ketika sabar ku membuat ku sukses

ketika sabar ku membuat ku sukses
part 14--- rencana mila


__ADS_3

POV bu Mila


Ada rasa jengkel yang amat mendalam buatku. Setelah kemarin malam permintaan ku ditolak sama kakang ku sendiri. Bagaimana tidak, aku bahkan sudah muak melihat anaknya berada di rumah ku. Apalagi harus menunggu 2 bulan agar dia keluar dari rumah ku.


`baiklah kang, kalau itu keinginan mu, aku sendiri yang akan membuat anak mu tidak betah berada di rumah ku`. Batin ku.


Besok harinya ternyata adalah tanggal merah. Dari subuh aku sudah mendengar suara Kila bangun tapi aku enggan untuk keluar kamar. Biar lah dia yang membereskan semua pekerjaan rumah ini. Lebih baik aku tidur lagi.


Memang sih dia Uda tiap hari membantu ku membereskan rumah tapi bagiku itu tidak cukup , apalagi status dia disini adalah numpang, jadi cukup tahu diri lah dia. Jangan mau enak-enak nya aja. Huh!


Entah berapa lama aku tidur. Tak terasa panas matahari perlahan-lahan mulai masuk melewati celah-celah tirai jendela. Segera aku bangkit, membuka jendela, dan saat ku lihat jam ternyata sudah jam 08.15 pagi.


`wah ternyata aku kesiangan.` gumam ku.


Melihat anak-anak ku masih pulas tertidur, aku pun memutuskan untuk mandi dulu mumpung mereka masih tidur.


Saat keluar dari kamar, kulihat rumah sudah rapi, bersih, karna seingat ku kemarin malam itu rumah sangat lah berantakan, apalagi kedua bocil ku yang sangat aktif menyerak kan seisi rumah.


Baru saja sampai di pintu dapur, kulihat Kila sedang memotong bawang beserta cabai, entah apa yang mau dia perbuat aku tidak perduli.


Dia melihat ku, karna aku tahu dia pasti bakal menegur ku, maka ku percepat langkah ku dan untungnya saat dia ingin menegur ku, aku sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai melakukan ritual mandi ku, aku pun keluar dan bergegas menuju kamar untuk membangun kedua buah hatiku.


Niatnya hari ini aku ingin ke tempat Yayuk (kakak ipar) ku , aku ingin ngadu kesana. Biarlah aku dibilang seperti mengadu domba aku tidak perduli. Karna memang itu yang aku mau. Lagian Yayuk ku ini orangnya mudah dikomporin, jadi sekali aku berucap saja dia pasti langsung percaya,dan langsung dia sebar luaskan berita dariku. Haha!


Sekarang aku sudah siap untuk pergi, begitu juga dengan anak ku. Ku bawa mereka keluar lewat pintu belakang saja, karena disitu lah jalan yang paling cepat. Saat melewati dapur, kulihat Kila tengah duduk di meja makan sambil menatap kami. Aku bersikap acuh tak acuh saja. Malas rasanya, anggap saja dia tidak ada.


"Loh bu, ibu mau kemana? Ini Kila Uda buatin nasi goreng buat ibu sama adek. Ayo bu makan dulu?" Ucap Kila.


Aku yang tadi nya fokus memakaikan sepatu anak ku yang paling kecil pun lantas menoleh.

__ADS_1


"Tidak usah. Aku bisa makan di luar. Lagian tidak ada yang mau makan masakan mu." Jawab ku sambil membawa anak-anak pergi dari situ.


Dapat kulihat dari raut wajahnya dia tampak begitu terkejut akan perubahan diriku. Mungkin dipikir nya aku akan tetap menerima nya dengan senang hati seperti saat pertama kali dia datang, ohh tentu tidak. Rasanya aku jijik melihat jalan nya yang pincang itu, kalau dia bukan anak dari kakang ku saja mungkin aku tidak mau menerima nya di rumah ku.


___________


Setelah pergi dari rumah, aku langsung mengajak anak ku ke rumah yuk Laksmi


Tek perlu memakan waktu lama, kami sudah tiba di kediaman yuk Laksmi.


"Assalamualaikum yuk." Ucap ku.


Panggilan pertama tidak ada sahutan dari dalam rumah. Panggilan yang kedua pun sama, hampir menyerah, tapi ku coba untuk yang ke tiga kalinya.


Dan tak lama ada sahutan dari dalam rumah,


Krieett


Aku pun mengajak anak-anak ku masuk, kami duduk diruang tamu, sementara yuk Laksmi pamit ke dapur untuk membuatkan kami minum.


Gak lama yuk Laksmi pun datang dengan membawa nampan yang berisi empat gelas sirup Kurnia dan cemilan kue-kue kering.


Kami pun di persilahkan minum , anak-anak ku tampak begitu menikmati cemilan kue-kue nya.


"Ada apa mil, tumben kamu kemari." Tanya yuk Laksmi .


"Aah iya , itu anu yuk. Aku mau cerita sama Yayuk. Ya kalo bisa Yayuk bantu aku." Ujar ku dengan raut wajah yang ku buat sendu.


Yuk Laksmi nampak bingung dengan perkataan ku. "Emang kamu ada masalah apa mil?" Tanya yuk Laksmi yang langsung pindah duduk di sebelah ku.


"Itu yuk, kemarin kan sih Kila, anak nya kakang ku kan pulang sekolah nya terlambat,udah gitu di antar cowo lagi yuk. Itupun aku di kasih tahu sama Wulan, katanya mereka peluk-pelukan yuk. Astaghfirullah." Jelas ku.

__ADS_1


"Aaah, yang bener aja kamu mil?" Tanya yuk Laksmi. Sebagai jawaban atas pertanyaan nya aku pun mengangguk kan kepalaku..


"Jadi gimana itu, gak kau bilang dia ke bapak nya. Biar bapak nya tau?"


"Uda yuk, kemarin malam juga kakang datang sama yuk Sukar. Aku juga Uda minta sama kakang buat bawa anak nya pergi dari rumah ku, tapi kakang malah mohon sama ku yuk,buat nampung ank nya dulu sampai anak nya lulus SMA. 2 bulan lagi." Terang ku.


"Padahal aku Uda gak sanggup lagi Lo yuk. Sih Kila itu gak bisa di atur. Uda gak mau bantuin kerjaan rumah. Kelayapan aja kerjaan nya. Tiba nya pulang malah di antar cowo, apa gak.... iis mboh lah yuk. Aku yang malu yuk sama tetangga." Sambung ku bohong.


Terlihat sekali dari mimik wajah yuk Laksmi kalau dia nampak geram dengan apa yang barusan ku ucapkan.


"Makannya aku ke rumah Yayuk, aku mau minta bantuan Yayuk buat nasehatin sih Kila. Rasanya kalo aku yang nasehatin gak di dengerin yuk." Kataku.


"Yowes, nanti sore Yayuk ke rumah mu. Biar Yayuk yang ngomong langsung sama dia ya. Yayuk pun sebenarnya geram sama dia. Uda numpang, tapi malah buat yang punya rumah sakit hati." Geram yuk Laksmi seraya membuang pandangannya ke lain arah.


Dan di saat itu juga aku tersenyum miring. Puas rasanya bisa menjatuhkan nama baik anak itu.


'terlalu gampang di komporin kamu yuk.' batin ku tertawa.


Setelah berbincang-bincang sedikit lagi sama yuk Laksmi, aku pun berniat untuk pamit pulang, karna hari sudah siang. Anak-anak ku juga tampaknya sudah mulai bosan..


"Aku pamit pulang dulu ya yuk, anak-anak kayaknya Uda bosen."


"Iyaudah, hati-hati. Nanti kalo apa sore Yayuk kesana buat nasehatin sih Kila, kalo perlu Yayuk buat dia jera." Tegas yuk Laksmi.


Aku mengangguk dan pergi dari kediaman yuk Laksmi.


********


'kamu tidak akan tenang tinggal di rumah ku, kalau kemarin itu aku menerima mu dengan senang hati, sekarang tidak. Karna aku sudah muak lihat jalan mu yang pincang itu, terlebih gara-gara mamak mu lah, yayuk ipar ku dimadu sama kakang ku. Itu juga yang membuat ku benci sama mu.' gumam ku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2