
Di Taiwan
Di sebuah restoran halal yang terletak di salah satu tempat wisata di Taiwan.
Terlihat Yi sao sedang berbincang bincang dengan seorang wanita berusia 35 tahun.
''Bagaimana?''
''Sesuai rencana Tuan''
''Jangan sampai dia curiga''
''Saya jamin Tuan''
''Baiklah, ambilah'' ucap Yi sao menyerahkan sebuah amplop coklat yang cukup tebal.
''Terimakasih Tuan'' ucap wanita itu.
Setelah wanita itu pergi Yi sao pun meninggal kan tempat itu.
Di perjalanan pulang Ken dapat melihat kekhawatiran di wajah majikan nya.
''Apa yang anda khawatirkan Ta ke?'' suara Ken memecah keheningan.
''Kenyataan Ken''
''Maksud Ta ke?''
''Kebencian nya pada ku'' suara Yi sao terdengar parau.
Ken dapat mengerti apa yang ada di pikiran majikan nya.
''Ken, apa dia akan memaafkan ku?'' suara yang nyaris tak terdengar, tatapan mata yang kosong jauh menembus sebuah harapan.
__ADS_1
''Pasti, jika dia tau yang sebenarnya'' jawab Ken.
Yi sao tersenyum kecut ada rasa pedih yang menghinggapi hati nya.
''Apakah kau akan memberiku waktu untuk menjelaskan nya? Yani, aku bahkan masih ingat mata memohon mu pada malam itu'' ucap Yi sao yang tanpa sadar membuat air mata nya menetes tak tertahan.
Ken yang mendengar memilih diam seolah tak mendengar dan melihat ratapan seorang pria dewasa yang sedang patah hati.
Sungguh Ken merasa bingung dan takjub atas perubahan majikannya.
Jauh sebelum mengenal arti cinta, Yi sao terkenal sangat sadis dan kasar pada setiap musuh nya.
Hingga demi cinta ia rela kehilangan segala nya, dengan cara yang salah ia melindungi Istri dan Anak nya membuat mereka terpisah jauh bukan hanya beda negara, namun rasa benci dan marah menjadi dinding penghalang yang tak teroboh kan.
Ta ke, Ta sau pasti akan memaafkan mu. Batin Ken.
Di Indonesia
Akhirnya besok pagi adalah jadwal keberangkatan Tour yang di tentu kan.
Ria sebenarnya merasa sedikit risih, karena selama ini ia biasa tidur sendiri.
Malam sudah semakin larut, namun mata kedua gadis ini belum terpejam sama sekali.
Intan benar benar antusias, karena ini perjalanan pertama nya ke luar Negri selama bekerja di PT. Travel Bintang.
Lain lagi dengan yang di rasa kan Ria, perasaan berkecamuk melanda membuat dada terasa sesak.
''Mbak Ria'' suara Intan memecah keheningan.
''Hmz...''
''Kita beneran 10 hari di Taiwan?''
__ADS_1
''Hmz...''
''Aku seneng banget Mbak akhirnya bisa juga ikut Tour ke luar negri, jadi penasaran di sana sekarang lagi musim apa ya?'' celoteh Intan.
Ria hanya diam mendengarkan pandangan nya jauh menerawang terbang.
''Mbak Ria pernah ke Taiwan juga kan? berarti Mbak Ria bisa bahasa Mandarin ya? Mbak Ria di sana kerja ya? Berapa lama Mbak?'' sambung Intan panjang lebar.
Namun Ria tak menanggapi.
Ria POV
Akhirnya aku akan menginjakan kaki ku lagi di sana, di mana aku kehilangan segalanya ketulusan cinta yang di balas luka tak terhapus kan. Sungguh aku tidak ingin. Tapi aku tidak mau mengecewakan Robi, dia sudah sangat baik pada ku.
***
''Mbak...mbak....!Mbak Ria!'' suara Intan terdengar sedikit keras.
Ria tersadar dari lamunan nya.
''Hmz... ada apa ntan?''
''Mbak kenapa? Sakit?'' tanya Intan.
''Gak papa, tidurlah ini sudah malam''
Intan hanya menatap bingung saat Ria membaringkan tubuh nya dan memejamkan mata.
Terlihat raut wajah kesedihan.
Ada apa dengan Mbak Ria? kenapa dia begitu sedih? Batin Intan.
Sebagai Ria.
__ADS_1