ketika sabar ku membuat ku sukses

ketika sabar ku membuat ku sukses
part 13 - keputusan bapak


__ADS_3

Sampai malam harinya pun Kila masih tetap berada di dalam kamar. Dia keluar saat mandi dan wudhu saja. Selebihnya dia tetap di kamar.


Sampai jarum jam menunjukkan pukul 21.00, pintu kamar nya di ketuk.


Tok tok tok


"Kila, kamu didalam? Ini diluar ada bapak sama ibu kamu datang." Kata bu Mila.


"Iya bu , sebentar lagi aku keluar." Ucap Kila.


Sebenarnya Kila gelisah, ada apa bapaknya sampai datang malam-malam begini untuk menemuinya. Apakah ada masalah besar?


Saat sudah berada di pertengahan antara ruang tamu dan ruang keluarga, Kila berusaha untuk menenangkan hati nya. Bahwasanya dia tidak melakukan kesalahan apapun.


"Nak, sini duduk sebelah bapak." Ucap bapak nya Kila.


Kila pun berjalan pelan dan duduk di sebelah bapak nya.


Di ruang tamu ini, ada beberapa orang yang datang, seperti bapak nya Kila, ibu tiri nya, bu Mila, dan Wulan.


"Nak, bagaimana kabar mu?" Tanya bapak Kila.


"Ki-kila baik-baik saja kok pak." Jawab Kila tersenyum tipis kearah bapaknya.


"Baguslah,, kamu sudah mak...."


Belum sempat selesai ngomong, sudah di potong duluan sama istrinya.


"Uda lah mas. Gak usah basa-basi segala. Langsung ke intinya aja. Biar gk bertele-tele." Ketus ibu tiri.


"Diam kamu. Aku sedang tidak berbicara padamu. Jadi sebaiknya kamu diam." Tegas bapak Kila.


Ibu tiri tampak memonyong-monyongkan mulut nya. Seolah-olah sedang mengejek apa yang barusan di bilang oleh suaminya.


"Bapak tadi dapat kabar dari Wulan, katanya kalo kamu pulang tadi terlambat, sudah gitu diantar sama cowo. Apa itu benar nak?"


Kila memandang geram pada Wulan. Pasalnya apa yang dikatakan Wulan tadi sore, bener-bener dibuatnya.


"Iya pak, memang kakak pulang terlambat, itu juga karna ban motor Lusi bocor, jadi kami harus mencari bengkel disekitar situ. Lalu masalah kakak pulang sama cowo itu, itu juga karna terpaksa. Lusi di jemput sama mama nya. Tapi mama nya Lusi gak sempat buat ngantar kakak, jadi mama nya Lusi nyuruh cowo tadi ngantar kan kakak pulang." Jelas panjang kali lebar oleh Kila.


Bapak Kila nampak lega setelah mendengar pernyataan yang di lontarkan oleh Kila. Tapi, dilain pihak banyak yang memperlihatkan wajah-wajah tidak senang.


"Halah jangan percaya mas. Itu bisa aja akal-akalan dia buat kamu percaya..anak muda jaman sekarang manaa ada yang mau ngaku kalo Uda salah." Timpal ibu tiri.

__ADS_1


"Ha iya Wak. Jangan percaya nih sama sih Kila. Saya Lo Wak yang liat langsung, mereka boncengan berdua. Udah gitu sih Kila pake peluk peluk sih cowo nya lagi. Dasarr gatelan!" Ujar Wulan.


"Sudah cukup. Tak bisa kah kalian dengar apa Kila. Anak ku pasti jujur, gak bohong."


Wulan dan ibu tiri sama-sama membuang pandangannya.


"Maaf kang. Mila mau ngomong sesuatu sama akang." Ujar Mila.


"Iya mil. Ada apa?"


"Bukan maksud Mila gimana-gimana itu enggak kang. Cuman , semakin hari pengeluaran Mila juga semakin banyak. Anak-anak Mila juga butuh perhatian Mila. Lagipula seperti yang dikatakan Wulan, kalo tadi siang Kila diantar pulang sama cowo, sebenernya gak apa kang, tapi ini Uda kejadian yang kedua kalinya.


Yang pertama akang tau kan kapan kejadiannya? Dan ini Uda yang kedua kalinya kang. Mila juga sudah dapat banyak sekali gunjing*n dari tetangga-tetangga, yang bilang Mila gak bisa ngurus ponakan nya sendiri. Padahal Kila nya sendiri yang gak bisa di atur." Terang Mila.


Bapak Kila menarik nafas, mencoba menenangkan diri nya.


"Iya mil, kakang paham maksud kamu. Tapi akang mohon mil, izin kan Kila tinggal disini sampai dia lulus SMA saja. Bentar lagi dia ujian. Dan sebentar lagi dia juga bakal lulus . Gak sampai 4 bulan lagi mil. Setelah dia lulus, akang janji bakal bawa Kila pergi dari sini." Pinta bapak.


Dapat dilihat dari raut wajah Mila bahwa dia tidak senang atas jawaban dari kakang nya.


Tapi tidak mungkin juga dia dapat menolak permintaan kakang nya, secara kakang nya itu dulu banyak membantunya, juga mendiang suaminya.


"Yaudah kang." Jawab Mila.


Tinggallah di ruang tamu, Kila, Wulan dan Mila.


"Yaudah deh aku juga mau pulang. Pamit yah aku bu mil." Kata Wulan.


"Yaudah Lan. Hati-hati di jalan." Sahut Mila.


"Beres bu. Oh ya ibu ati-ati sama tuh anak , gatelan orang nya bu. Bagus suruh aja dia tuh kawen ,haha." Gelak Wulan.


Kila hanya memandang wajah Wulan dengan ekspresi datar tapi dengan tatapan mata nya yang tajam. Seolah-olah dia ingin mencab*k-cab*k mulut rombeng nya sih Wulan.


Setelah kepergian Wulan, Mila lantas bangkit dari tempat duduk menuju kamarnya.


Kila yang sudah merasa bahwa bu Mila nya marah pada dirinya pun hanya bisa diam menatap punggung ibu nya menghilang di balik pintu.


______________


Keesokan pagi nya Kila tidak sekolah dikarenakan tanggal merah. Tapi Kila tetap bangun subuh untuk menjalankan shalat subuh, setelah nya Kila membereskan rumah sebelum bu Mila bangun dan akan membuat nasi goreng alakadarnya.


Sesaat kila sedang meracik bumbu nasi goreng, bu Mila keluar dari kamar hendak menuju kamar mandi yang berada di sebelah dapur.

__ADS_1


Mata Kila tertuju pada bu Mila. Hendak menyapa tapi bu Mila nya sudah keburu masuk kedalam kamar mandi.


Dalam pandangan Kila, dia seperti tidak melihat bu Mila nya yang dulu, saat dia datang ke rumah ini.


Setelah selesai, Kila meletakkan nasi goreng nya di atas meja makan. Dia menunggu bu Mila dan anak-anak nya keluar dari kamar, untuk sarapan bersama.


Lama Kila menunggu, sampai pada akhirnya bu Mila berserta anak nya keluar dari kamar. Tapi bukannya menghampiri Kila yang sudah ada di meja makan melainkan kearah pintu keluar.


"Loh bu, ibu mau kemana? Ini Kila Uda buatin nasi goreng buat ibu sama adek. Ayo bu makan dulu?" Ucap Kila.


Bu Mila yang tadi nya fokus memakaikan sepatu anak nya pun lantas menoleh.


"Tidak usah. Aku bisa makan di luar. Lagian tidak ada yang mau makan masakan mu." Jawab bu Mila sambil membawa anak-anak nya pergi meninggalkan Kila.


`sebegitu benci nya kah kamu bu pada ku?` gumam Kila.


Di saat air matanya mau menetes, tiba-tiba terdengar nada dering telepon dari kamarnya. Gegas Kila bangkit untuk mengambil ponselnya.


`lusi? Ada apa dia nelpon aku pagi-pagi gini?` heran Kila.


"Halo lus."


"Iya kil."


"Ada apa lus?"


"Ini Lo sibuk gak?"


"Enggak. Emang ada apa?"


"Gua mau minta bantuan Lo ni hehe."


"Bantuan apa emang nya lus?"


"Uda nanti gua kasih tau kalo gua Uda di rumah ku ya. Entar sekitaran jam 10 gua kesana. Okeh."


"Iya deh lus iya. "


"Yaudah see you Kila."


"See you too."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2