
Seharusnya Kila tidak ada di sini, karena dia masih muda sedangkan acara arisan ini rata-rata emak-emak semua.
Setelah nya, acara di lanjutkan dengan karaokean. Kila yang duduk dekat deretan Wak Laksmi, bu Mila, ibu tiri nya, dan beberapa saudara yang lain nya pun merasa tidak nyaman.
"Pak, kita pindah yuk." Ajak kila ke bapak nya.
"Mau kemana kak, uda lah disini aja ya. Bapak masih mau nengok orang nyanyi-nyanyi itu. Mana tau bapak dapat kesempatan juga nyanyi." Jawab bapak.
Bapaknya Kila memang suka menyanyi, tapi lagu nya versi lagu jaman dulu.
"Tapi aku tak mau nanti di acara arisan ku sih Kila datang." Ucap Wak Laksmi dengan suara yang kuat.
Kila yang mendengar namanya disebut pun lantas mendengar kan apa yang akan selanjutnya diucapkan oleh mereka.
"Loh kenapa laks." Tanya saudara yang lain.
"Loh,, bulek gak tau? Dia itu kegatelan bulek." Sahut Wulan.
"Kegatelan macem mana sih maksud kalian? Wong Kila anak nya pendiem gitu kok."
"Oalah wak-wak. Itulah wawak gak tau kan, ini sebabnya dia ku usir dari rumah ku iya gara-gara dia kegatelan sama cowo." Sahut ibu tiri, dengan matanya yang melirik ke arah Kila.
"Iya betul itu yang dikatakan Wak Kar. Aku loh saksi nya. Aku liat pakai mata kepala aku sendiri, dia dibonceng cowo pakai motor dah gitu peluk-pelukan segala lagi ihh gak malu." Sindir Wulan.
"Eeh kalian jangan asal nuduh gitu. Bisa jadi itu cowo nya. Ya kan gak papa dia pacaran, ya kalo ada yang mau sama dia ya Alhamdulillah, ya kan?" Sahut saudara yang lain nya.
Serempak yang lain pun mengangguk setuju, dan ada juga yang tidak.
"Apalah Yayuk Iki, orang kayak dia itu mana ada lah yang mau yuk. Tengok lah, jalan nya aja pincang! Mana ada cowo yang mau sama cewe pincang kayak dia." Kata ibu tiri sedikit geram.
"Iya betul iku. Aku kalau punya anak cowo, gak bakal mau lah aku nikahkan anak ku sama cewe pincang kayak dia. Yang ada kasian anak ku nanti."
Bomm!
Hancur sekali hati Kila saat itu. Tak bisa di bayangkan lagi, masalah yang sudah lewat beberapa hari itupun masih saja terus di ungkit dah bahkan diceritakan ke orang lain.
"Pak, kakak pamit pulang duluan ya." Jawab Kila berusaha menahan rasa sesak di dadanya.
"Cepet kali kak? Kakak gak papa?" Tanya bapak khawatir.
"Enggak kok pak, ini tadi Lusi ngechat, dia bilang Uda di rumah bu Mila." Jawab Kila bohong.
__ADS_1
"Oh iyaudah, hati-hati pulang nya ya kak." Kata bapak Kila.
Setelah berpamitan dengan bapak dan wawaknya yang mengadakan arisan, Kila bergegas keluar meninggalkan halaman itu. Di jalan Kila tak habis pikir, mengapa semua orang begitu amat membencinya. Kalau pun bisa, dia ingin sekali protes ke sang maha pencipta.
``ya Tuhan, kalau aku bisa meminta, aku tidak ingin di lahir kan dengan keadaan seperti ini``. Lirih Kila.
Di saat yang bersamaan juga, ada seseorang yang tengah memperhatikannya di balik pohon.
Kila kembali berjalan, tapi karena dia sudah terlalu banyak berjalan dengan terburu-buru tadi, jadi tanpa sengaja dia terjatuh di jalan. Sakit sekali kaki nya! Tapi sakit di kakinya ini tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.
Tiba-tiba ada orang yang mengulurkan tangannya, Kila mendongak. Rayyan. Seseorang yang tengah memperhatikannya tadi adalah Rayyan.
Tanpa menunggu persetujuan dari kila, Rayyan segera membopong tubuhnya ke pinggir jalan yang ada tempat duduknya.
____________
"Maa,, rumah Kila kok sepi ya?" Tanya Lusi ke mama nya sesaat mereka telah sampai di rumah Kila.
"Iya mama juga merasa gitu. Apa mungkin Kila belum pulang ya? Coba deh kamu telpon sayang."
"Nomor nya gak aktif ma.." kata Lusi.
Setelah berulang kali mencoba menelpon dan hasil nya juga tidak ada, mereka pun pergi meninggalkan rumah Kila.
Setelah mendudukkan Kila di kursi dengan nyaman, Rayyan pun memeriksa luka di kaki kila, lalu sekalian mengobati luka nya.
Kila meringis menahan sakit saat kaki nya diobati.
"Uda selesai."
"Ma-makasih ya Rayyan."
Rayyan tersenyum menatap Kila.
"Iya sama-sama. Kenapa kamu ada di sini? Nangis lagi?" Tanya Rayyan.
"Aku gak papa kok."
"Jangan bohong, cerita aja, aku siap jadi pendengar yang baik."
Kila yang awalnya ragu, tapi dia berpikir lagi, mungkinkah Rayyan bisa memberinya semangat?
__ADS_1
"Aku cuman sedih aja Rayyan. kalau aku bisa meminta, aku tidak ingin di lahir kan dengan keadaan seperti ini sama Allah. Aku juga ingin seperti yang lainnya. Aku juga ingin bisa berjalan normal seperti kalian, ta-tapi.." ucap Kila senggugukan.
Rayyan yang melihatnya pun raut wajahnya berubah sedih, Rayyan memegang pundak Kila, berusaha menguatkannya.
Kila menarik nafas nya lalu menghembuskan nya pelan, "tapi apa salah aku di lahir kan seperti ini? Kenapa semua orang tampak membenci ku, kenapa semua orang mengolok-olok ku Rayyan, kenapa?" Ucap Kila, sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Kila, kamu gak salah, ini juga sudah takdir dari Allah. Ingat kata-kata ini `ketika seseorang menghina mu, itu adalah sebuah pujian, bahwa selama ini, mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan mu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka'. Sudah jangan menangis lagi, kalau kamu menangis pasti almarhum mamak kamu juga menangis disana." Ujar Rayyan sembari mengeluarkan satu buah sapu tangan dan mengelap air mata di pipi Kila.
Kila yang merasa mendapatkan sebuah perhatian kecil dari Rayyan, tersenyum tipis. "Seandainya aku sempurna Rayyan, mungkin aku tidak lah susah untuk mendapatkan mu." Batin Kila.
"Ayo, aku antar kamu pulang, pasti luka di kaki mu masih sakit kan?" Ajak Rayyan dan mendapat anggukkan dari Kila.
Segera Rayyan mengambil motor nya yang tak jauh dia parkir tadi.
**********
Sedangkan dia acara arisan tadi, Wak Laksmi, bu Mila, ibu tiri dan Wulan, tampak begitu senang sampai tak henti-hentinya mereka tertawa .
Mereka merasa apa yang telah mereka lakukan tadi itu sudah sangat membuat Kila sakit hati.
"Yuk, aku masih gak nyangka Lo tadi akting kita itu bagus kali." Ujar bu Mila.
"Ya iya lah mil. Cuman kayak gitu mah gampang. Apalagi cuman nambah-nambahin aja." Sahut Wak Laksmi.
"Aku paling suka kalo yang namanya ngejelekin sih Kila hahaha." Jawab Wulan.
"Kenapa sih lan, kau kok kayaknya gak suka gitu sama Kila?" Tanya ibu tiri.
"Iya gak suka aja Wak. Dia itu sok cantik, emang sih dia cantik, tapi aku gk mau Sampek ada yang ngalahin aku dong." Ketus Wulan.
Ibu tiri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Wulan yang merasa paling cantik.
"Masih juga cantikan aku." Sahut Wak Laksmi sombong. Sontak membuat Wulan melirik tajam ke arah nya.
"Kenapa kau lan, nengok wawak kayak tak senang gitu? Emang bener Lo wawak ini masih cantik, masih Mont*k!" Sungut Wak Laksmi dengan bibir menggerutu..
Wulan yang mendengar nya pun langsung bergidik jij*k. Rasanya dia mual mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut wawaknya itu.
Tapi, malah di tanggapi acuh tak acuh sama Wak Laksmi, karena dia tau Wulan itu seperti apa orang nya.
Dan benar saja, ada beberapa detik, mereka semua tertawa kembali.
__ADS_1
Bersambung------------