
Besok pagi nya Kila dan Lusi berangkat ke sekolah bersama, tapi mereka mampir dulu ke toko basreng, untuk mengambil pesanan nya.
Selepas sampai di sekolah, mereka langsung memberikan pesanan basreng nya itu kepada teman-teman yang telah mesan beberapa hari lalu.
Cukup lelah juga, karena sedari mereka sampai di sekolah, dan bel pertanda masuk kelas, barulah mereka bisa istirahat.
"Huh,, capek juga ya kil." Ucap Lusi ngos-ngosan, setelah mereka duduk di kelas.
Kila menghela nafas berat, "iya lus. Tapi ada kepuasan tersendiri sih buat ku."
"Kepuasan tersendiri apa maksud nya kil?" Tanya Lusi bingung.
"Iya puas lah lus. Apa yang kita jual selalu laris, laku semua, jadi usaha-usaha kita tidak mengecewakan." Jawab Kila tersenyum ke arah Lusi sambil memainkan alisnya.
Sontak Lusi langsung menepuk bahu kila dengan sedikit keras dan membuat sang empunya meringis kesakitan.
"Eeh-ehh aduh maaf kil, gak sengaja." Kata Lusi dengan raut wajah cemas.
Sedangkan kila yang pura-pura, tiba-tiba saja tertawa terkekeh-kekeh melihat wajah Lusi yang lucu.
"Iihh Lo ngerjain gua ya kil. Dasar." Cemberut lusi.
********
Di lain tempat, Manda dan teman-teman nya sedang asik mengobrol di kantin.
"E-e,, gil* ini enak banget ya kan basreng nya."
"Iya bener deh, aku aja baru nyobain satu bungkus kemarin itu, langsung besok nya ku borong banyak."
"Iya betul tuh, mamak ku aja sampek mintak aku buat pesen yang banyak-banyak lagi."
Manda yang mendengar bisik-bisik itu pun menoleh.
"Emangnya kelen lagi makan apaan sih? Kayaknya enak banget?" Tanya Manda .
"Oh ini, kita lagi makan basreng." Kata siswi itu.
"Basreng apaan, icip dong gua."
Manda pun menyicipi nya, matanya langsung membelalak, sambil geleng-geleng kepala, sesekali mulutnya membasahi bibirnya.
"Eh,, kalian beli dimana ini?" Tanya Manda antusias.
"Kami beli sama Kila, Nda." Jawab mereka.
Manda terbatuk-batuk tatkala mereka menyebut nama Kila.
"Eee-eh,, Lo gak papa Man." Kata teman nya.
__ADS_1
Manda masih menepuk-nepuk dadanya.
"Kalian gak salah nyebut kan? Ya kali sih Kila yang jual makanan seenak ini!" Kata Manda tidak percaya tapi mulutnya asik mengunyah makanan itu.
"Ya terserah kamu sih mau percaya atau enggak, yang jelas kita uda ngasih tau, dan.....
Balikin basreng gua..." Ucap salah satu siswi itu dan merebut kembali basreng yang dipegang Manda.
Manda yang merasa kesal sebab basreng nya di rebut pun hanya bisa menghentak- hentakan kakinya, lalu pergi meninggalkan mereka.
"Manda,, tungguin..." Ujar teman-temannya.
Manda berhenti tiba-tiba, sehingga membuat teman-teman nya secara tidak sengaja menabrak nya, dan terjatuh.
Aduhhh!!!!
"Kurang asem kalian." Teriak Manda .
"Ehehe,, maaf Nda, abisnya sih elo, pake berenti mendadak lagi."
Manda tak menjawab perkataan temen nya, karena yang dipikiran nya sekarang itu, tertuju sama Kila.
"Woii, Nda. Diem-diem bae lu! Kesambet entar!" Ucap teman nya.
"Gua lagi mikir gimana caranya biar gadak orang yang mau beli lagi sama sih Kila."
Aha!!! Kata Manda kuat.
"Bisa gak sih Nda, gak usah teriak-teriak gitu. Pekak ni telinga ku." Ketus teman nya.
"Uda deh, diem aja kalian. Ikuti permainan gua." Jawab Manda dengan senyum menyeringai menakutkan.
*******
Manda mengajak teman-teman nya ke dapur kantin.
"Tunggu Nda, Lo ngapai ngajak kita kesini segala?" Tanya Sela memegang tangan Manda.
"Uda Lo diem aja, Lo tunggu disini. Biar gua yang masuk." Perintah Manda.
Manda masuk ke dapur kantin dan bertemu dengan ibu kantin, Manda meminta sedikit garam dengan alasan akan ada praktek IPA, yaitu mencari tahu kumpulan senyawa yang terkandung dari garam.
Lalu ibu kantin pun memberikan Manda beberapa butir garam ke dalam plastik tanpa sedikitpun menaruh rasa curiga dengan Manda.
Manda yang merasa tidak dicurigai pun lantas tertawa dalam hati, dan setelah selesai,dia segera keluar dari dapur kantin menunju teman-teman nya berada.
_______
Lusi dan Kila sedang menghitung jumlah uang yang didapat hari ini. Saat asik menghitung, tiba-tiba, terdengar suara perut.
__ADS_1
Kila yang mendengar pun bertanya kepada Lusi, "lus, itu suara perut kamu ya?" Tanya Kila.
Lusi yang ketahuan kalau perutnya berulah, wajahnya langsung berubah seperti kepiting rebus menahan malu.
"Hehe, iya kil..perut gua mules banget nih." Kata Lusi sambil memegangi perut nya.
"Iyaudah gih sana ke kamar mandi dulu. Biar ini aku aja yang nyatat pembukuan nya ." Sahut kila.
Lusi yang sudah tidak tahan lagi , segera bangkit meninggalkan Kila, dengan jurus lari seribu.
Kila yang melihat Lusi terburu-buru pun hanya bisa geleng-geleng kepala sambil terus mencatat uang hari ini.
"Eeh kalian liat tuh." Tunjuk jari Manda kearah Kila yang lagi sendiri di kelas.
"Itukan sih Kila, emang kenapa Nda?" Tanya Sela kebingungan.
Pletak!
Manda menjitak kepala Sela.
"Aaww,, sakit Nda. Apa-apaan sih Lo." Protes Sela, seraya mengusap kepalanya yang habis dijitak Manda.
"Makannya Lo itu jangan beg*-beg* amat deh. Gua ada rencana buat ngehancurin bisnisnya sih Kila." Terang Manda
Sela pun ber-oh-ria.
Kemudian Manda pun menceritakan rencananya. Bahwa dia akan kesana , mengajak Kila berbincang-bincang, lalu Sela, memasukkan garam yang tadi Manda minta ke ibu kantin untuk dimasukkan ke dalam bungkusan basreng Kila.
Setelah Sela paham dan mengerti tugasnya, pergi lah mereka menuju Kila duduk.
Awalnya Sela takut, tapi setelah diiming-imingi jalan-jalan, akhirnya dia mau.
"Hai,, kil." Sapa Manda setelah mereka sampai di hadapan Kila.
Sedangkan kila yang merasa di sapa oleh seseorang, langsung mendongak, dan mendapati wajah Manda di hadapannya.
Kila menautkan kedua alisnya. "Manda, ada apa?" Tanya Kila to the point.
"Em, enggak ada apa-apa sih kil. Gua cuman mau nanya aja sama Lo."
"Nanya apa?"
"Tadi gua ke kantin, terus gua denger dari anak-anak, kalo Lo jualan basreng ya? Gua mau dong pesen." Kata Manda, dan langsung mendapat pertanyaan besar di kepala Kila.
"Ee-e iya boleh kok Nda." Ucap Kila. Sambil mengeluarkan buku catatan pemesanan nya.
Disaat yang bersamaan juga, Sela yang sudah bersiap-siap, setelah mendapatkan kesempatan, segera memasukkan garam yang ia bawa tadi ke beberapa bungkusan basreng itu, sambil dia koc*k-koc*k dengan pelan.
Setelah semuanya beres, Sela menyenggol lengan kiri Manda. Pertanda bahwa tugasnya telah beres. Manda yang sudah mengerti kode dari Sela, pun mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
_____
Bersambung.....