
Malam hari nya, ketika aku lagi fokus belajar, tiba-tiba ada notifikasi dari handphone ku. Ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak ku kenal.
[selamat malam Kila].
Dahi ku berkerut, nomor siapa ini? Ingin membalas nya, tapi ku urungkan niat kemungkinan hanya nomor nyasar, jadi ku biarkan saja.
Ting!
Handphone ku berbunyi lagi, dan nomor yang sama lagi mengirimkan pesan.
[Bales dong!]
Mau tak mau aku pun membalas nya dikarenakan aku pun kepo nomor siapa ini.
[Ini siapa ya? Aku tidak kenal]
[Ini aku Rayyan,kil.]
Astaga, ternyata ini nomor Rayyan. Dapat darimana dia nomor ku. Karna setahu ku, aku tidak pernah memberikan nomor ku kepada siapapun.
[Oh kamu, ada apa ya? Dan kamu dapat darimana nomorku?]
[Dari Lusi, kil. Tadi aku ketemu dia di jalan, terus aku mau isi list basreng buat besok tapi Lusi bilang suruh chat kamu aja karna kamu yang mencatat, terus aku bilang dong kalau aku gak punya nomor kamu. Yaudah pada akhirnya Lusi ngasih nomor kamu].
Wahh! Kurang asem memang tuh Lusi. Main kasih-kasih aja nomor ku tanpa bilang-bilang. Mana ngasihnya sama cowo populer lagi di sekolah. Aduhh! Tepok jidat dah aku.
[Kil, hey kok gak di bales sih? Gimana aku bisa kan isi list basreng buat besok?]
Tanpa ku sadari rupanya Rayyan telah mengirimkan pesan lagi. Iih kok jadi menghayal sih tadi aku.
[Eh iya Rayyan, boleh kok. Mau berapa bungkus?]
[5 bungkus ya kil.]
Whatt ! 5 bungkus Rayyan pesan sekaligus. Ini buat dia atau siapa. Ah tapi sudah lah ya kali aku nanya kan gak sopan.
[Oh, oke . Besok pas Uda sampai sekolah aku antar]
[Ok kil]
Pesan terakhir yang dikirim oleh Rayyan memang sengaja tidak aku balas, karna rasanya sudah tidak ada topik lagi , maka aku memutuskan untuk menonaktifkan handphone ku lalu pergi tidur karna sudah larut malam juga.
*******
Keesokan paginya seperti biasa aku di jemput oleh Lusi, kemudian pergi mengambil pesenan basreng kami, lalu meluncur ke sekolah.
Baru saja masuk ke dalam kelas, semua teman-teman sudah pada menunggu kami didepan pintu.
"Eh itu Kila sama Lusi Uda datang." Seru teman cewe kami.
__ADS_1
"Iyah. Ayok ayok." Ujar yang lainnya juga.
Aku dan Lusi bagaikan makanan manis yang sedang dikerumuni beberapa semut.
Dengan sigap aku dan Lusi mengambilkan pesanan-pesanan mereka dengan senyum yang mengembang.
Setelah semuanya pergi kami pun istirahat sambil memakan 1 bungkus basreng.
"Hai Kil, btw mana ni pesenan gua?" Ucap Rayyan yang entah sejak kapan dia sudah duduk di sebelah ku.
"Oh iya, aku sampai lupa. Maaf ya. Ini pesenan kamu." Kata ku seraya memberikan beberapa pesenan nya.
Saat Rayyan hendak mengambil bungkusan basreng itu ,tangan nya secara tidak sengaja memegang tangan ku. Dan serr! Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Bahkan sampai Rayyan telah melepaskan tangan nya pun, detak jantungku masih belum stabil. Aduhhh kilaa ! Bisa-bisa nya kamu baper cuman gara-gara gitu doang.
Setelah memberikan uang nya Rayyan pun pergi.
"Ehem-ehem. Uda diliatin Mulu, orangnya udah jauh kali," ledek Lusi sambil cengengesan.
"Eeh, e-enggak kok. Sapa juga yang liatin dia," kilah ku berbohong sambil mengalihkan pandangan.
Lusi yang mendengar jawaban ku pun hanya senyum-senyum sendiri sambil geleng-geleng kepala. Aaa,, bisa-bisanya aku liatin Rayyan, sampai-sampai aku gak sadar kalo Lusi juga lagi merhatiin aku.
*******
Sepulang dari sekolah, aku langsung menuju kamar. Rasanya aku sedang tidak enak badan. Memang sih dari tadi pagi sampai ini aku belom ada makan nasi, gara-gara sibuk sama pesenan.
Tok tok tok
Aku yang tidur pun terbangun ,karna mendengar ketukan pintu dari bu Mila. Perlahan aku bangkit dan meraih gagang pintu.
"Ada apa bu?" Tanyaku yang masih setengah sadar.
"Itu di depan ada kawan mu yang datang," ujar bu Mila.
Aku pun berjalan melewati bu Mila menunju ke depan. Sampai nya di ruang tamu, tatapan ku tertuju pada orang yang sedang duduk membelakangi ku.
'Itu kan Rayyan, mau apa dia ke sini ?' gumam ku terheran-heran.
Tanpa sadar, ternyata aku sudah berdiri di samping nya. Rayyan mendongakkan kepalanya, lalu tersenyum tipis melihat ku. Aku yang di lihatnya pun hanya bisa bengong melihat senyuman yang manis semanis gula,,asekk.
"Kil? Kil? Kilaaa??" Seru Rayyan serasa melambaikan tangan di depan wajah ku.
Aku pun tersentak mendengar suara Rayyan. Dan sudah ku pastikan bahwa saat ini pipiku sedang memerah menahan malu. Astagaaaa.
"Eeh i-iya Rayyan, a-ada apa ya kamu ke rumah ku?" Tanyaku ku gugup
"Ini kil, aku mau pesan lagi basreng nya. Sekitar 10 bungkus. Bisa?" Jawab Rayyan.
'Aduh gimana ini, kalo di tolak ,sayang. Tapi kok ya badan aku ni sakit banget.' monolog ku dalam hati
__ADS_1
5 detik aku terdiam, lalu aku pun menjawab nya.
"Hm bisa kok Rayyan. Tapi coba kamu hubungi Lusi aja ya. Soalnya aku besok enggak datang ke sekolah kayaknya," kataku.
"Loh ,kamu kenapa gak masuk sekolah besok?"
"Iyah lagi enggak enak badan," jawab ku. " Eh iya aku Sampek lupa nyiapin minum buat kamu , tunggu bentar ya," sambung ku.
Belum pun aku melangkah dari tempat ku berdiri, Rayyan sudah menahan ku terlebih dahulu.
"Udah kil, enggak usah. Aku juga Uda mau pulang kok. Enggak enak juga ,kamu kan lagi sakit, aku pamit pulang dulu ya" ujar Rayyan.
Aku mengangguk dan mengantarkan nya sampai ke depan rumah. Setelah Rayyan pergi aku pun kembali ke kamar.
Setibanya aku di kamar , aku pun mulai berpikir, darimana Rayyan tahu alamat rumah bu Mila. Coba aku tanya Lusi aja deh.
[Lus]
[P]
'Kok centang satu sih nih anak, tumben-tumbenan, biasanya juga online terus 24 jam'. Batin ku .
Handphone ku lempar ke tempat tidur, aku berjalan ke meja belajar dan duduk di situ. Asik melamun, tiba-tiba handphone ku berbunyi. Segera ku ambil dan melihat ada notif chat dari Lusi.
[Yah saya kil. Ada apa ? Tumben Lo ngechat gua.]
[Aku mau nanya sama mu lus] , balas ku cepat.
[Nanya apaan kil]
[Itu, tadi Rayyan Dateng ke rumah ku, katanya sih mau ngisi list basreng, tapi ku bilang lah kalo aku besok enggak sekolah dikarenakan kan aku gak enak badan Lus. Jadi ya aku bilang aja ngisi list ke kamu. Baru gak lama dia pulang deh]
[Yang jadi pertanyaan ku adalah.... Darimana Rayyan tahu alamat rumah bu Mila? Ato jangan-jangan kamu ya yang ngasih tahu! Ngaku lus]
[Emoticon ngakak]
[Hehe Iyah kil, viss jangan marah yaa. Gua emang sengaja ngasih tau alamat rumah Lo. Iya secara kan gua tau Lo itu diem-diem nge-crush sin Rayyan kan. Jadi ya gua coba ngedeketin Lo gitu]
Wah emang ni Lusi, buat malu ajaa.
[Uda lah lus, jangan kek gitu. Kalo pun aku nge-crush in Rayyan, belom tentu Rayyan juga suka. Secara aku tau lus keadaan ku itu pincang, sedangkan dia sempurna. Yang ada entar dia malu]
[Apaan sih kil, kok Lo ngomong gitu]
[Uda ah, intinya aku gak suka ya kalo kamu kayak gini lagi lus. Aku off duluan , mau istirahat. Assalamualaikum]
[Yee yaudah iya waalaikumussalam kil]
Setelah balasan terakhir dari Lusi, aku pun mematikan handphone dan berbaring di tempat tidur.. ....
__ADS_1
Bersambung.....