Kisah Cinta Ria

Kisah Cinta Ria
21


__ADS_3

Yi sao masih terpaku menyesali semua yang terjadi.


Akan kah ada kesempatan untuk ku mendapat kan kepercayaan mu kembali? aku bahkan bertahan hidup hanya untuk mu Ya ni. Bisakah kau merasakan perasaan yang ada ini? Rasa Cinta ku tak pernah berkurang Ya ni, aku sungguh sangat mencintai mu! Teriak suara hari Yi sao.


Sementara Ya ni sudah menghilang jauh dari pandangan nya.


Ya ni berlari tak tentu arah hingga ia berhenti di sebuah taman kecil, Ya ni menangis terisak menahan perih hati nya, meraung sembari menutupi wajah nya.


Rasa sakit karena keluguan nya memberi bekas luka yang tak pernah kering di hati nya.


***


Siau xin sudah selesai dengan terapi nya sedari tadi duduk di atas kursi roda, Lily mengajak nya berjalan jalan mengitari kolam ikan kecil di dekat taman Rumah Sakit.


''Bibi sepeltinya ada olang menangis'' ucap bibir mungil yang terlihat sedikit pucat.


''Iya Nona seperti nya Nona yang duduk di sana itu'' jawab Suster Lily.


Ketika Ya ni mengusap wajah nya, Suster Lily langsung mengenali nya.


''Itu Nona Li ya, Nona yang mengajak bermain kemarin'' jelas Suster Lily.


''Kita kecana yuk'' ajak Siau xin.

__ADS_1


''Baik Nona'' Suster Lily mendorong kursi roda mendekati Ya ni yang sedang menangis.


''Bibi!'' panggil Siau xin.


Ya ni menoleh dan segera menghapus sisa air mata di pipi nya.


''Xin xin...'' suara bindeng selepas menangis.


''Kenapa Bibi Cedih?''


''Tidak apa apa, kenap xin xin di sini? xin xin sakit?'' tanya Ya ni melihat wajah pucat Siau xin.


Siau xin menggelengkan kepala nya.


''Terapi?'' tanya Ya ni mengulangi melirik tubuh mungil di atas kursi roda.


Lily menjelaskan keadaan Siau xin pada Ya ni, entah ada rasa sakit di hati nya ketika tau gadis yang lucu ini mengidap penyakit bawak an.


''Kenapa tidak melakukan pencangkokan?'' tanya Ya ni yang kini sudah memeluk tubuh mungil Siau xin.


''Kata Papa..., tunggu Mama pulang'' Siau xin yang menjawab.


''Memang Mama di mana sekarang?'' tanya Ya ni.

__ADS_1


''Cekolah'' jawab polos Siau xin.


Ya ni tersenyum dan melirik ke arah Lily berharap penjelasan.


''Nona Siau xin memiliki kelangkaan genetik yang di turunkan Mama nya, dengan kata lain hanya Mama nya yang bisa mencangkokkan ginjalnya'' terang Lily.


''Kelangkaan genetik??'' tanya nya lagi.


''Iya Nona'' jawab Lily.


''Apa kau tau Mama nya di mana?'' tanya Ya ni.


''Saya tidak tau Nona, dari Siau xin lahir saya tidak pernah melihat Nyonya. Tuan selalu mengatakan pada Nona jika Nyonya sedang sekolah dan akan pulang untuk menyembuhkan Nona'' jelas Lily.


''Dari lahir?'' tanya Ya ni memikirkan hal yang masuk akal ''Bagaimana mungkin seorang ibu meninggalkan anak nya sendiri'' kata nya lagi.


''Bibi Mama tidak pelgi! Mama cekolah! Papa bilang Mama ku olang paling baik dan cantik'' jawab Siau xin polos.


Ya ni tersenyum kemudian mencium kening Siau xin.


''Benar Nona, sepertinya terjadi kesalahpahaman antara Tuan dan Nyonya sehingga Nyonya pergi, karena saya dengar dari para pekerja di rumah yang lama Tuan sangat mencintai Nyonya'' jelas Lily.


Ya ni hanya tersenyum mendengar penjelasan Lily, bagi nya apapun alasan nya tetap lah tidak dapat di terima jika seorang Ibu meninggalkan anak nya.

__ADS_1


__ADS_2