ketika sabar ku membuat ku sukses

ketika sabar ku membuat ku sukses
part 15---mempermalukan Manda


__ADS_3

POV author


Tepat jam 10.00, Lusi sampai di depan rumah Kila. Kila pun yang telah siap segera membukakan pintu, rupanya Lusi ingin mengajak Kila ke suatu tempat, jadi Kila kembali menutup pintu rumah serta menguncinya dan meletakkan kunci di atas lobang pintu, agar kalau bu Mila pulang bisa membukanya.


Sampai lah mereka di taman. Kila yang heran karna di bawa oleh Lusi ke sini pun langsung bertanya.


"Kita mau ngapain lus disini?"


"Gua mau jumpain cowo kil hehe. Dan Lo harus temenin gua ya." Ujar Lusi santai.


Kila yang mendengar itu langsung menggetok helm yang dipakai Lusi.


Kletak!


"Aduh kil, jangan digetok dong helm gua. Nanti licet!" Seru Lusi sembari melihat helm nya yang barusan saja di getok Kila.


"Ya kamu habis nya yang salah. Kan kamu tahu aku paling males banget ngawanin kamu jumpain cowo, entar yang ada kayak kemarin-kemarin itu lagi." Sentak Kila.


Memang sudah beberapa kali Lusi mengajak Kila untuk menjumpai cowo yang baru di kenal nya di dunia Maya. Bukan tanpa alasan Kila menolak diajak Lusi, hanya saja setiap menemani Lusi pasti akan ada hinaan juga yang di dapat nya dari cowo-cowo itu.


Lusi yang bisa membaca pikiran Kila pun lantas meyakinkan. "Ayolah kil, plis temenin gua. Gua yakin deh kalo ni cowo baik kok beda dari yang kemarin-kemarin itu." Ujar Lusi memelas.


Kila menghembuskan nafasnya, "iyaudah deh lus iya. Lagian kita Uda sampai juga ni disini jadi ya gak ada alasan lagi buat ku nolak kamu."


"Makasih Kila..Lo temen gua yang paling baik." Lusi pun lantas memeluk Kila.


"Uda-uda lus, malu diliatin orang."


Segera Lusi pun melerai pelukan nya.


"Uda sekarang kamu tanyak gih tuh cowo lagi dimana, biar cepat pulang ni." Ujar Kila.


Lusi pun langsung gerak cepat mengirimkan notif ke cowo yang di maksud.


Tak berselang lama Lusi, tampak senyum-senyum sendiri melihat ponselnya. Lalu memberitahu kepada Kila bahwa cowo itu Uda ada di taman juga. Setelah Lusi mengetahui lokasi yang di kirimkan cowo itu, ia pun dengan segera menarik tangan Kila untuk mengikuti nya.

__ADS_1


Kila pun hanya pasrah ketika Lusi menarik tangan nya. Yang ada di pikiran Kila sekarang itu hanya berharap kejadian kali ini tidak seperti kejadian yang kemarin-kemarin nya.


Mereka tiba dia tempat itu, Lusi yang merasa terpesona dengan ketampanan cowo itupun lantas seperti orang b*go.


"Hai, kamu yang namanya Lusi ya?"


Kila yang merasa Lusi masih di alam bawah sadar nya pun lantas menyenggol lengan nya, " eh i-iya, aku Lusi." Jawab Lusi gugup.


Cowo itu tersenyum tipis tapi terlihat begitu menawan. Lusi pun di ajak cowo itu pergi berkeliling taman, dan Kila mengiyakan kepergian mereka.


Sesaat mereka sudah pergi, Kila duduk di kursi taman sambil membuka ponsel nya guna untuk membaca novel favorit nya.


*****


"Lo ngapai sih Manda ngajak kita ke taman segala, biasa nya juga ke mall." Gerutu temannya.


"Tau ni Manda. Tumbenan banget." Kesal yang lain nya.


"Diam napa kalian, berisik banget sih. Gua lagi nyarik udara seger bukan dengerin gerutuan kalian. Paham." Bentak Manda. Yang lainnya langsung terdiam.


Hati Manda langsung berubah drastis. Yang tadinya badmood , sekarang jadi mode on.


Manda pun membisikkan sesuatu keteman-teman nya, karena dia ingin mengerjai Kila.


Sreettt..---- mengambil ponsel.


"Eh Manda balikin gak ponsel ku." Teriak Kila.


"Haha gak akan. Kalo Lo mau ponsel Lo, nih , ambil sendiri." Ucap Manda sambil melempar ponsel kila ke teman nya.


Kila yang tahu bahwa ponselnya telah berpindah tangan lantas berbalik arah dan hendak mengambil ponsel nya, tapi sayang, ponsel nya sudah keburu di lempar lagi ke arah Manda.


Terus kejadiannya seperti itu, sampai beberapa orang yang ada di taman pun mulai berkumpul melihat ke arah mereka.


Ada yang kasihan karena melihat Kila yang kesusahan dalam mengambil ponselnya, ada juga yang ketawa-ketiwi menyaksikan nya, seperti sedang menonton tonton gratis, gitu lah pikir mereka.

__ADS_1


Kila yang merasa sudah lelah pun berhenti tepat di hadapan Manda yang sedang memegang ponselnya.


"Mau kamu itu apa Nda. Aku kan gadak ganggu kamu. Kenapa sih kamu ganggu aku terus?" Kesal Kila.


"Salah Lo, kenapa Lo berani ngelawan sama gua, Lo gak inget kejadian yang lalu,saat Lo nyiram gua pake susu coklat nya sih Lusi. Apa Lo amnesia hah!" Teriak Manda.


"Iya emang aku nyiram kamu pake susu coklat nya Lusi, tapi aku gak bakal kayak gitu duluan kalo kamu gak cari gara-gara sama aku. Mikirrr Manda." Tunjuk Kila di kepalanya sendiri.


Manda yang mendengarnya tersulut emosi. Dia melemparkan kembali ponsel kila secara asal. Kila yang melihat ponselnya terbang melayang pun hanya bisa melihat tanpa bisa mengejarnya.


Hingga akhirnya....


Hap!!


Ponsel kila tertangkap oleh Lusi. Kila yang melihat bahwa ponselnya baik-baik saja bisa bernafas lega. Sedangkan Manda , dia makin emosi. Manda ingin merebut kembali ponsel itu dari tangan Lusi.


Tapi ketika akan berjalan, kaki nya di jegal oleh kaki Kila, sehingga Manda terjatuh di genangan air yang kotor, membuat baju dan wajahnya pun ikut kotor.


Semua orang yang ada di situ lantas tertawa terbahak-bahak tak terkecuali teman-teman Manda pun ikut mentertawakannya.


Manda bangkit , "iih lihat kilaa, ini semua gara-gara elo!" Tuding Manda.


"Lah salah siapa, kan waktu itu juga aku uda bilang kan, jangan main-main sama ku. Kalo kamu bisa, terus kenapa aku gak bisa. Jangan karna fisik ku kayak gini, kamu jadi seenaknya sendiri." Terang kila.


Tatapan mata Manda begitu tajam. Dia ingin menyerang Kila lagi tapi naas, malah dia terpeleset dan jatuh ke genangan air yang kotor lagi. Sontak kejadian tak terduga itupun membuat orang yang sudah berhenti tertawa, kembali tertawa lagi.


Kila yang melihat Manda tercebur lagi, segera meninggalkan tempat itu karna tidak mau membuat Manda tambah murka padanya.


"Heh kalian bisa diam gak, gak usah ngetawain gua. Iiihh." Teriak Manda, diiringi dengan kepergian satu persatu orang yang ada di situ.


Manda yang masih bisa mendengar gelak tawa dari teman-temannya pun, lantas menoleh ke arah mereka.


"Lo, berdua masih mau ngetawain gua apa mau bantuin gua hah! Dasar temen gadak akhlak. Liat aja kelen dua ya, gak ada kata traktiran lagi." Bentak Manda.


Kedua temannya pun langsung diam mendengar bentakan Manda. Mereka langsung membantu Manda keluar dari genangan air itu, setelah nya mereka pergi dari taman dan pulang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2