karna anak nya tidak mau ditinggal saat sekolah, jadi ya mau tak mau bu Mila harus menunggu anak nya di sekolah sampai pulang.


**********skip


Sore hari nya badan ku sudah mulai pulih. Sudah tidak demam lagi, mungkin efek dari obat yang di belikan oleh bu Mila tadi siang. Iya tadi siang bu Mila membelikan ku obat di warung.


Dari dalam kamar ,aku seperti mendengar suara orang sedang berbincang-bincang di luar. Tapi aku tidak tahu siapa. Makin lama suaranya juga semakin dekat seperti sedang menunju ke arah kamar ku. Pintu kamar ku tampak berputar dan setelah terbuka , ternyata orang yang sangat aku hindari ternyata muncul di hadapan ku.


"I-ibuk, kapan ibu datang?" Tanyaku gelisah, karna dari tatapan mata nya datar .


Ya ternyata yang datang adalah ibu tiri ku. Entah sebab apa dia datang aku pun tak tahu. Macam lirik lagu itu ya kan...yang kayak gini lirik nya °°entah siapa yang salahh ku tak tahuu°°.


Eh kok malah nyanyii. Lanjut lagi yang tadi hehe.


Ibu mendekat ke arah ku. Aku pun segera bangkit dari tempat tidur dan mencoba untuk duduk.

__ADS_1


Ibu meletakkan beberapa bungkusan di atas meja belajar ku , dan aku pun gak tahu apa isi bungkusan itu.


Ibu kembali menatap ku, "kau itu ya Uda di rumah ku nyusahin aku. Di sini juga kau nyusahin adik ipar ku. Mau mu apa hah. Daripada kau sakit-sakit kayak gini, bagus modarr ae lah kuwe. Wes muakk aku delok mukak mu. Kau hidup itu cuman bisa nya ny*sahin orang aja. Tau kau." Ucap ibu tiri.


Aku yang mendengar nya hanya bisa terdiam. Aku gak tahu harus jawab apa. Apa yang tadi di bilang ibu, itu enggak bener. Sesakit apapun aku , aku akan tetap membantu pekerjaan rumah, tapi mengapa ibu bilang bahwa aku hanya menyusahkan.


"Kau itu sama kayak mamak kau itu yang Uda di alam bakar sana. Sama-sama membuat hidup orang susah.. seharusnya kau itu ikut aja sana sama mamak mu itu. Das*r anak pelak*r." Seru ibu.


Lagi dan lagi aku hanya diam. Tak mau membuat emosinya tambah meledak-ledak.


"Hah ini lah kau kan. Di kasih tau orang tua bukan nya di jawab malah diam aja kau, bisu kau kau iya."


Plakk !


1 tamp*ran keras mendarat di pipi kiri ku. Rasa nya perih , panas menjalar sampai ke hati ku.


Ku pegang pipi ini, masih berbekas rasa tamp*ran ibu tadi. Ingin rasanya membalas tapi aku masih belum berani untuk sekedar membela diriku sendiri.


Saat ku rasa hatiku sudah tenang, aku pergi keluar kamar menuju kamar mandi. Ketika melewati pintu samping ,aku mendengarkan suara bu Mila dan ibu tiri ku. Sebenernya tidak ada ingin menguping pembicaraan orang tua. Tapi entah dorongan apa yang membuat ku mendekat ke arah suara itu. Kini aku sudah tepat berada di samping pintu .


"Wis seneng kali aku mil bisa marahin anak itu. Setelah sekian bulan ,aku gak bisa memarahi nya gara-gara dia Uda pindah ke rumah mu, sekarang akhirnya aku bisa lagi mil. Bahkan sampai ku berikan hadiah tamp*ran di pipi mulus nya itu." Kata ibu tiri dengan tertawa terbahak-bahak.


"Haha iya makannya itu kan Wak. Ada bagusnya juga kan aku tadi pagi ngabarin wawak kalo sih Kila sakit, jadi nya wawak ada kesempatan buat ke rumah ku dan bisa memarahi Kila tanpa sepengetahuan kakang (bapak aku)." Sahut bu Mila.


"Iya mil. Kamu memang lah adik ipar ku yang paling bisa di andelin."

__ADS_1


"Iya dong Wak. Lagian tuh ya wak. Aku pun Uda gedeq kali sama sih Kila. Gak ngapa-ngapain, gadak bantuin kerjaan rumah, aku yang ngerjakan semua, dia malah enak-enakan di kamar aja. Ngangkrem kali ya Wak. Ahaha." Kesal bu Mila.


`astaga, apa-apaan ini. Kenapa bu Mila malah berbohong seperti itu. Jelas-jelas aku tiap hari membantu nya mengerjakan pekerjaan rumah, tapi kenapa dengan gampang nya bu Mila bilang seperti itu.' batin ku.


"Tapi gitu kan mil, katanya tadi dia sakit pun tetep bantuin kau ngerjain kerjaan rumah, sedangkan fakta nya kata kamu dia gak ada bantuin apa-apa kan?" .


Bu Mila diam. "I-iya lah Wak. Faktanya memang seperti itu, mau sakit gak sakit pun dia gadak bantuin aku." Jawab bu Mila.


Tak ingin terus-terusan mendengar pembicaraan mereka, aku pun lantas segera beranjak dari tempat ku tadi berdiri. Rasanya aku sudah muak dengan semua orang. Mereka selalu bisa menghina ku tanpa mereka perduli bagaimana sakit nya hatiku .


Terkadang aku heran , mereka bisa menghina orang, tapi mereka sendiri tidak berkaca. Seistilah nya pandai menghina tapi tak pandai berkaca. Itu yang lebih tepatnya. Tapi ah sudah lah. Akan ku buktikan bahwa saat aku lulus nanti , aku akan jadi orang sukses dan akan ku bungkam mulut-mulut julid mereka.


Selesai mandi , dan menjalankan shalat , aku pun mengaktifkan handphone, lalu berseluncur ke aplikasi hijau berlogo gagang telepon.


Rupanya ada banyak sekali notifikasi-nontifikasi dari beberapa chat. Di mulai dari grub kelas, chat dari beberapa orang yang mau isi list basreng, ada chat dari Lusi juga yang banyak bangett macam mau demon dia,haha. Tapi di antara semua notif chat itu , mata ku tertuju pada notif dari seseorang , Rayyan.


Ada 3 pesan beruntun yang dikirim dari Rayyan.


[Hai Kil. Kamu beneran gak masuk sekolah, apa sakit kamu parah ya kil?]


[Siang Kila,, jangan lupa minum obat ya,biar lekas sembuh dan bisa masuk sekolah lagi]


[Jangan lupa shalat ya]..


Astagaa,,, mimpi apaa aku?? Ini beneran.....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2