Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
7


__ADS_3

Hari hari biasa di jalani oleh Ria, dan Robi masih tetap dengan usahanya membujuk Ria untuk ikut serta ke Taiwan. Tapi jawaban Ria tetap sama, ia tidak ingin ikut, sampai ketika 3 hari lagi keberangkatan.


Kesibukan menjelang Tour ke Taiwan jelas terlihat di PT. Travel Bintang.


Deringan telepon genggam dan telepon kantor bersautan.


Intan sibuk mencatat nama nama yang terdaftar dalam rombongan.


Ria sibuk dengan persiapan keberangkatan, pemesanan tiket, penginapan, rute wisata serta menu makanan yang akan di saji kan, semua di atur dan di putuskan oleh Ria.


Dani juga turut membantu pekerjaan Ria.


Di tengah kesibukan mereka mendapat kabar bahwa pemandu wisata di Taiwan yang bekerja sama mendadak memutuskan kontrak.


''Ria...'' panggil Robi.


''Iya ada apa Rob?''


''Pemandu wisata di Taiwan memutuskan kontrak'' ucap Robi dengan wajah kecewa.


Mendadak semua tercengang bagaimana mungkin 3 hari lagi adalah keberangkatan.


''Apa?'' kata Ria, Intan, dan Dani bersamaan.


Mereka saling melirik bertukar pandang.


''Bagaimana bisa mereka melakukan sepihak? kita sudah melakukan transaksi'' ucap Ria.


''Sudah di kirim balik bahkan dengan ganti rugi nya juga'' jawab Robi.

__ADS_1


''Apa maksud mu?''


''Mereka bilang, mendadak mendapat proyek besar di Korea jadi tidak dapat meneruskan kerja sama bersama kita, mereka juga mengirimkan jumlah uang melebihi kesepakatan'' jelas Robi.


''Apa? Gila! Tidak mungkin, kita sudah 2x bekerja sama kenapa mereka dengan mudah nya membatalkan perjanjian?'' ucap Ria.


Di tengah ketegangan.


''Jadi siapa yang akan jadi pemandu wisatawan kita Pak?'' tanya Intan.


''Kita akan cari pemandu lain'' ucap Ria.


''Waktu nya tidak cukup Ria'' tegah Robi.


''Kenapa tidak Mbak Ria saja yang jadi pemandu?'' ucap Intan polos.


''Tidak!'' tolak Ria.


Sontak saja membuat Dani, Intan, dan Ria terkejut.


Bagaimana tidak, jika mereka membatalkan perjalanan maka PT mereka pasti akan terlihat buruk, dan membuat para wisatawan kecewa dan marah.


''Apa?!'' kata Dani, Intan, dan Ria bersamaan.


''Pak, tidak bisa begitu repotasi PT jadi taruhan'' ucap Dani.


''Benar Pak, kenapa harus di batal kan? kita akan mengalami rugi dan PT kita akan tercemar'' tambah Intan.


''Rob, kita harus cari cara untuk mendapatkan pemandu wisata yang baru'' ucap Ria.

__ADS_1


''Ria, waktu kita ini mepet! kurang dari 3 hari kita sudah harus berangkat! tidak akan mudah mendapatkan pemandu wisata kau juga tau itu!'' tekan Robi.


Ria terdiam baru kali ini ia melihat wajah kecewa dan pasrah Robi.


Tidak! ini tidak boleh, PT ini di bangun dengan susah payah oleh Robi, dia benar benar merintis dari bawah, kenapa harus hancur begitu saja. Pikir Ria.


Robi hendak meninggal kan Ria menuju ruangan nya.


''Aku mau'' kata Ria menghentikan langkah kaki Robi.


''Aku akan jadi pemandu wisata nya'' lanjut Ria lagi.


Tergambar seulas senyuman di wajah Robi sebelum ia membalikan badan nya untuk menatap Ria.


''Sungguh?'' tanya Robi memegang kedua bahu Ria dengan tatapan berbinar.


Ria hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala.


''Ye!!!'' sorak Intan.


''Mbak aku boleh ikut ya?'' pinta nya pada Ria.


Ria hanya menganggukan kepala.


Wajah lega dan bahagia Robi, Dani dan Intan terlihat jelas di mata Ria.


Semoga aku tidak salah mengambil keputusan ini. Batin Ria.


Ria mulai memikirkan ketakutannya selama ini, ia berharap tidak lagi bertemu dengan masa lalu nya.

__ADS_1


Sebagai Robi.



__ADS_2