
Waktu sudah menunjukan jam 9 pagi, rombongan wisatawan dari PT. Travel Bintang sudah berkumpul di Bandara sesuai jadwal.
Ria mengintruksikan peraturan dan tata tertib saat dalam perjalanan di Taiwan nanti, setiap anggota di wajibkan memakai tanda pengenal Tour PT. Travel Bintang.
Dani bertugas membantu check in tiket pesawat, dan muatan bagasi.
Intan mengabsen satu persatu rombongan, total rombongan 25 orang.
''Oke, baiklah! saya harap kalian dapat mengerti dan memahami apa yang barusan saya jelas kan. Dan ingat jika ada keadaan mendesak kalian bisa memakai Google Translate sebagai alat komunikasi. Semua nya mengerti?'' suara Ria mengakhiri pidato nya.
''Mengerti!'' jawab mereka serentak.
Ria tersenyum lega.
Dani segera mengambil alih untuk menyerah kan tiket mereka masing masing.
***
Di Taiwan
Di kediaman Yi sao.
''Papa...'' suara khas anak kecil.
''Hallo sayang... '' saut Yi sao dengan pelukan hangat.
''Xin xin mau main ail''
''Nanti sore Papa ajak kamu main air nya di hotel teman Papa mau?''
__ADS_1
Siau Xin dengan cepat menganggukan kepalanya.
''Manis nya anak Papa'' ucap Yi sao menciumi pipi putri gembul nya.
Ayah dan Anak itu tertawa renyah saat bermain bersama, sesibuk apapun Yi sao dia akan selalu menyempatkan waktu untuk putri nya seperti saat ini yang ia lakukan.
Ia memilih menghabiskan waktu pagi dan siang nya di rumah untuk menemani Siau xin bermain.
Ken yang hanya berdiri mengawasi dari jauh pun ikut tersenyum melihat tingkah pola Ayah dan Anak ini.
Bagaimana tidak Yi sao yang berparas pria dewasa yang selalu serius dan dingin di hadapan setiap klian nya kini di buat tak berdaya oleh putri semata wayang nya.
Siau xin menghiasi wajah tampan Yi sao dengan coretan coretan kreatifitas anak usia 3 tahun, belum lagi dengan rambut nya yang di ikat satu atas permintaan putri nya.
Yi sao POV
Semoga kau selalu bahagia nak, maafkan Papa yang belum bisa menjadi yang terbaik untuk mu. Pikir Yi sao.
Jujur aku benar benar merasa tersiksa di saat rasa rindu terhadap Istri ku melanda, membuat aku teringat akan kekejaman ku terhadap nya. Mungkin aku memang tak layak mendapat kan maaf dari nya, tapi Tuhan... aku mohon setidak nya ijin kan aku bisa menjelaskan sebuah kebenaran pada nya.
***
Sementara Ria dan Rombongan kini sudah di dalam pesawat, Intan tertidur lelap di tempat duduknya mungkin karena ia bangun terlalu pagi hingga membuat nya begitu mengantuk.
Dani sibuk dengan Hp sambil menonton film kartun, yang ada di layar kecil seperti tab di seluruh belakang bangku penumpang.
(Ini beneran ada lho ๐)
Waktu tempuh perjalanan memakan waktu kurang lebih 5 jam tanpa translate pesawat.
__ADS_1
Ria POV
Akhirnya aku kembali duduk di sini, di pesawat yang akan mengantarkan ku menuju Negara yang sebenarnya tak ingin ku kunjungi.
Tuhan...tenangkan lah hati ku ini, jauhkan lah masa lalu itu dari ingatan ku. Bantu aku Tuhan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo! terimakasih ya yang udah mau baca dan yang gak lupa buat tinggalin jejak๐
Yang mau lihat toko karakternya udah aku tambah di episode sebelum sebelum nya.
__ADS_1
Jangan pelit untuk support ya ๐๐