
Di parkiran Lusi menyerahkan ponsel kila yang berhasil ditangkap nya tadi.
"Makasih ya lus, untung aja ketangkap kamu, coba kalo gak? Aduhh." Ucap Kila.
"Sama-sama kali kil. Hehe."
"Oh ya, aku pamit pulang ya, kapan-kapan kita bisa kan jumpa lagi lus?" Tanya cowo itu.
"Oh iya bisa dong, kabari aja."
Setelah nya cowo itupun pergi dari parkiran.
"Lus, namanya sapa sih?" Tanya Kila sesaat cowo tadi hilang dari pandangan mereka.
"Namanya Axel. Keren kan? Sekeren dan setampan orangnya. Wahhh!" Sahut Lusi yang sambil senyum-senyum sendiri melihat ke langit.
"Wah dah mulai setr*s nya ni ank." Ujar Kila.
"Ehh enak aja Lo bilang gua setr*s!" Sinis Lusi.
"Ya abisnya kamu tuh kalo jumpa cowo ganteng, bawaannya kaya oran beg*, haha." Celetuk Kila.
"Haha tapi emang iya sih, tau aja Lo kil."
Tak lama mereka berbincang-bincang, mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah beranjak ke sore hari. Tapi sebelum pulang mereka sempat kan mampir ke warung bakso dulu dan makan disana.
Akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah bu Mila. Setelah turun dari motor, Lusi langsung pamit pulang karna sudah ditunggu sama mama nya di rumah.
Kila langsung membuka pintu, saat sudah berada di dalam, ternyata Wak Laksmi sedang duduk menunggu kedatangan nya bersama bu Mila.
Kila yang merasa canggung pun lantas mulai membuka obrolan.
__ADS_1
"Wak, assalamualaikum, Uda lama Wak?" Sapa Kila sambil mencium tangan Wak Laksmi yang berjalan menghampiri nya.
"Waalaikumussalam, udah dari tadi. Kau darimana rupanya, anak gadis keluyuran aja." Sinis Wak Laksmi.
"A-aku tadi di ajak keluar bentar Wak sama Lusi, terus sebelum pulang juga mampir makan bakso dulu jadi agak lama pulang nya Wak." Jawab Kila.
Wak Laksmi menatap Kila dingin. Seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh Kila.
"Kalo kau makan bakso, terus mana baksonya?" Tanya Wak Laksmi, mata melirik tangan Kila kosong tidak membawa apapun.
"Mana??" Sentak Wak Laksmi.
Kila yang disentak pun antara kaget dan tidak percaya. "I-itu Wak, kan tadi Kila Uda bilang, kami makan baksonya di warung jadi gak ada yang dibawa pulang." Sahut kila pelan.
"Huh, kau itu, uda tau numpang di rumah adik ipar ku, seharusnya sadar diri dong! Kalo keluar jalan-jalan itu, pulang nya bawa makanan, ini gak. Malah bawa masalah. Gak guna kau itu!" Ketus Wak Laksmi.
Sedangkan ekor mata Kila mengarah ke bu Mila yang sedang tersenyum miring kearah nya. Seolah dia tengah senang melihat Kila di marahi seperti itu.
"Bukan gak mau bawa Wak, tapi Kila lupa,lagi pun kadang bu Mila gak mau makan-makanan yang aku beli." Bela Kila, karena dia tidak mau terus-terusan di salahkan.
"Haaa,, kau denger itu kata Mila. Banyak kali cakap kau itu. Dasar pembual. Sekarang Ku tanyak sama kau, ada gak kau bantuin Mila kerjaan rumah? Ada gak ! Gadak kan!" Sanggah Wak Laksmi.
"Apanya yang gak ada Wak. Tiap hari aku uda beresin rumah, meskipun gak banyak, tapi gitu pun aku gak pernah dihargai."
"Gak usah banyak bohong kau, masih kecil aja uda pandai bohong kau ya! Kau kalo kegatelan sama cowo bagus kawen aja kau sana gak usah pake-pake sekolah segala, buang-buang duet aja."
Kila mengelus dada nya, rasanya sakit sekali mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut wawak nya itu.
"Yang kegatelan sapa sih Wak, wawak kalo gak tahu gak usah asal fitnah. Ingat Wak fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan." Peringatan dari Kila.
"Heh ank kecil..gak usah sok ngajarin orang tua. Tau apa kau hah, aku ini lebih banyak pengalaman nya, daripada kau yang masih bocah ingusan." Tunjuk Wak Laksmi.
Bu Mila yang tadinya duduk kini berjalan mendekati Wak Laksmi.
__ADS_1
"Sabar yuk, sabar. Jangan emosi." Ucap bu Mila yang berusaha menenangkan Wak Laksmi, tapi itu hanyalah bualan nya saja untuk mencari perhatian.
Kila yang merasa bu Mila sedang melakukan sandiwara pun segera menatapnya tajam. Wak Laksmi yang menyadari bu Mila sedang di tatap oleh Kila pun lantas menoleh ke arah Kila.
"Heh, kenapa kau liat Mila kayak gitu, dendam kau sama dia iya?" Ujar Wak Laksmi.
Saat itu juga Kila membuang pandangannya.
"Tidak, aku tidak dendam sama siapa pun. Tapi aku tidak akan tinggal diam lagi kalo di hina, apalagi saat almarhum mamak ku juga ikut-ikutan di hina." Jawab Kila santai.
"Halah, kau itu sama aja kayak mamak mu itu. Mamak mu itukan dulunya kek kau ini, gatelan sama adik ipar ku, jadi gak salah kalo sekarang nurun ke anak nya. iish tak maluu." Ketus Wak Laksmi.
Kila yang sedari tadi berusaha untuk menahan amarahnya, ternyata tidak bisa lagi, apalagi ketika mendengar nama mamak nya di hina. Karena mereka tidak tahu bagaimana susahnya dulu Kila hidup bersama mamak nya.
"Cukup Wak, cukup. Wawak boleh hina aku, tapi jangan pernah bawa-bawa nama mamak ku. Beliau uda tenang di sana." Murka Kila.
"Halah,, uda tenang uda tenang, ta*k kucing!" Gelak Wak Laksmi disertai tawa bu Mila.
Kila menerobos masuk ke kamar nya. Membiarkan kedua orang itu berteriak-teriak memanggil namanya. Dia sudah tidak perduli mau di cap jelek bagaimana lagi. Karena hatinya sudah sungguh amat sakit.
"Tengok lah itu kan Wak, di kasih tau malah kayak gitu dia. Gadak sopan-sopan nya sama yang lebih tua." Ucap bu Mila
"Iya ya mil. iishh kalo dia jadi anak ku ih, abis dia tak pites-pites kalo kayak tadi sama ku. Tak goreng, haha." Gelak Wak Laksmi. "Uda mil, kalo dia ngulah lagi marahi aja lah itu, jangan kau takut-takut. Dia itu cuman numpang. Tau lah ya arti kata numpang. Jangan mau enak nya aja."sindir Wak Laksmi.
"Iya yuk. Aman. Aku kan belajar nya dari Yayuk ahaha." Jawab bu Mila.
"Kau ini mil, bisa aja. Yowes lah. Aku mau pulang dulu ya. Kalo ada apa-apa, kabari yayuk."
"Iya yuk, mari aku antar ke depan."
Bu Mila mengantarkan Wak Laksmi sampai teras rumah. Setelah Wak Laksmi hilang dari pandangan, bu Mila tersenyum senang.
"Terima kasih yuk, sudah membantu ku hari ini." Gumam bu Mila disertai seringai.
__ADS_1
Setelah nya bu Mila masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu, lalu berjalan melewati kamar Kila sambil menoleh dan tersenyum penuh arti, lalu beranjak pergi memasuki kamar nya.
Bersambung.....