
Ada 3 pesan beruntun yang dikirim dari Rayyan.
[Hai Kil. Kamu beneran gak masuk sekolah, apa sakit kamu parah ya kil?]
[Siang Kila,, jangan lupa minum obat ya,biar lekas sembuh dan bisa masuk sekolah lagi]
[Jangan lupa shalat ya]..
Astagaa,,, mimpi apaa aku?? Ini beneran Rayyan mengirimkan pesan kepada ku?.
[Iya, hai juga Rayyan. Uda kok aku Uda agak mendingan sakit nya. Mungkin besok aku udah mulai sekolah, makasih uda ngingetin] ,balas ku.
Eh, langsung centang biru dong , astagaa..
[Oh baguslah kil, oh ya sekalian aku mau pesan basreng 8 bungkus ya buat besok.]
`tuh kan bener. Rayyan ngechat aku bukan karna khawatir melainkan hanya pengen mesen basreng. Huh! Dasar Kila, Uda kepedean duluan. Kayak gini malu bangett tahu`, gumam ku.
[Hm Iya Rayyan, entar aku bilangin ke Lusi].
[Ok kil]
Setelah pesan terakhir yang dikirim dari Rayyan, aku pun mengirimkan pesan kepada Lusi, bahwasanya besok aku uda mulai sekolah, dan besok juga Rayyan ada mesan basreng 8 bungkus.
Sesudah memberi tahu Lusi, aku pun tidur krna ternyata sudah larut malam, dan berseluncur ke dunia mimpi.
_____________
Pagi nya badan ku sudah segar bugar, tidak seperti kemarin. Dan aku rasa aku bisa masuk sekolah hari ini dengan badan yang fit.
Setelah selesai bersiap-siap, aku keluar kamar. Saat sudah berada di luar kamar, ku lihat bu Mila sedang berada di meja makan, menyiapkan sarapan untuk anak-anak nya.
Aku hanya melirik sekilas, tak ada niatan untuk menyapa nya, rasanya, sakit di hatiku ketika melihat nya, dan langsung saja aku berjalan ke arah teras untuk menunggu Lusi datang menjemput ku. Tadi malam aku sudah memberi tahunya, bahwa hari ini dia bisa datang menjemput ku lagi.
Tak lama aku menunggu, Lusi akhirnya datang. Gegas aku menghampiri nya dan kami pun segera meluncur ke sekolah.
Cukup menempuh waktu 1 menit kami tiba di parkiran.
"Kil, Lo Uda sarapan belom?" Tanya Lusi.
__ADS_1
"Belom lus, gak sempat." Bohong ku. Bukannya tidak sempat , hanya saja aku tidak mau membuat repot bu Mila. Lagipula ada kantin di sekolah, jadi aku bisa sarapan di kantin saja.
"Oh sama dong. Yaudah yuk ke kantin, gua laper belom sarapan." Ajak nya.
"Hem boleh deh, yuk." Sahut ku.
Kami pun berjalan bersama-sama ke kantin. Saat tiba di kantin, suasana sudah sedikit ramai. Wajar saja ramai, karna kadang siswa ada yang tidak makan di rumah,dan lebih memilih makan di kantin bersama teman-temannya.
Kami memilih bangku di pojokan , sebab dekat dengan jendela, agar bisa lebih dekat dengan angin nya saat masuk.
Sambil menunggu makanan yang kami pesan tadi, aku dan Lusi hanyut akan ponsel masing-masing.
Tak berselang lama, pesanan kami pun tiba. Aku memesan nasi goreng dengan minum air putih saja, sedangkan Lusi memesan mie goreng juga susu coklat.
Kami pun mulai makan dengan lahap, karna memang rasanya itu enak , pas di lidah juga harganya pas di kantong anak sekolahan.
Dari kejauhan tampak Manda and the geng nya memasuki area kantin. Pandangan Manda tertuju pada Kila juga Lusi yang sedang makan. Tanpa banyak pikir lagi, Manda and the geng nya berjalan ke arah Kila dan
Byurr
"Aaa...basahh." ujar Kila.
"Rasain Lo." Sinis Manda.
Kila yang kaget karna tiba-tiba di siram air putih oleh Manda pun hanya memandang wajah Manda dengan tatapan tajam. Lalu Kila mengambil 1 gelas susu coklat milik Lusi dan berjalan ke arah Manda, dan
Byurr
Kila menyiramkan susu coklat itu tepat ke seragam sekolah Manda. Manda yang sedang tertawa terbahak-bahak, langsung berhenti tatkala ia melihat bajunya sudah kotor berlumuran coklat.
"Elo!" Tunjuk Manda tepat di wajah Kila.
"Apa!" Santai Kila.
"Berani-beraninya Lo siram baju gua, nyarik mati Lo ya." Cecar Manda.
Kila membuang pandangannya, lalu menjawab ,"yang nyarik masalah duluan itu siapa hah? Kamu kan? Aku dari tadi diam-diam aja tuh gak ada gangguin kamu and the geng mu ini. Terus tiba-tiba kamu datang dan main siram aku gitu aja. Jadi kamu pikir aku harus diam aja gitu? Iya?" Jawab Kila beruntun.
"Sorry, aku bukan Kila yang dulu lagi, yang bisa kamu tindas sesuka hati mu! Sekarang apapun yang kamu buat sama aku akan aku balas sesuai apa yang kamu lakukan. Camkan itu." Ujar Kila, lalu membawa Lusi pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Manda yang di beri ancaman oleh Kila pun hanya bisa bengong menatap kepergian Kila dan lusi. Dia masih tidak menyangka bahwa Kila yang ia pikir selalu bisa ia tindas kini malah berbalik menyerang nya. Bahkan sampai berani mengancam nya.
___________
Saat ini Kila dan Lusi sedang berada di toilet sekolah, untuk mengeringkan baju Kila yang basah, gara-gara perbuatan Manda.
"Wah kil. Gua gak nyangka Lo bakal ngelakuin hal kayak tadi." Seru Lusi yang sedang memegang kipas angin mini dan mengarahkan nya ke baju Kila.
"Kan Lo sendiri yang bilang lus. Kalo kita di hina jangan tinggal diam lagi. Harus bisa membela diri." Jawab Kila.
"Hehe iya sih kil. Cuman kan gua kaget aja gitu, Lo tiba-tiba ngambil gelas gua terus nyiram kan ke Manda. Eh, btw, Lo dapet keberanian darimana tadi?" Tanya Manda.
"Ada deh lus. Uda ah yuk, balik ke kelas , baju ku juga Uda kering ni." Ajak kila.
"Yaudah yuk." Kata Lusi.
Sampainya mereka di kelas , Manda melihat Kila dengan tatapan tajam, seakan-akan mau copot kedua bola matanya.
Kila pun yang sudah tahu bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh Manda berusaha untuk bersikap cuek dan seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Sama halnya seperti dulu saat Manda membully Kila.
_______
Jam pulang sekolah telah tiba. Kila dan Lusi belajar menunju parkiran. Baru saja keluar dari gerbang sekolah , tangan Kila dicekal oleh Manda.
"Lo jangan pernah mimpi bisa menang dari gua. Sapa Lo berani-beraninya ngancam gua tadi saat di kantin hah? Apa pangkat bapak Lo emang nya? Asal Lo tau ya, gua itu anak guru disini, jadi kalo Lo berani ngelawan gua, siap-siap aja Lo terima akibatnya." Ancam Manda, lalu melepaskan cekalan tangan nya.
Kila meringis kesakitan, cekalan tangan Manda tdi itu sangat kuat.
`liat aja Manda, apapun yang kamu buat ke aku nanti, selagi masih bisa aku balas, maka akan aku balas`, gumam Kila.
"Kil, Lo gak apa kan?" Tanya Lusi di sebelah Kila.
"Gak apa lus. Cuman sakit sedikit kok." Ucapnya.
"Wah, bener-bener keterlaluan tuh sih Manda, mentang-mentang bapak nya guru jadi semena-mena dia sama Lo."
" Uda lah lus, biarin aja. Kali ini kita biar kan dia senang. Lain kali kalo dia....
Bersambung.....
__ADS_1