ketika sabar ku membuat ku sukses

ketika sabar ku membuat ku sukses
part 21 -- teman rasa pacar


__ADS_3

5 tahun kemudian..


tak terasa, sudah lima tahun berlalu.


sebuah rumah yang bisa terbilang cukup bagus, tidak lah besar kali , tapi jika dilihat sekilas rumah itu tampak teduh untuk ditinggali. pasti para penghuni rumah itu akan betah berlama-lama di dalam sana.


terlihat pintu rumah itu terbuka, keluar lah seorang wanita yang wajah nya tampak tersenyum bahagia.


"Kila tunggu sayang.. ini bekal mu ketinggalan." ucap seorang wanita paruh baya.


yang dipanggil wanita tadi pun sontak menghentikan langkahnya, kemudian berbalik menghadap ke wanita tadi.


"iya bibi, Kila tunggu di depan sini."


Ya dia adalah Kila, sedangkan wanita paruh baya itu adalah bibi nya.


Tak berselang lama, bibi Kila datang menghampiri nya di teras rumah.


"ini bekal makan siang mu. jangan lupa di makan." kata bibi nya.


"makasih ya bi, bibi baik banget, tiap hari uda siapin bekal buat Kila."


bibi nya tersenyum, "iya sama-sama, bibi kan sayang sama kamu."


kemudian Kila berpamitan kepada bibi nya, lalu pergi.


**********


-- Kila.


Perempuan yang dulu di masa SMA nya selalu di hin*, di ejek, sekarang telah menjadi orang yang sudah berhasil. Bahkan penampilan nya bisa dibilang bagus.


"makasih ya pak, ini ongkos nya." kata Kila kepada tukang ojek yang dia tumpangi barusan.


"sama-sama mbak. mari." ucap tukang ojek itu,lalu pergi .

__ADS_1


Kila berjalan menuju toko yang sudah didirikan nya selama 4 tahun belakangan ini. Setelah lulus SMA, Kila di ambil alih oleh bibi nya, atau bisa di bilang bibi nya ini adik ipar dari almarhumah mamak nya Kila dan Kila memang sudah deket sama bibi nya ini.


Kila dimodali sama bibi nya agak bisa mengembangkan bisnis basreng yang sudah ditekuni nya waktu SMA dulu bersama Lusi.


Kini, Kila telah mempunyai toko nya sendiri.


Sedangkan sahabatnya Lusi, semenjak lulus SMA, dia pindah ke Jakarta, ikut mama dan papa nya.


"eeh mbak Kila udah datang aja ni pagi-pagi." sapa salah satu karyawan yang bekerja di toko nya.


Kila menampakkan deretan gigi nya yang putih.


"Iyah ni, tiba-tiba pengen dateng pagi, sekalian ikut bantu-bantu lah, hehe." kata nya.


"boleh kok mbak. ayok mbak masuk." ajak karyawan Kila.


******


Di lain tempat, setelah 5 tahun tak mendapatkan kabar dari anak nya, seorang lelaki tua duduk termenung di teras rumah nya.


"ni mas, makan pagi nya, yang ada cuman tempe goreng, gak sanggup beli ikan." jawab perempuan itu ketus.


"tidak apa-apa dek, dengan ini saja mas juga sudah senang." kata lelaki tua itu yang tak lain adalah bapak nya Kila. Dan wanita yang memberikan makanan kepada nya itu tadi adalah ibu tiri nya Kila.


"makannya mas kerja dong, jangan di rumah aja. Mau makan pake apa kita mas!"


bapak Kila menghembuskan nafas nya pelan. "iya nanti setelah makan , mas akan cari pekerjaan yang baru."


"haa, gitu dong mas. Iyaudah, aku mau masuk dulu. Jangan lupa piring nya nanti cuci sendiri. Aku capek." kata nya lalu pergi meninggalkan bapaknya Kila.


Bapak Kila menatap kepergian istri pertamanya itu. Dulu mendiang istri kedua nya (alias mamak nya Kila) dulu tidak pernah membentak nya apalagi berkata kasar padanya. Sekarang istri pertamanya yang memperlakukan nya seperti ini.


sejak kejadian 8 bulan yang lalu bapak Kila di tabrak mobil yang melintas secara tiba-tiba, dan kaki nya harus mengalami cidera, itu sebabnya bapak Kila harus berhenti bekerja untuk sementara waktu.


********

__ADS_1


"Nilam." panggil Kila yang sedang duduk di meja kasir.


"iya mbak, ada apa?" tanya nya saat sudah sampai di depan Kila.


"ini , mbak mau keluar bentar sama Yogi buat antar paketan basreng nya. kamu tolong handle toko nya, nanti di bantu juga sama yang lain." kata Kila menerangkan.


"oke mbak, siap." Jawab Nilam dengan tangan yang seperti memberikan hormat.


Kila yang melihat Nilam seperti itu hanya terkekeh geli melihatnya.


Setelah Yogi selesai mengangkat beberapa bungkusan basreng nya ke dalam mobil, Kila pun masuk dan mereka pergi bersama.


"serasi sekali ya mbak Kila sama mas Yogi." kata Nilam pada Citra--teman satu kerja nya.


"iya, apalagi mas Yogi nampak sangat tulus sama mbak Kila, nerima kekurangan mbak Kila. Tapi sayang, sampai sekarang mas Yogi belum berani buat ngungkapin perasaannya." sahut Citra.


"kita doakan saja yang terbaik buat mbak Kila sama mas Yogi ya." kata Nilam. Lalu di ucapkan aamiin oleh citra.


******


suasana di dalam mobil hening, tidak ada obrolan ringan sama sekali.


Kila yang lebih memilih fokus pada ponselnya sedangkan Yogi fokus pada jalanan yang di lewati nya.


Tapi sesekali Yogi mencuri-curi pandang kearah Kila. Baginya Kila sosok wanita yang mandiri meskipun ada keterbatasan nya.


"ee-em Yog, apa masih jauh?" tanya Kila tiba-tiba.


Yogi yang merasa namanya terpanggil pun segera menoleh ke arah Kila.


sambil tersenyum Yogi menjawab, "enggak kok kil, 10 menit lagi kita sampai." jawab Yogi.


"ohh oke Yog."


Setelah nya tidak ada lagi percakapan diantara mereka, sampai tiba di kantor pos untuk mengirimkan pesanan basreng mereka

__ADS_1


bersambung------------


__ADS_2