
''Ria... jangan di pikirkan, semoga kita akan mendapat kan jalan keluar untuk masalah ini'' ucap perawat yang bernama Ibu Lisa itu, karena melihat Ria melamun memikirkan sesuatu.
Ria hanya menatap wajah teduh Ibu Lisa dan menganggukan kepala nya.
''Tidur lah..., sudah ini malam '' kata Ibu Lisa lagi.
''Iya Bu...'' jawab Ria.
Ibu Lisa berjalan keluar dan sebelum menutup pintu ia mematikan lampu kamar terlebih dahulu.
Sementara Ria masih hanyut dalam pikiran nya, sampai terlelap tidur.
***
Mentari pagi hari menyapa para penghuni Panti Asuhan dengan cahaya sinar ke emasan nya.
Rutinitas pagi tergambar di setiap sudut bangunan sederhana ini yang memiliki luas tanah 15ร12 meter persegi, jika di lihat maka akan terlihat layaknya sebuah rumah dengan gaya sederhana.
Membentang di bagi beberapa ruang kecil, seperti dapur, ruang rapat, kamar tidur, dan ruang kerja para pengurus Panti Asuhan.
Kecil memang, tapi di sini setiap hari selalu di hiasi canda tawa dan tangis manja anak anak yang kurang beruntung lain nya. Yang tidak memiliki keluarga, bagi anak anak ini di sinilah rumah dan keluarga mereka, berkumpul bersama, bernyanyi, bermain dan menikmati makan di meja yang sama setiap hari nya.
''Ria...!'' panggil Tati
Ria hanya menoleh dengan senyum terpaksa nya, terlihat jelas raut wajah gelisah.
''Ada apa Ria? kau sakit?''
''Tidak''
''Lalu kenapa kau begitu murung? apa yang mengganggu mu? cerita pada ku''
Ria memilih diam.
__ADS_1
''Hey!! kau ni kenapa?''
''Aku ingin bekerja''
''Oh..., kau ingin bekerja? baik lah ayo kita cari pekerjaan'' ajak Tati dengan semangat.
''Tapi aku ingin gaji besar''
Tati yang mendengar ucapan Ria sontak tertawa.
''Hahahaha....Ria...Ria... kita ini cuma tamatan SMA, di tambah lagi Sekolah kita itu termasuk Sekolah yang belum cukup di kenal. Kalau kita melamar, paling hanya akan menjadi pelayan di rumah makan atau SPG di lapangan. Gaji yang di dapat juga mungkin akan di bawah UMR, kalau kita bisa memiliki keterampilan lebih seperti menguasai Teknik Komputer atau Bahasa Inggris, dan berpenampilan menarik serta Omset target bulanan terpenuhi baru bisa mencapai UMR'' oceh Tati.
''Wajar saja banyak yang memilih jadi TKI ke luar negri, kalau di Negara kita saja terlalu banyak yang jadi pengangguran dari pada lapangan kerja'' lanjut Tati kembali.
''Jadi TKI?'' ucap Ria.
''Iya TKI, kerja di luar Negri''
''Aku dengar sih iya'' jawab Tati.
''Berapa?''
''Aku kurang tau, tapi yang aku dengar paling kecil 5jt perbulan''
Ria tersenyum lega.
''Hey! Kau kenapa lagi? tadi murung! sekarang senyum senyum sendiri!'' ucap Tati.
''Tidak... hahaha..., tidak apa apa'' jawab Ria.
Entah apa yang di pikirkan Ria saat itu, ia hanya begitu tergiur saat mendengar upah gaji yang akan di terima jika ia menjadi salah satu TKI.
Ia akan bisa, memenuhi tujuan nya untuk membantu Ibu Susi mempertahankan Panti Asuhan ini.
__ADS_1
Dan saat ia memutuskan memilih Negara Formosa, Taiwan sebagai tempat nya mengais rejeki, maka di sini lah awal mula perjalanan hidup yang akan di lewati nya penuh dengan penghianatan, penghinaan, penipuan, derita dan cinta.
Flashback Off
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya kalau kedepannya akan banyak FLASHBACK.
Terimakasih untuk yang sudah membaca, jangan lupa Like dan Comment nya ya ๐
Sebagai Ken
__ADS_1