
Sementara di sudut lain Rumah sakit yang sama Yi sao menemani sang putri tercinta untuk melakukan check up rutin setiap bulan.
''Sayang..., kau siap?'' tanya Yi sao.
''Ciap Papa...'' jawab Siau xin.
''Hebat nya Tuan Putri ku'' kata Yi sao menggendong tubuh mungil sang putri.
Siau xin memasuki ruang pemeriksaan Yi sao yang tidak sanggup untuk menyaksikan tubuh mungil putri nya di tusuk begitu banyak jarum serta alat tes kesehatan lain nya memilih untuk keluar ruangan.
''Kau temani putri ku'' titah nya pada Lily.
''Baik tuan''
''Sayang, Papa tunggu di luar ya?'' kata Yi sao mencium kening putri nya.
Siau xin menganggukan kepala berusaha tersenyum menyembunyikan rasa sakit nya.
Yi sao berjalan keluar ruangan dan menuju ke balkon untuk sekedar menenangkan diri, ia merasa begitu tersiksa atas keadaan putri nya saat ini. Andai malam itu tidak pernah ada, anda Putri nya tidak di paksa lahir pasti kelainan ini tidak akan di derita nya.
''Maaf kan Papa nak...'' ucap nya lirih.
__ADS_1
***
Karena merasa bosan Ria memutuskan untuk berjalan jalan, dan entah kenapa kaki nya menuntun ke arah balkon.
Saat tiba di balkon Ria sekilas melihat ada seorang laki laki yang duduk meringkuk menangisi sesuatu.
Ria memilih tidak peduli ia mengambil posisi untuk duduk di kursi dan memejamkan mata nya mencoba menikmati suasana di pagi hari, ia menarik panjang nafas nya dan menghembuskan dengan kasar.
''Kenapa Kau begitu tidak adil Tuhan!, Kenapa Kau selalu membuat orang menangis dan terluka?!'' suara pelan Ria yang samar samar terdengar oleh Yi sao.
Yi sao mengusap wajah kasarnya dan mencari sumber suara, ia melihat seorang wanita dengan baju pasien yang sedang duduk sambil memejamkan mata.
Yi sao perlahan mendekati nya, Yi sao hanya memandangi Ya ni wanita yang selalu ia cintai wanita yang begitu ia rindukan selama 3 tahun ini.
Ya ni merasa seseorang yang mendekat membuka mata nya perlahan lahan.
''Kau!'' umpat Ya ni saat melihat Yi sao yang tersenyum dengan wajah menyedihkan nya.
Ya ni secepat nya berdiri dan hendak pergi meninggalkan balkon, namun tangan Yi sao dengan cepat menarik Ya ni dalam pelukan nya.
Ya ni meronta mencoba menjauh kan tubuh lelaki itu, tapi tenaganya kalah talak.
__ADS_1
''Maafkan aku Ya ni! Maaf kan aku!'' kata Yi sao dalam tangis nya.
''Lepaskan!'' ronta Ya ni.
''Sungguh maafkan aku! aku hanya ingin melindungi mu! Percaya lah pada ku!'' kata Yi sao lagi masih dengan memeluk erat tubuh Ya ni.
''Lepaskan aku! Apa kau mau membunuhku untuk kedua kali! Lepas kan!'' bentak Ya ni dengan terus meronta.
''Apa kau tidak bisa percaya lagi pada ku?'' tanya Yi sao.
''Hahaha, Percaya! Ingat lah Li Yi Sao! aku dulu pernah sangat mempercayai mu, bahkan pernah sangat mencintai mu! seluruh hidup ku aku serahkan pada mu!!! tapi apa balasan mu!!!! Kau berbohong atas identitas mu!! kau bercinta dengan wanita lain di atas ranjang ku!!!! tepat di hadapan ku!! kau bahkan menghina ku!!!!! tidak cukup kau bahkan ingin membunuh ku di saat aku mengandung anak perempuan mu!!!!! hah!!!!'' teriak Ya ni berhasil melepaskan diri dari pelukan Yi sao.
Plaaakkk!!!! tamparan keras mendarat di pipi Yi sao sebelum Ya ni berbalik meninggal kan nya.
''Apa kau akan percaya jika ku katakan Anak kita masih hidup?'' tanya Yi sao berhasil membuat langkah kaki Ya ni berhenti sesaat.
Ya ni tersenyum kecut.
''Heh! Apa kau masih belum puas menipu ku!'' ucap Ya ni berlalu pergi meninggal kan Yi sao sendiri dalam kesalahan nya.
''Tidak bisakah kau merasakan ketulusan Cinta ku?'' gumam Yi sao lirih.
__ADS_1